Selasa, 26 Januari 2016

ALAT UKUR BANTU UNTUK MERAKIT BITX ATAU BIXEN

Setiap kali kita merakit elektronik tidak terlepas dari alat ukur , entah apa itu AVO meter, frequency counter , analyzer, oscilloscope atau alat bantu pendukung yang lain. Kali ini, di Akhir bulan Januari 2016 saya akan bahas beberapa alat ukur untuk membantu rekan-rekan dalam merakit sebuah Transceiver. Dan alat ini mudah di buat serta tidak terlalu mahal , kita bisa membuat sendiri.Mudah-mudahan alat ini bermanfaat bagi yang baru mengenal tentang radio  transceiver SSB. Alat tersebut antara lain


RF PROBE
Berfungsi untuk mengecek apakah ada sinyal RF dari oscilator ,BFO  maupun dari output exiter. Komponen pun tergolong murah dan mudah dibuat, meskipun tanpa PCB. Hanya berbekal 2 buah diode Germanium 1N60, OA90 atau sejenisnya , yang jelas untuk memperoleh hasil yang baik bisa digunakan diode Germanium, mengapa Germanium , karena memiliki forward bias yang rendah hanya 0,2 Volt , dibandingkan dengan diode Silikon yang memiliki forward bias 0,6 Volt. Sebetulnya bisa menggunakan diode silikon seperti 1N4148, akan tetapi kepekaan dari RF Probe ini tidak se peka yang menggunakan diode germanium.Untuk mencari diode germanium memang agak sulit, tetapi rekan-rekan bisa mencari bekas radio AM/MW  cari diodenya di daerah detektor dekat trafo IF 455KHz. Kita bisa nge “bodol” dari radio AM. Kemudian komponen lain seperti capasitor, potensiometer dan VU meter sebagai indikator penunjuk. Rakit sesuai gambar skema, setelah itu coba hubungkan probe ke output oscilator , Putar potensio nya hingga jarum bisa bergerak sesuai keinginan. Jika jarum bergerak maka terdapat RF pada oscilator atau BFO. Nah dari sini anda bisa menggunakan untuk mendeteksi adanya sinyal RF. Rangkaian RF Probe ini bisa digunakan pada frekuensi rendah hingga UHF tidak terkecuali HF juga .


                                                                 GAMBAR RF PROBE



                                                             GAMBAR XTAL TESTER

XTAL TESTER
Berfungsi untuk menyeleksi kristal/Xtal yang akan kita gunakan untuk Ladder Filter pada transceiver BITX/BIXEN . rangkaian juga cukup mudah di buat . Hanya berbekal komponen resistor, capasitor dan 2 buah transistor ,kita sudah dapat alat untuk menguji frekuensi dari Xtal yang akan kita seleksi untuk dijadikan Ladder Filter. Rakit sesuai gambar skema . Rekan-rekan bisa membuat dengan menggunakan PCB matriks/ lubang-lubang atau model Manhattan Stye yang dirakit di atas PCB polos. Output dari rangkaian xtal tester ini bisa dihubungkan langsung dengan frekuensi counter. Amati setiap pengukuran dari Xtal. Catat dan pisahkan sesuai dengan Xtal yang akan di seleksi. Pilih xtal/kristal yang identik filternya untuk membuat ladder filter. Xtal yang nilainya tidak identik bisa digunakan untuk BFO dari rangkaian BITX/BIXEN. Upayakan dalam memilih/mengukur xtal ,dipilih toleransinya sekitar 100Hz. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi blocking antar xtal untuk filter yang berakibat RX dan TX nya tidak sempurna atau RX nya tidak peka. Kesalahan dalam menentukan Ladder filter berakibat hasil dari rakitan BITX itu sendiri . Apabila kita tidak memiliki frekuensi counter ,kita bisa memanfaatkan FLL (Frequency Locked Loop) sebagai frekuensi Counter.
                                                          GAMBAR SKEMA FLL
 
MEMANFAATKAN FLL  SEBAGAI FREKUENSI COUNTER
Tentunya tidak semua orang memiliki frekuensi counter, akan tetapi di jaman microcontroller seperti sekarang kita dengan mudahnya membuat frekuensi counter sendiri. Rekan-rekan bisa melihat skema frekuensi counter di internet. Di sini timbul ide bagaiman kalau kita manfaatkan aja FLL sebagai frekuensi Counter. Ternyata FLL (frequency Locked Loop) tidak hanya bisa mengunci sebuah oscilator agar tidak bergeser , akan tetapi bisa juga digunakan sebagai frekuensi counter. Lalu cara nya bagaimana. Kita rakit FLL dulu setelah jadi maka kita bisa mengeset IF SET di set 0.000.000 maka yang terbaca oleh FLL adalh sinyal RF langsung dari sumber RF nya , apakah dari oscilator atau BFO. Jika kita tekan IF SET = VFO +IF maka yang terbaca adalah frekuensi oscilator + frekuensi IF itu jika kita aplikasikan sebagai FLL.Ingat FLL tidak akan membaca frekuensi jik tidak ada sinyal RF yang masuk pada rangkaian. Frekuensi counter dari FLL ini
mudah dan murah untuk dibuat . Selain dapat mengunci frekuensi ,juga dapat berfungsi sebagai frekuensi counter.Kita juga dapat mengukur berapa frekuensi dari VFO yang kita buat ,dan mengukur frekuensi dari BFO pada BITX/BIXEN. Selain itu rangkaian ini dapat langsung di hubungkan dengan  Xtal Tester untuk memilih Xtal yang akan digunakan sebagai Ladder Filter atau juga Lattice Filter pada rangkaian BITX atau exiter jenis lain.Untuk artikel FLL sudah dibahas pada arsip yang terdahulu, atau anda bisa download artikel FLL beserta file lay out PCB dan HEX File untuk PIC16F628 pada situs www.9h1lo.net . Nah disini ada 3 alat bantu untuk merakit exiter SBB , semoga bermanfaat dan selamat ber-experimen De YB3LVX     

                                            GAMBAR BENTUK JADI RF PROBE

                                                GAMBAR RANGKAIAN XTAL TESTER

                                                GAMBAR RANGKAIAN FLL JADI

Jumat, 25 Desember 2015

MEMBUAT TOROID TUBING UNTUK BITX & BIXEN LINEAR AMPLIFIER

Membuat Toroid TUBING untuk BITX /BIXEN Linear Amplifier
Pada kali ini akan kami tampilkan proyek liburan akhir tahun yaitu membuat Toroid Tubing untuk HF linear amplifier. Sering kali rekan-rekan Hombrewer /Amatir radio kesulitan membuat tubing untuk HF power amplifiernya .Sebetulnya di beberapa blog rekan homebrewer sudah diulas, seperti punya blog om Jack lanangan dengan Radio Gembok Irengnya sudah dibahas. Akan tetapi kali ini saya akan membahas detail untuk membuat Tubing tersebut. Pada rangkaian linear amplifier yang menggunakan Push-Pull maka tidak akan terlepas dari Tubing ini. Disamping sebagai penyesuai impedansi tetapi juga untuk menginduktasikan output amplifier ini. Pada rangkaian HF transceiver yang buatan pabrik menggunakan Toroid Tubing yang khusus dan ini sangatlah tidak murah untuk kantong para Homebrewer. Lalu bagaimana? .... Pepatah mengatakan “Tiada rotan maka Akar pun jadi” . Tidak ada yang tidak mungkin untuk para homebrewer. Ya ... kita bisa membuat dengan memanfaatkan barang bekas/bodol. Bahan-bahan yang akan kita gunakan yaitu :
1.    Tubing feritte bekas monitor CRT 2 buah
2.    PCB singgle layer (boleh pakai jenis pertinak atau fiberglass)
3.    Tembaga atau Kuningan Foil ,jika sulit bisa pakai bekas antena radio/telescopic
Pada rangkaian linear Amplifier BITX atau BIXEN yang sudah dibahas pada episode lalu ,menggunakan lilitan atau tubing ini ,yaitu pada T4 yaitu sebesar Primer = ½ Lilit dan Sekundernya 3 lilit. Kebanyakan rekan-rekan bingung untuk membuat lilitan ½ lilit lalu di Tap ditengah bagaimana bentuknya. Untuk itu akan dibahas berikut gambar-gambar konstruksi dan cara pembuatannya.
Cara membuat : Potong PCB dengan ukuran 3,5 Cm x 2,5 Cm atau disesuaikan dengan ukuran tubingnya. 2 buah tubing tadi coba di jajarkan /ditempelkan ,lali temelkan PCB tadi ,ukur kira-kira letak lubang yang akan di bor . tandai untuk rencana lubang tadi. Bor lah pada PCB tadi ,sebanyak 2 lubang. Dengan diameter lubang antara 8mm – 10mm . Buat PCB tadi 2 keping. Kemudian Gulung tembaga foil /kuningan foil membentuk pipa sepanjang panjang dari tubing,ingat lebihkan sedikit sekitar 3-4mm untuk mengunci tubing menggunakan solder. Jika anda tidak mau repot membentuk pipa pada tembaga foil , anda dapat menggunakan pipa tembaga bekas AC (Air Conditioner) atau bekas Antena tarik/antena telescopic pada radio. Tinggal potong saja sesuai panjang Tubing . masukkan pipa tembaga yang sudah dibuat tadi ke lubang toroid feritte . Lalu tutup dengan PCB yang sudah dibuat tadi pada masing-masing mulut Tubing. Kunci dengan Solder . Pada sisi tembaga harus diluar. Salah satu tembaga pada PCB harus di pisah dengan Cutter agar terpisah. Ini digunakan untuk Pushpull pada linear amplifier, yaitu kaki Drain pada MOSFET dari linear amplifier. Nah dari sinilah lilitan sebanyak ½ lilit ini yang terbentuk dari pipa logam /tembaga yang berada didalam feritte tubing, yang membentuk huruf “ U “ . Tap pada liltan terletak pada tembaga PCB yang tidak dipisah. Untuk liltan sekunder, anda dapat menggunakan kabel serabut NYAF , yang digulung masuk ke dalam rongga pada tubing sebanyak 3-4 lilit. Nah sekarang Tubing siap digunakan. Tubing ini juga dapat digunakan untuk membuat Combiner Linear Amplifier , untuk mendapatkan daya yang besar. Selamat bereksperiment.      

Senin, 14 Desember 2015

MEMBUAT BITX 40 PADA FREKUENSI 7,060 MHz DENGAN OSCILATOR XTAL

                                  MEMBUAT BITX 40 MENGGUNAKAN XTAL OSCILATOR
Sebelumnya akan sedikit saya ceritakan, bagaimana ide ini dituangkan pada rangkaian. Pada awalnya ingin sekali bagaimana BITX ini mudah dibuat dengan minimal membuat gulungan lilitan yang menjadi “Momok” para penggemar BITX. Sebetulnya dari beberapa rangkaian radio SSB Homebrew yang  sudah beredar, saya pikir BITX yang minim gulungan lilitan, ini dikarenakan BPF (Band Pass Filter) digunakan pada dua sisi yaitu TX dan RX . Karena menggunakan konsep Bi-Directional , sehingga cukup satu BPF aja. Masalah ke dua adalah mencari Xtal untuk membuat Ladder Filter . Selama ini mencari xtal dengan frekuensi 10Mhz cukup sulit. Untuk itu perlu mencari yang hampir mendekati frekuensi tersebut, tetapi yang mudah dicari. Maka dipilih Xtal 11,0592 MHz yang sangat populer dan sering digunakan untuk Clock pada IC Microcontroller ATMEL. Xtal ini lebih mudah dicari di toko. Permasalahan berikutnya, bagaimana VFO Bitx yang sering “Ngglender” atau drift agar stabil. Menggunakan FLL untuk mengunci oscilator, memerlukan biaya yang cukup lumayan. Untuk bekerja di band 40m ( 7Mhz) maka kita memerlukan VFO sebesar ; 11,0592MHz – 7 = 4,0592 MHz.
Untuk membuat VFO sebesar 4,0-4,3 Mhz tentunya  tidak terlalu sulit, tetapi permasalahannya adalah kestabilan dari VFO itu sendiri. Akhirnya bagaimana jika VFO nya diganti dengan Xtal oscilator seperti halnya BFO. Xtal sebesar 4Mhz tidak terlalu sulit dicari, dan sering juga digunakan untuk Clock pada IC Microcontroller. Tinggal dimodifikasi sedikit pada rangkaian VFO BITX maka dapat kita hitung frekuensi outputnya : 11,0592 – 4 =7,0592 MHz , bila kita putar trimmer pada xtal BFO maka kita bisa mendengarkan rekan amatir radio pada frekuensi 7,060MHz yang sering digunakan Call channelnya teman-teman Amatir radio Jawa Timur. Cara menseleksi Xtal sudah diulas pada arsip yang lama, diusahakan mencari Xtal yang identik, atau toleransi +  60Hz . Kemudian kita bisa membuat BPF dari trafo IF FM 10,7MHz yang berwarna BIRU merk GOOD PLAN, sering digunakan untuk FM tuner atau radio FM. Selama ini untuk merubah resonansi agar bekerja di 7 MHz maka perlu menggulung ulang lilitan pada trafo IF FM tersebut. Sebetulnya IF FM 10,7MHz tersebut  mampu digeser pada frekuensi 7 MHz . Yaitu dengan cara memparalel dengan capasitor 100pF. Sehingga frekuensi dari 10,7 MHz ke 7MHz ,sebetulnya sudah terdapat capasitor asli pada trafo IF FM 10,7MHz tersebut   ,yaitu sebesar 80-82pF. Maka jika kita paralelkan dengan capasitor 100pF maka akan berjumlah 180-182pF . Dan ini akan merubah resonansi dari trafo IF FM dari 10,7MHz menjadi 7MHz . Akan tetapi dengan cara seperti ini BPF nya memiliki bandwidth yang sempit, dan ini cocok untuk konsep Satu channel. Rangkaian ini sudah diuji coba untuk QSO dengan beberapa rekan amatir di 40m band, dan pada Acara Malang HAM Festival tahun 2014 rangkaian ini saya gunakan untuk Lomba Merakit Elektronika.  Rekan-rekan bisa mencoba konsep BITX mono channel ini , cukup hanya menggulung lilitan Balance modulator dan balance mixer saja,sedang yang lain cukup memakai BPF dengan trafo IF FM biru tanpa merubah apapun dan langsung tancap ke PCB.Rangkaian ini sangat cocok bagi pemula yang mulai belajar membuat Transceiver SSB. Konsep ini bisa dikembangan dengan membuat VXO bagi rekan-rekan yang akan mengembangkan . Yang jelas dengan menggunakan Xtal maka jelas tidak terjadi “drift” lagi atau bergeser karena kelemahan dari VFO. SELAMAT MENCOBA  

Minggu, 06 Desember 2015

MEMBUAT CONVERTER PENERIMA MEMANFAATKAN RADIO CB

Dipenghujung tahun 2015 ini sya mengulas cara Membuat RX Converter memanfaatkan radio CB
Para penggemar Radio CB tentunya sudah sering mendengar orang di Frekuensi antara 26.695-27.405MHz,pada band Middle.tentunya bila radio CB tersebut lengkap MODE nya seperti AM,FM,SSB dan CW malah bisa leluasa kita bisa mendengarkan atau berQSO dengan lawan bicara dengan MODE yang lengkap diatas. Saat propagasi menutup Di 27MHZsering kita tidak mendengarkan apa-apa ,hanya suara desis aja pada radio CB. Terbayang ingin mendengarkan orang QSO di frekuensi lain,tetapi apa daya Radio CB hanya punya satu-satunya yang dipunyai,dirubahke band lain kok Eman…
Nah berikut ini adalah rangkaian Converter untuk radio CB yang mudah dan murah,TANPA HARUS MERUBAH RADIO CB,Rangkaian ini terdiri dari penguat RF dan penala,Mixer dan oscillator local. T1 berfungsi sebagai Band Pass Filter yang meloloskan frekuensi yang dikehendaki, sedang TR1 merupakan penguat RF dan Mixer,menguatkan signal dari BPF dan mencampur dengan sinyal RF dari oscillator. Sehingga system kerjanya sebagai berikut , Katakanlah sinyal yang diterima pada Band 40m pada Frekuensi 7,055Mhz ,kemudian Oscilator local bekerja pada frekuensi 20 Mhz maka ada proses mixing dalam hal ini penjumlahan dari sinyal RF penerima + frekuensi Oscilator local sehingga outputnya sebesar : 7.055 + 20.000 = 27.055 Mhz (Channel 9) sehingga output masuk pada penerima radio CB tepat pada band 11m. Jangan lupa Mode kita sesuaikan dengan mode pada radio CB, untuk band 40m dan 80m pada LSB (Lower Side Band) sedang di band 11Mhz adalah USB (Upper Side Band)
Rangkaian ini sangat Peka dan Selektif ,cocok untuk SWL (Short wave Listener)dan Homebrewer. Termasuk saya dulu saat masih tingkat siaga sering SWL ing dengan rangkaian ini dengan menggunakan radio CB Midland 7001,akhirnya dapat juga balasan QSL Card SWL Lho…dari stasiun Italy dan Australia di 40m.
Teman-teman tentunya yang sudah bikin radio BITX juga kepingin dengar suaranya sendiri,nah rangkaian converter ini cocok sekali untuk mencoba dengar suaranya sendiri. Antena dipasang di input coverter ,sedang output converter ke terminal antenna pada radio CB. Oh ya rangkaian ini dapat dipasang di segala radio CB 27Mhz ,tetapi diusahakan yang MODE nya lengkap ,yang dapat untuk menerima siaran SSB atau yang ada Mode SSB nya.
Rangkaian ini tidak merusak kesensitifitas radio CB,sehingga misalkan kita gunakan radio CB nya ya normal seperti sedia kala. Rangakain ini dapat juga dikembangkan untuk Coverter TX dan RX dengan menambah Mixer lagi untuk TX nya.Hasilnya dari rangkaian ini sangat menakjubkan sanggup bersaing RXnya dengan radio All Band Pabrikan. Setel T1 dan T2 serta trimmer untuk mendapatkan hasil yang optimal,jangan lupa putar juga Clarifier/Fine dan Coarse untuk mendapatkan hasil yang suara jernih.
Penulis pernah mencoba membuat converter ini di band 80m,40m dan band 11mc .hasilnya sangat membantu kita untuk SWL maupun experiment saat mendengarkan radio BITX yang kita buat.Ukuran PCB 4,5cm X 5,5cm
SELAMAT MENCOBA   

Minggu, 07 Desember 2014

MEMBUAT VFO UNTUK BIXEN TRANSCEIVER

                                                                         BIXEN VFO
Ini merupakan posting di penghujung tahun 2014 , selama ini mungkin rekan-rekan mengeluh ,kok BIXEN pake DDS kenapa gak pake VFO (Variable Frequency Oscillator) aja yang sederhana tapi mudah dan cukup stabil (drift nya kecil).Apalagi sekarang  harga BBM semakin melambung tinggi tentunya para Homebrewer juga pandai-pandai mengatur kebutuhan sehari-hari dan hobby.Nah untuk itu penulis mencoba menampilkan VFO BIXEN yang cukup lumayan stabil. Mungkin yang pernah bikin BITX versi 3 masih ingat.Pada VFO nya menggunakan transistor Bipolar ,tentunya juga ada kendala yaitu bergeser ,kurang stabil dan lain-lain. Untuk itu pada VFO ini kami tampilkan menggunakan FET (Field Effect Transistor) ,tetap jenis Clapp,dimana banyak kelebihan FET dibanding transistor bipolar ,salah satunya adalah kestabilan frekuensi. Radio buatan Jepang yang Jadul ,masih menggunakan VFO itu pun menggunakan FET sebagai jantung oscillatornya. Konstruksi dari BIXEN VFO saya ambil dari BITX ver.3b yang menggunakan FET.Konstruksi VFOnya mirip dengan VFO untuk FLL versi IK3OIL . Tetapi ada sedikit perubahan ,yaitu tetap menggunakan VARCO (variable Condensator) agar lebih murah,karena kalau pake diode varactor ,nyari yang nilai capasitansi besar juga sulit, disamping itu  penambahan potensio untuk FINE TUNE  agar tepat pada frekuensi nya seperti pada BITX versi 3 ,karena kadang kalau kita putar varconya kadang terlalu ke atas atau ke bawah dengan bantuan potensio FINE akan lebih mudah Zero Beat pada frekuensi. Pergeseran fasilitas  FINE TUNE
menggunakan diode zener 36V seperti pada BITX ver.3 karena mudah dicari dan dapat menggantikan fungsi diode varactor. Output dari FET menuju ke transistor driver agar lebih kuat signalnya dan tidak membebani kerja dari oscillator yang dapat menimbulkan pergeseran. Ada 2 driver  di sini yaitu untuk output VFO dan untuk counter. Output ada 2 yaitu output oscillator dan output menuju ke frekuensi Counter atau FLL. Dan keistimewaan VFO BIXEN ini dapat stabil meskipun tanpa FLL (Frequency Locked Loop) . Tetapi jika menginginkan yang lebih stabil lagi ,maka dapat dihubungkan dengan FLL atau Frekuensi Counter untuk melihat frekuensi kerjanya. Mudah-mudahan dengan VFO BIXEN ini rekan-rekan dapat berkreasi untuk membuat dengan hasil yang memuaskan. Untuk FET bisa dicoba dengan beberapa jenis FET. Disini penulis menggunakan FET jenis BF245 dan 2SK19 dengan hasil yang memuaskan. Untuk lilitan menggunakan koker 8mm ,dan  agar stabil dapat di shielding dengan logam atau PCB . Lilitan dapat bereksperimen jumlah gulungan sesuai frekuensi yang diinginkan.Agar stabil lagi gunakan capasitor Kertas atau dapat juga menggunakan keramik yang NPO .Hasil tes menggunakan DSO (Digital Storage Oscilloscope) pada gambar diatas menunjukkan sinya output dari VFO BIXEN terlihat Sinus. Dan VFO ini sudah saya gunakan untuk ber-QSO di frekuensi 7MHz (40m band) tanpa DDS sangat stabil dan sangat mudah dibuat maupun dioperasikan  
SELAMAT MENCOBA  

Minggu, 31 Agustus 2014

BIXEN SSB EXITER



BIXEN SSB EXITER
BIXEN SSB EXITER
Ini merupakan penyempurnaan dari beberapa permasalahan yang ada pada BITX,bukan berarti BITX yang lama tidak sempurna,tetapi kami mencoba bagaimana BITX lebih baik dengan beberapa perubahan di beberapa bagian. BIXEN merupakan singkatan dari BITX versi SENDIRI sehingga dapat disingkat BIXEN.Perubahan yang terjadi tidak begitu banyak.Khususnya ini banyak kami ambil dari BITX buatan G6LBQ ,tetapi sayang buatan beliau banyak menggunakan komponen yang sulit dipasaran dan mahal ,contoh IC LM380 kaki 8 sulit dicari,kemudian mixer menggunakan ADE-1 itupun ada tapi harganya mahal. Lalu bagaimana agar murah mudah dibuat dan hasil maksimal,maka dipadukan antara BITX versi VU3WJM dan G6LBQ ,maka lahirlah BIXEN. Eh tunggu dulu ,untuk perubahan mixer tetap menggunakan toroid dalam hal ini ,kita bisa “mbodolin” lampu hemat energy yang sudah rusak untuk diambil toroid nya untuk mixer.Kemudian pada penguat audio,banyak yang mengeluh menggunakan LM386 terlalu kecil,sedang LM380 kaki 8 sulit dicari,maka kami rubah dengan IC power amplifier audio cukup banyak dipasaran ,P.A punya TV yaitu LA4225 bisa juga dengan persamaannya LA4425 yang biasanya sering digunakan untuk RIG Alinco DR-135 dan Yaesu FT-2900. Power audionya cukup besar sekitar 5W!! Cukuplah untuk menggetarkan speaker 4” . dari penguat micnyaa saya ambil dari karya mas Sonik menggunakan 2 buah transistor dengan output Emitor dan audio bisa adjustable atau dapat disetel levelnya. Pada BFO sudah ada penyempurnaan,inipun juga ide dari rekan baik saya pak Suhardi Iskandar (YG3CQG) hanya menggunakan 1 buah Xtal bisa digunakan untuk mode LSB dan USB cukup dengan switch elektronik. Agar tidak berbunyi CIET saat pindah dari TX dan RX maka juga dipasang transistor switch agar tidak bisa mengakibatkan bunyi CIET. Relay dipasang dibagian BPF tujuanya agar tidak menimbulkan Self oscilasi karena ,pada BITX yang lama saat TX kadang timbul self oscilasi karena output BPF yag menuju penguat awal terhubung dengan capasitor ke antenna,sehingga perlu dipisah relay.Karena AGC menggunakan IC LM324 maka dapat diatur level AGC nya disamping itu ada mode AGC yaitu fast dan slow ,mirip dengan radio HF pabrikan.Penguat IF masih dipercayakan pada IC MC1350 yang penguatannya dapat diatur dan AGC nya sangat terasa. Prototipe BIXEN perdana sudah dicoba oleh penulis bekerja di band 80m hingga sekarang   dipakai QSO dengan linear pake pushpull ,final unit IRFP 150 keluar 100-120W sudah cukup untuk QSO kemana-mana.Tidak menutup kemungkinan dikerjakan di band lain ,seperti di 40m,20m ataupun di 11mc. Input VFO anda dapat mengunakan VFO biasa,FLL,PLL atau DDS .Sehingga fleksibel sekali . S.meter dapat dipasang langsung dan disetel sesuai dengan level penerimaan. Bagi rekan-rekan yang sudah sukses membuat BITX tidak ada salahnya untuk mencoba BIXEN ,tentunya dengan performa yang lebih baik . Apabila rekan-rekan membutuhkan PCBnya dapat sms saya di 081555780604 atau email :yc3lvx@yahoo.com.  




Minggu, 03 Agustus 2014

MENGHILANGKAN BUNYI "CIET" PADA BITX

MENGHILANGKAN BUNYI “CIET” PADA BITX
Rangkaian ini merupakan pengembangan yang sudah dilakukan 2 teman saya ,yaitu pak Agus Sudiartono (YD3HVW)dari Babat-Lamongan dan pak Suhardi Iskandar (YG3CQG)dari kota Batu-Malang yang akan kami bagikan resep ini kepada para pembaca
Saat kita merakit radio BITX tentunya setelah kita coba ,Receive nya peka ,lalu saat transmit juga normal,tetapi saat kita melepas PTT (Push To Talk) terdengan bunyi “CIET” di speaker seperti suara tikus yang terjepit he…he..he , sehingga tidak nyaman.
Lalu bagaimana solusinya ,yaitu dengan menambahkan 2 buat transistor NPN yang berfungsi sebagai saklar /switch yang menghubungkan dengan ground atau negative . Pemasangan transistor ini ,yaitu pada bagian input audio amplifier ,dalam hal ini input IC LM386 atau paling mudah ,kaki tengah potensiometer yang menuju ke input IC LM386 ,sisi Colector ke input audio IC LM386 dan emitor ke negative ,lalu basis diberi resistor 5K6 menuju ke tegangan TX pada rangkaian ,sehingga pada saat Basis menerima tegangan ,maka transistor menghubung antara collector dan emitor sehingga  input Audio tadi terhubung ke ground atau negative.Transistor switch  dapat juga di pasang pada Q4 atau bagian pre amp bagian RX sebelum menuju ke IC LM 386 ,yaitu Collector Q4 ke Collector transistor switch dan emitor ke ground ,basis sama ke resistor 5K6 lalu ke tegangan TX
Kemudian penambahan transistor yang ke 2 yaitu pada sisi penguat Microphone (Pre AMP.MIC) ,pemasangannya bisa di liat di gambar ,yaitu   Colector dipasang pada pertemuan resistor 10K dan 220 Ohm ,dan emitor ke ground ,sedang basis di beri resistor 5K6 ke tegangan RX pada rangkaian. Saat basis mendapat tegangan maka Colector akan menghubungkan ke ground ,sehingga capasitor pada Pre Amp mic tidak sempat menunda yang berakibat bunyi “CIET” tadi . Rangkaian tambahan ini bisa dipasang di bawah PCB ,cukup membutuhkan 2 buah resistor 5K6 dan 2 buah transistor. Transistor dapat digunakan BC547,2n2222,2n3904,C1815 ,C828 dan lain sebagainya.Resisor dapat digunakan antara 1K-5K6
SELAMAT BEREKSPERIMEN-YB3LVX


 
Powered by Blogger