Selasa, 13 Desember 2016

BITX VER.3G SSB TRANSCEIVER

                                                BITX VERSI 3G SSB TRANSCEIVER


Pada penghujung tahun 2016 ini sedikit saya uraikan tentang rangkaian transceiver BITX ver.3G Dimana pada rangkaian ini sama seperti pendahulunya yaitu BITX20 yang sudah cukup populer dikalangan homebrewer. Rangkaian hampir mirip dengan BITX 20 hanya sedikit modifikasi pada bagian Pre amp. Mic , switch pada BPF, mute pada saat TX dan RX serta modifikasi pada bagian VFO. Secara keseluruhan rangkaian BITX ver.3G lebih mirip dengan BITX ver.3B karya dari Sunil (VU3WJM) , tetapi ada bagian yang dirubah pada VFO. VFO disini menggunakan FET sebagai jantung oscilatornya, seperti kita ketahui menggunakan FET ternyata lebih stabil dibandingkan dengan transistor bipolar, dan memiliki impedansi yang tinggi. Rangkaian VFO sama persis dengan rangkaian VFO pada BIXEN transceiver yang sudah dibahas sebelumnya. Kesetabilan VFO tergantung bagaimana kita memperlakukan VFO tersebut. Agar stabil maka gunakan capasitor kertas , mika atau keramik jenis NPO . Sebetulnya masalah utama dari “drift” pada VFO adalah capasitor yang memiliki kualitas yang buruk, sehingga saat dinyalakan hingga akhir selalu bergeser. Nah untuk mengatasi pergeseran frekuensi tersebut dapat digunakan FLL (Frequency Looked Loop) yang portnya sudah ada pada PCB , sehingga tinggal dipasang aja. Tetapi jika tidak menggunakan VFO aslinya maka sudah disediakan port untuk input dari DDS (Digital Direct Synthesizer) atau juka PLL (Phase Locked Loop), tentunya harus meng “off” kan dulu VFO nya dengan melepas FET (Q8), transistor (Q9) dan resistor 1K pada emitor Q9. Baru dipasang DDS pada port yang sudah tersedia di PCB. Untuk AGC (Automatic gain Control) menggunakan optional alias tambahan diluar PCB exiter. Untuk rangkaian AGC bisa dilihat pada artikel sebelumnya, yaitu menggunakan AGC dengan ic LM324. Untuk port AGC juga sudah tercantum pada PCB, sehingga tinggal pasang aja. Pada BITX ver.3G ini juga terdapat switch elektronik yang  memisahkan antara TX dan RX pada bagian BPF (Band Pass Filter) , yaitu terdapat diode switch. Tidak seperti BITX 20 (BITX ver.3) yang masih menempel sehingga mudah sekali self oscilasi. Tetapi pada BITX ver.3G sudah dipisah atau diswitch saat TX maupun RX.Sehingga tidah mudah self oscilasi. Penguat mic menggunakan pre amp satu tingkat tapi cukup handal, dan dapat diatur level modulasinya sesuai selera. Terdapat pula port untuk indikator saat TX maupun RX yaitu port untuk LED. Penulis sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa teman amatir radio di band 40m (7MHz) dengan hasil yang memuaskan. Untuk linear amplifier menggunakan singgle ended keluar sekitar 15W maka dapat diterima rekan Batam S-7 hingga S-9. Pada dasarnya BITX ver.3G ini merupakan perbaikan dari BITX sebelumnya. Untuk ukuran PCB memang lebih besar , tetapi cukup mantab dan cocok bagi para homebrewer yang sudah mulai menggunakan kaca mata, karena desain PCB besar dan tidak bersesak-desakan antar komponen, memudahkan dalam perakitan rangkaian. Untuk para homebrewer BITX ver.3G layak untuk dicoba . Untuk PCB sudah bisa dipesan via SMS/Call.081555780604  atau WA di 081232887744
SELAMAT MENCOBA      

Minggu, 25 September 2016

PLL ( PHASE LOCKED LOOP ) untuk HF TRANSCEIVER




Kali ini saya mengulas PLL yang sempat populer sebelum era DDS ataupun PLL DSP.Sebetulnya sudah lama saya posting .Tetapi tidak ada salahnya saya ulas lagi tentang PLL. Banyaknya keluhan rekan-rekan penggemar BITX/BIXEN ,seringnya bergeser(drift) VFO karena banyak sebab ,seperti perubahan suhu pada capasitor dan sebab lain.Untuk itu perlu adanya PLL (Phase Locked Loop) sehingga fekuensi tidak bergeser.Desain PLL ini cukup mudah di buat dan komponen mudah diperoleh.Menggunakan IC TC 5081, TC5082 dan TC 9122 buatan toshiba.Desain ini saya ambil dari Buku paket Bimbingan Amatir Radio yang diulas oleh YB0USJ (Alm.Bpk Sunarto) tetapi untuk IF 10,7Mhz.Disini kita modifikasi untuk IF 10Mhz yang digunakan untuk BITX . IC TC 5082 merupakan pembagi 1024 sehingga xtal 10,240Mhz dibagi 1024 hasinya 10KHz. Output dari IC 5082 dibagi lagi oleh IC 4017 sehingga dihasilkan 1KHz. Selanjutnya masuk ke comparator . Dari comparator membandingkan frekuensi referensi dengan frekuensi pembagi.Apabila frekuensi sama dan phasa berbeda maka comparator akan menghasilkan tegangan DC yang stabil dan mengunci frekuensi.IC TC9122 merupakan IC Devider yang merupakan pembagi yang akan dihubungkan dengan Thumb Wheel Switch.VCO bekerja pada 13-14 MHz. Selisih antara frekuensi pembangkit kristal dan VCO diumpankan ke Devider IC TC9122 selanjutnya baru masuk ke Comparator.Pembangkit VCO menggunkan IC TA 7310 yaitu merupakan IC oscilator yang populer sering digunakan pada radio CB 
Pada BITX menggunakan IF sebesar 10 MHz ,maka bila output PLL sebesar 13-14 MHz maka frekuensi kerja pada band 80m. Contoh misal PLL pada 13.860 Mhz-10.000 = 3.860 Mhz (80m)
pada thumb wheel switch akan menunjukkan 860 pada dial. Untuk band 40m juga perhitungan sama ,hanya pada Xtal referensinya sebesar 16MHz ,karena frekuensi lebih tinggi, kemudian frekuensi output pada PLL sebesar 17-18MHz . Sehingga jika dikurangi frekuensi IF 10MHz sebesar :                  17-10 =7MHz yaitu pada band 40m .Contoh output pada 17.060MHz -10.000MHz maka =7.060MHz Pada thumb wheel switch akan kita set pada  060 pada dial. VCO pada 40m di set antara 17-18MHz cukup mengurangi jumlah lilitan atau memperkecil nilai capasitor pada VCO. Untuk PCB PLL bisa dipesan HP 081555780604
  SELAMAT MENCOBA

Senin, 06 Juni 2016

MEMBUAT AGC BITX DENGAN IC LM324


Di awal Bulan Ramadahan ini kami tampilkan  proyek membuat AGC BITX menggunakan IC Quad Op Amp   LM 324 yang cukup populer dikalangan pecinta hoby elektronika. IC ini merupakan IC Op Amp multi fungsi, baik digunakan untuk audio maupun untuk keperluan laian seperti Robot line follower, Power Supply, Kontrol motor dan sebagainya. Rangkaian ini mirip pada AGC BIXEN atau BITX versi G6LBQ tetapi tidak menggunakan IC MC1350 yang harganya cukup lumayan itu. Jadi outputnya menge drive transistor ,sehingga terjadi hubungan antara Colector dan emitor pada output transistor. Penjelasan rangkaian AGC ini , input diambil pada kaki pinggir potensiometer VOLUME BITX atau output dari detektor sebelum menuju ke rangkaian amplifier audio (LM386). Sinyal audio ini masuk ke input op amp dan terdapat VR pada ke dua input ,yaitu VR1 merupakan pengatur tegangan referensi dalam hal ini diatur VR2 ,lalu ukur tegangan pada kaki(pin) IC nomer 3 dengan AVO meter skala Volt , Putar VR2 hingga menunjukkan 4 Volt . VR1 merupakan pengatur input masukan sinyal audio. Output pada AGC akan masuk pada S-meter dalam hal ini untuk VU Meter ,dan satunya masuk ke transistor.VR3 merupakan penyetel skala pada VU meter, sedangkan VR 4 berfungsi agar VU meter menunjukkan skala NOL saat  tidak ada sinyal. VR 5 berfungsi  mengatur Gain Control pada output AGC. AGC ini juga dilengkapi dengan fasilitas Fast (Cepat) dan Slow (lambat) seperti halnya AGC pada BIXEN. Dan output AGC menuju pada bagian IF 1 (Intermediate Frequency)  yaitu sebelum Xtal Filter atau dipasang pada kaki basis  TR 2 dan Ground  pada rangkaian BITX . Perubahan tegangan terjadi pada basis tegangan TR2. Saat menerima sinyal kuat maka tegangan pada kaki basis TR 2 akan turun ,sehingga terdapat pelemahan sinyal . Pergerakan pada kaki basis TR 2 sangat dinamis sesuai dengan suara yang di terima oleh receiver (RX) . AGC ini merupakan audio derived AGC , akan tetapi sudah sangat nyaman terutama saat kita menerima sinyal kuat dari stasiun lokal. Tegangan boleh diambil saat +RX atau kontinyu 12V. Rangkaian ini sudah dicoba dan hasilnya mengagumkan, BITX tetapi rasa BIXEN. Jika dipasang kontinyu tegangannya maka kita bisa melihat indikator saat Transmit (TX) maka jarum juga akan bergerak mengikuti suara kita pada microphone. Rangkaian AGC ini saya ambil dari AGC BITX ver 3B. 

Prosudur penyetelan AGC BITX :
1.    Lepas antena luar pada BITX transceiver
2.    Putar VR 2 (50K) hingga terukur 4 Volt pada kaki  nomer 3 IC LM324
3.     Putar VR 3 untuk skala penuh pada VU meter
4.    Sekarang putar VR4 (5K) agar VU meter dapat menunjukkan posisi NOL (Zero)
5.    Hubungkan BITX  ke antena luar , cari fekuensi yang terdapat sinyal cukup kuat pada penerima ,dan   putar VR3 (50K) hingga VU meter  menunjuk skala penuh
6.    Putar VR5 (2K) untuk mendapatkan kenyamanan suara saat pada AGC saat menerima sinyal yang kuat 
7.    Putar VR1 (10K) untuk pergerakan VU meter dan AGC , dan amati pergerakan VU meter
8.    Untuk menerima sinyal SSB dapat menggunakan Mode Slow dan CW dengan Mode Fast
Mudah-mudahan AGC ini dapat bermanfaat bagi para BITXER ,yang masih menggunakan AGC yang lama  dapat mencoba AGC BITX yang baru.

SELAMAT BEREKSPERIMEN

Minggu, 29 Mei 2016

MEMBUAT BAND PASS FILTER DAN LOW PASS FILTER 4 BAND UNTUK BITX / BIXEN

Band Pass Filter (BPF) dan Low Pass Filter (LPF) merupakan piranti wajib bagi sebuah Transceiver apapun. Pada ulasan kali ini akan dibahas bagaimana membuat rangkaian BPF dan LPF untuk BIXEN atau BITX. Salah satu fungsi dari BPF adalah merupakan Filter RF yang hanya meloloskan frekuensi yang dikehendaki. BPF memiliki batasan ,karena merupakan Tapis Lolos Pita . suatu contoh BPF pada frekuensi 7 MHz maka hanya meloloskan Frekuensi di sekitar 7 MHz ,sedangkan frekuensi di atas 7 MHz dan dibawah 7MHz akan di redam. Konfigurasi dari BPF berpengaruh terhadap bandwidth dari BPF itu sendiri. Lilitan BPF menggunakan bekas IF FM 10,7MHz yang digulung ulang ,ini agar mudah di dapatkan di toko-toko elektronik dibanding dengan menggunkan koker Slug tune 8mm yang sudah mulai langka, selain itu shielding pada trafo IF 10,7 MHz akan menambah performa dari BPF itu sendiri, bekas Bodolan radio FM dapat diambil trafo IF nya untuk keperluan ini. Tabel BPF dari 4 buah frekuensi BPF dapat dilihat pada gambar. Sengaja di buat 4 band yaitu 80m, 40m, 26m (11Mc) dan 11m (27MHz) karena 4 frekuensi ini sangat populer di Indonesia khususnya bagi para Homebrewer.Desain dari BPF 4 band kami ambil dari Multiband BITX transceiver karya dari G6LBQ dengan sedikit modifikasi pada switch relay. Input pada BPF di kendalikan oleh DDS VFO ,lewat switch band , Pada rangkaian DDS VFO terdapat beberapa pilihan band , yang mana saat kita pilih salah satu  band di atas maka output pada IC 2 DDS VFO (PIC16F628) akan mengeluarkan tegangan 5 Volt (kebetulan DDS VFO yang kami gunakan besutan dari VU2CNS ,seorang amateur India )  ,itu yang akan masuk pada input BPF lewat drive dari transistor driver relay.karena ada tegangan 5 Volt maka transistor aktif dan menggerakkan relay. Relay memberi tegangan 12V ke rangkaian BPF sehingga BPF aktif. Pada bagian switch relay terdapat huruf A-B-C-D itu akan terhubung dengan rangkaian LPF . Kita tahu bahwa LPF berfungsi meredam harmonisa frekuensi yang tidak diinginkan, LPF atau tapis lulus bawah disamping juga meredam harmonisa juga dapat menyesuaikan  impedansi dari transceiver ke antena . rangkaian LPF kami ambil dari desain Mike Kossor (WA2EBY) di majalah QST edisi April 1999.  Inti  kumparan LPF menggunakan Toroid  T-50 . Ada 4 band yang tersedia sesuai dengan  frekuensi pada BPF . Tabel lilitan LPF dan skema bisa dilihat pada gambar. Rangkaian LPF dikendalikan dari switch relay pada BPF , sehingga cukup satu kendali dari DDS saja.Catatan untuk membuat LPF gunakan capasitor yang memiliki Voltase yang besar. Dapat menggunakan capasitor jenis Mika, Keramik atau juga kertas. LPF ini bisa langsung terhubung dengan  Output Linear Amplifier Push Pull Amplifier yang beberapa waktu lalu dibahas di sini
SELAMAT MENCOBA  




Rabu, 27 April 2016

INSTALASI BIXEN SSB TRANSCEIVER

INSTALASI PENGKABELAN PADA BIXEN TRANSCEIVER
berikut ini adalah susunan pemasangan BIXEN transceiver standar dan menggunakan DDS  ,selain exiter yang harus dipasang maka juga VFO BIXENatau DDS VFO dan Linear Amplifier harus terpasang. Sehingga dari 3 bagian ini maka BIXEN SSB Transceiver dapat digunakan on air atau berkomunikasi. Perhatikan juga pemasangan hubungan kabel tiap unit, seperti : exiter, VFO/DDS dan Linear Amplifier . Untuk kabel sistem audio seperti Mic, potensio ,dapat menggunakan kabel Scherm. Untuk kabel RF bisa digunakan kabel teflon kecil atau kabel khusus RF. Untuk kabel tegangan atau lainnya dapat menggunakan kabel serabut. Pasang semua hubungan kabel sesuai gambar, dan pastikan semua bagian sudah di uji coba , misalnya frekuensi VFO sudah sesuai, exiter dan linear amplifier bekerja . Pasang juga bagian lain seperti S-meter/VU meter ,potensiometer,mic condensor, varco ,speaker,switch dan lain-lain untuk instalasi bixen standar dengan VFO.Untuk pemasangan BIXEN dengan DDS dan linier amplifier Push Pull dapat juga anda liat pada gambar.Apabila anda menggunakan DDS oscilator maka dapat disesuaikan frekuensi kerja DDS dan setting IF yang sudah di ulas pada artikel yang lama. 
SELAMAT BEREKSPERIMEN 
DE YB3LVX  

Minggu, 07 Februari 2016

RALAT JALUR PCB PADA BIXEN HF-004A SSB TRANSCEIVER



Pada bagian penguat awal (Pre Amp) Terdapat resistor 4K7 yang salah satu kakinya tidak terhubung apapun ,seharusnya terhubung pada capasitor dengan nilai 100pF (101) disebelahnya dan terhubung juga dengan kaki Colector transistor  Q7. Karena kesalahan cetak PCB maka belum terhubung, untuk itu bisa dicek dan bisa dihubungkan dengan kawat/kaki komponen,ralat seperti pada gambar di dalam lingkaran  dengan jalur merah

Sabtu, 06 Februari 2016

THE NEW BIXEN HF-004A SSB EXITER

Di Tahun 2016 ini kami rilis pcb BIXEN HF-004A yang mana merupakan penyempurnaan dari BIXEN generasi terdahulu. Lalu apa saja perubahaan dari BIXEN yang sekarang. Ada beberapa bagian ,yaitu pada bagian penguat IF (Intermediate Frequency), pada awal-awal BIXEN mungkin merasakan saat diputar trafo IF Biru ,pada saat posisi RX (menerima) kita setel pas,kemudian  di transmisikan atau saat memancar kita putar,ternyata kok berpengaruh setelan tadi . Sehingga hal  ini juga tidak nyaman, sehingga perlu switch agar setelan tidak berubah saat di transmitkan. Untuk itu dipasang 1 buah transistor pada bagian output dari trafo IF itu sendiri. Sehingga tidak mempengaruhi satu dengan yang lain. Bagian ke dua yang dirubah yaitu penguat 1 transistor pada OUTPUT Attenuator sebelum menuju ladder filter atau pada transistor Q8. Ini merupakan penyebab timbulnya self ,atau munculnya carrier pada sinyal SSB. Untuk itu penguatan harus dikurangi agar tidak menimbulkan carrier pada bagian ini,perubahan yaitu pada nilai resistornya dan bisa dilihat pada gambar skema. Selanjutnya pada bagian pre-amp audio sebelum masuk ic LA4225 ,pada kaki Q7 rangkaian yang lama ,emitor langsung menuju ground, tetapi pada versi yang baru ,diberi resistor 82 Ohm yang tujuannya agar penguatan agak berkurang ,sehingga tidak menimbulkan suara “kentut” saat volume maksimal. Trimmer pada bagian IF juga dihilangkan dan diganti capasitor tetap, ini tujuannya agar lebih mudah aligment(penyetelan) dan mendapatkan resonansi yang sesuai dengan frekuensi  Filternya. Sedangkan bagian lain tetap. Secara keseluruhan rangkaian BIXEN HF-004A ini sudah teruji dan lebih low noise dan suara lebih mantab. Penulis sudah menguji dan mengerjakan di band 80m yang terkenal noise nya cukup tinggi,itu pun dengan hasil yang sangat memuaskan ,bahkan kalau saya dapat katakan lebih Hi-Fi dibanding radio pabrikan Jepang. Namun jangan khawatir bagi yang masih menggunakan yang versi lama dapat diubah sendiri (meng-up grade)sesuai skema baru  yang sudah di upload.
SELAMAT MENCOBA    

 
Powered by Blogger