Rabu, 27 April 2016

INSTALASI BIXEN SSB TRANSCEIVER

INSTALASI PENGKABELAN PADA BIXEN TRANSCEIVER
berikut ini adalah susunan pemasangan BIXEN transceiver standar dan menggunakan DDS  ,selain exiter yang harus dipasang maka juga VFO BIXENatau DDS VFO dan Linear Amplifier harus terpasang. Sehingga dari 3 bagian ini maka BIXEN SSB Transceiver dapat digunakan on air atau berkomunikasi. Perhatikan juga pemasangan hubungan kabel tiap unit, seperti : exiter, VFO/DDS dan Linear Amplifier . Untuk kabel sistem audio seperti Mic, potensio ,dapat menggunakan kabel Scherm. Untuk kabel RF bisa digunakan kabel teflon kecil atau kabel khusus RF. Untuk kabel tegangan atau lainnya dapat menggunakan kabel serabut. Pasang semua hubungan kabel sesuai gambar, dan pastikan semua bagian sudah di uji coba , misalnya frekuensi VFO sudah sesuai, exiter dan linear amplifier bekerja . Pasang juga bagian lain seperti S-meter/VU meter ,potensiometer,mic condensor, varco ,speaker,switch dan lain-lain untuk instalasi bixen standar dengan VFO.Untuk pemasangan BIXEN dengan DDS dan linier amplifier Push Pull dapat juga anda liat pada gambar.Apabila anda menggunakan DDS oscilator maka dapat disesuaikan frekuensi kerja DDS dan setting IF yang sudah di ulas pada artikel yang lama. 
SELAMAT BEREKSPERIMEN 
DE YB3LVX  

Minggu, 07 Februari 2016

RALAT JALUR PCB PADA BIXEN HF-004A SSB TRANSCEIVER



Pada bagian penguat awal (Pre Amp) Terdapat resistor 4K7 yang salah satu kakinya tidak terhubung apapun ,seharusnya terhubung pada capasitor dengan nilai 100pF (101) disebelahnya dan terhubung juga dengan kaki Colector transistor  Q7. Karena kesalahan cetak PCB maka belum terhubung, untuk itu bisa dicek dan bisa dihubungkan dengan kawat/kaki komponen,ralat seperti pada gambar di dalam lingkaran  dengan jalur merah

Sabtu, 06 Februari 2016

THE NEW BIXEN HF-004A SSB EXITER

Di Tahun 2016 ini kami rilis pcb BIXEN HF-004A yang mana merupakan penyempurnaan dari BIXEN generasi terdahulu. Lalu apa saja perubahaan dari BIXEN yang sekarang. Ada beberapa bagian ,yaitu pada bagian penguat IF (Intermediate Frequency), pada awal-awal BIXEN mungkin merasakan saat diputar trafo IF Biru ,pada saat posisi RX (menerima) kita setel pas,kemudian  di transmisikan atau saat memancar kita putar,ternyata kok berpengaruh setelan tadi . Sehingga hal  ini juga tidak nyaman, sehingga perlu switch agar setelan tidak berubah saat di transmitkan. Untuk itu dipasang 1 buah transistor pada bagian output dari trafo IF itu sendiri. Sehingga tidak mempengaruhi satu dengan yang lain. Bagian ke dua yang dirubah yaitu penguat 1 transistor pada OUTPUT Attenuator sebelum menuju ladder filter atau pada transistor Q8. Ini merupakan penyebab timbulnya self ,atau munculnya carrier pada sinyal SSB. Untuk itu penguatan harus dikurangi agar tidak menimbulkan carrier pada bagian ini,perubahan yaitu pada nilai resistornya dan bisa dilihat pada gambar skema. Selanjutnya pada bagian pre-amp audio sebelum masuk ic LA4225 ,pada kaki Q7 rangkaian yang lama ,emitor langsung menuju ground, tetapi pada versi yang baru ,diberi resistor 82 Ohm yang tujuannya agar penguatan agak berkurang ,sehingga tidak menimbulkan suara “kentut” saat volume maksimal. Trimmer pada bagian IF juga dihilangkan dan diganti capasitor tetap, ini tujuannya agar lebih mudah aligment(penyetelan) dan mendapatkan resonansi yang sesuai dengan frekuensi  Filternya. Sedangkan bagian lain tetap. Secara keseluruhan rangkaian BIXEN HF-004A ini sudah teruji dan lebih low noise dan suara lebih mantab. Penulis sudah menguji dan mengerjakan di band 80m yang terkenal noise nya cukup tinggi,itu pun dengan hasil yang sangat memuaskan ,bahkan kalau saya dapat katakan lebih Hi-Fi dibanding radio pabrikan Jepang. Namun jangan khawatir bagi yang masih menggunakan yang versi lama dapat diubah sendiri (meng-up grade)sesuai skema baru  yang sudah di upload.
SELAMAT MENCOBA    

Selasa, 26 Januari 2016

ALAT UKUR BANTU UNTUK MERAKIT BITX ATAU BIXEN

Setiap kali kita merakit elektronik tidak terlepas dari alat ukur , entah apa itu AVO meter, frequency counter , analyzer, oscilloscope atau alat bantu pendukung yang lain. Kali ini, di Akhir bulan Januari 2016 saya akan bahas beberapa alat ukur untuk membantu rekan-rekan dalam merakit sebuah Transceiver. Dan alat ini mudah di buat serta tidak terlalu mahal , kita bisa membuat sendiri.Mudah-mudahan alat ini bermanfaat bagi yang baru mengenal tentang radio  transceiver SSB. Alat tersebut antara lain

RF PROBE
Berfungsi untuk mengecek apakah ada sinyal RF dari oscilator ,BFO  maupun dari output exiter. Komponen pun tergolong murah dan mudah dibuat, meskipun tanpa PCB. Hanya berbekal 2 buah diode Germanium 1N60, OA90 atau sejenisnya , yang jelas untuk memperoleh hasil yang baik bisa digunakan diode Germanium, mengapa Germanium , karena memiliki forward bias yang rendah hanya 0,2 Volt , dibandingkan dengan diode Silikon yang memiliki forward bias 0,6 Volt. Sebetulnya bisa menggunakan diode silikon seperti 1N4148, akan tetapi kepekaan dari RF Probe ini tidak se peka yang menggunakan diode germanium.Untuk mencari diode germanium memang agak sulit, tetapi rekan-rekan bisa mencari bekas radio AM/MW  cari diodenya di daerah detektor dekat trafo IF 455KHz. Kita bisa nge “bodol” dari radio AM. Kemudian komponen lain seperti capasitor, potensiometer dan VU meter sebagai indikator penunjuk. Rakit sesuai gambar skema, setelah itu coba hubungkan probe ke output oscilator , Putar potensio nya hingga jarum bisa bergerak sesuai keinginan. Jika jarum bergerak maka terdapat RF pada oscilator atau BFO. Nah dari sini anda bisa menggunakan untuk mendeteksi adanya sinyal RF. Rangkaian RF Probe ini bisa digunakan pada frekuensi rendah hingga UHF tidak terkecuali HF juga .







XTAL TESTER
Berfungsi untuk menyeleksi kristal/Xtal yang akan kita gunakan untuk Ladder Filter pada transceiver BITX/BIXEN . rangkaian juga cukup mudah di buat . Hanya berbekal komponen resistor, capasitor dan 2 buah transistor ,kita sudah dapat alat untuk menguji frekuensi dari Xtal yang akan kita seleksi untuk dijadikan Ladder Filter. Rakit sesuai gambar skema . Rekan-rekan bisa membuat dengan menggunakan PCB matriks/ lubang-lubang atau model Manhattan Stye yang dirakit di atas PCB polos. Output dari rangkaian xtal tester ini bisa dihubungkan langsung dengan frekuensi counter. Amati setiap pengukuran dari Xtal. Catat dan pisahkan sesuai dengan Xtal yang akan di seleksi. Pilih xtal/kristal yang identik filternya untuk membuat ladder filter. Xtal yang nilainya tidak identik bisa digunakan untuk BFO dari rangkaian BITX/BIXEN. Upayakan dalam memilih/mengukur xtal ,dipilih toleransinya sekitar 100Hz. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi blocking antar xtal untuk filter yang berakibat RX dan TX nya tidak sempurna atau RX nya tidak peka. Kesalahan dalam menentukan Ladder filter berakibat hasil dari rakitan BITX itu sendiri . Apabila kita tidak memiliki frekuensi counter ,kita bisa memanfaatkan FLL (Frequency Locked Loop) sebagai frekuensi Counter.

MEMANFAATKAN FLL  SEBAGAI FREKUENSI COUNTER
Tentunya tidak semua orang memiliki frekuensi counter, akan tetapi di jaman microcontroller seperti sekarang kita dengan mudahnya membuat frekuensi counter sendiri. Rekan-rekan bisa melihat skema frekuensi counter di internet. Di sini timbul ide bagaiman kalau kita manfaatkan aja FLL sebagai frekuensi Counter. Ternyata FLL (frequency Locked Loop) tidak hanya bisa mengunci sebuah oscilator agar tidak bergeser , akan tetapi bisa juga digunakan sebagai frekuensi counter. Lalu cara nya bagaimana. Kita rakit FLL dulu setelah jadi maka kita bisa mengeset IF SET di set 0.000.000 maka yang terbaca oleh FLL adalh sinyal RF langsung dari sumber RF nya , apakah dari oscilator atau BFO. Jika kita tekan IF SET = VFO +IF maka yang terbaca adalah frekuensi oscilator + frekuensi IF itu jika kita aplikasikan sebagai FLL.Ingat FLL tidak akan membaca frekuensi jik tidak ada sinyal RF yang masuk pada rangkaian. Frekuensi counter dari FLL ini
mudah dan murah untuk dibuat . Selain dapat mengunci frekuensi ,juga dapat berfungsi sebagai frekuensi counter.Kita juga dapat mengukur berapa frekuensi dari VFO yang kita buat ,dan mengukur frekuensi dari BFO pada BITX/BIXEN. Selain itu rangkaian ini dapat langsung di hubungkan dengan  Xtal Tester untuk memilih Xtal yang akan digunakan sebagai Ladder Filter atau juga Lattice Filter pada rangkaian BITX atau exiter jenis lain.Untuk artikel FLL sudah dibahas pada arsip yang terdahulu, atau anda bisa download artikel FLL beserta file lay out PCB dan HEX File untuk PIC16F628 pada situs www.9h1lo.net . Nah disini ada 3 alat bantu untuk merakit exiter SBB , semoga bermanfaat dan selamat ber-experimen De YB3LVX     






Jumat, 25 Desember 2015

MEMBUAT TOROID TUBING UNTUK BITX & BIXEN LINEAR AMPLIFIER

Membuat Toroid TUBING untuk BITX /BIXEN Linear Amplifier
Pada kali ini akan kami tampilkan proyek liburan akhir tahun yaitu membuat Toroid Tubing untuk HF linear amplifier. Sering kali rekan-rekan Hombrewer /Amatir radio kesulitan membuat tubing untuk HF power amplifiernya .Sebetulnya di beberapa blog rekan homebrewer sudah diulas, seperti punya blog om Jack lanangan dengan Radio Gembok Irengnya sudah dibahas. Akan tetapi kali ini saya akan membahas detail untuk membuat Tubing tersebut. Pada rangkaian linear amplifier yang menggunakan Push-Pull maka tidak akan terlepas dari Tubing ini. Disamping sebagai penyesuai impedansi tetapi juga untuk menginduktasikan output amplifier ini. Pada rangkaian HF transceiver yang buatan pabrik menggunakan Toroid Tubing yang khusus dan ini sangatlah tidak murah untuk kantong para Homebrewer. Lalu bagaimana? .... Pepatah mengatakan “Tiada rotan maka Akar pun jadi” . Tidak ada yang tidak mungkin untuk para homebrewer. Ya ... kita bisa membuat dengan memanfaatkan barang bekas/bodol. Bahan-bahan yang akan kita gunakan yaitu :
1.    Tubing feritte bekas monitor CRT 2 buah
2.    PCB singgle layer (boleh pakai jenis pertinak atau fiberglass)
3.    Tembaga atau Kuningan Foil ,jika sulit bisa pakai bekas antena radio/telescopic
Pada rangkaian linear Amplifier BITX atau BIXEN yang sudah dibahas pada episode lalu ,menggunakan lilitan atau tubing ini ,yaitu pada T4 yaitu sebesar Primer = ½ Lilit dan Sekundernya 3 lilit. Kebanyakan rekan-rekan bingung untuk membuat lilitan ½ lilit lalu di Tap ditengah bagaimana bentuknya. Untuk itu akan dibahas berikut gambar-gambar konstruksi dan cara pembuatannya.
Cara membuat : Potong PCB dengan ukuran 3,5 Cm x 2,5 Cm atau disesuaikan dengan ukuran tubingnya. 2 buah tubing tadi coba di jajarkan /ditempelkan ,lali temelkan PCB tadi ,ukur kira-kira letak lubang yang akan di bor . tandai untuk rencana lubang tadi. Bor lah pada PCB tadi ,sebanyak 2 lubang. Dengan diameter lubang antara 8mm – 10mm . Buat PCB tadi 2 keping. Kemudian Gulung tembaga foil /kuningan foil membentuk pipa sepanjang panjang dari tubing,ingat lebihkan sedikit sekitar 3-4mm untuk mengunci tubing menggunakan solder. Jika anda tidak mau repot membentuk pipa pada tembaga foil , anda dapat menggunakan pipa tembaga bekas AC (Air Conditioner) atau bekas Antena tarik/antena telescopic pada radio. Tinggal potong saja sesuai panjang Tubing . masukkan pipa tembaga yang sudah dibuat tadi ke lubang toroid feritte . Lalu tutup dengan PCB yang sudah dibuat tadi pada masing-masing mulut Tubing. Kunci dengan Solder . Pada sisi tembaga harus diluar. Salah satu tembaga pada PCB harus di pisah dengan Cutter agar terpisah. Ini digunakan untuk Pushpull pada linear amplifier, yaitu kaki Drain pada MOSFET dari linear amplifier. Nah dari sinilah lilitan sebanyak ½ lilit ini yang terbentuk dari pipa logam /tembaga yang berada didalam feritte tubing, yang membentuk huruf “ U “ . Tap pada liltan terletak pada tembaga PCB yang tidak dipisah. Untuk liltan sekunder, anda dapat menggunakan kabel serabut NYAF , yang digulung masuk ke dalam rongga pada tubing sebanyak 3-4 lilit. Nah sekarang Tubing siap digunakan. Tubing ini juga dapat digunakan untuk membuat Combiner Linear Amplifier , untuk mendapatkan daya yang besar. Selamat bereksperiment.      

Senin, 14 Desember 2015

MEMBUAT BITX 40 PADA FREKUENSI 7,060 MHz DENGAN OSCILATOR XTAL

                                  MEMBUAT BITX 40 MENGGUNAKAN XTAL OSCILATOR
Sebelumnya akan sedikit saya ceritakan, bagaimana ide ini dituangkan pada rangkaian. Pada awalnya ingin sekali bagaimana BITX ini mudah dibuat dengan minimal membuat gulungan lilitan yang menjadi “Momok” para penggemar BITX. Sebetulnya dari beberapa rangkaian radio SSB Homebrew yang  sudah beredar, saya pikir BITX yang minim gulungan lilitan, ini dikarenakan BPF (Band Pass Filter) digunakan pada dua sisi yaitu TX dan RX . Karena menggunakan konsep Bi-Directional , sehingga cukup satu BPF aja. Masalah ke dua adalah mencari Xtal untuk membuat Ladder Filter . Selama ini mencari xtal dengan frekuensi 10Mhz cukup sulit. Untuk itu perlu mencari yang hampir mendekati frekuensi tersebut, tetapi yang mudah dicari. Maka dipilih Xtal 11,0592 MHz yang sangat populer dan sering digunakan untuk Clock pada IC Microcontroller ATMEL. Xtal ini lebih mudah dicari di toko. Permasalahan berikutnya, bagaimana VFO Bitx yang sering “Ngglender” atau drift agar stabil. Menggunakan FLL untuk mengunci oscilator, memerlukan biaya yang cukup lumayan. Untuk bekerja di band 40m ( 7Mhz) maka kita memerlukan VFO sebesar ; 11,0592MHz – 7 = 4,0592 MHz.
Untuk membuat VFO sebesar 4,0-4,3 Mhz tentunya  tidak terlalu sulit, tetapi permasalahannya adalah kestabilan dari VFO itu sendiri. Akhirnya bagaimana jika VFO nya diganti dengan Xtal oscilator seperti halnya BFO. Xtal sebesar 4Mhz tidak terlalu sulit dicari, dan sering juga digunakan untuk Clock pada IC Microcontroller. Tinggal dimodifikasi sedikit pada rangkaian VFO BITX maka dapat kita hitung frekuensi outputnya : 11,0592 – 4 =7,0592 MHz , bila kita putar trimmer pada xtal BFO maka kita bisa mendengarkan rekan amatir radio pada frekuensi 7,060MHz yang sering digunakan Call channelnya teman-teman Amatir radio Jawa Timur. Cara menseleksi Xtal sudah diulas pada arsip yang lama, diusahakan mencari Xtal yang identik, atau toleransi +  60Hz . Kemudian kita bisa membuat BPF dari trafo IF FM 10,7MHz yang berwarna BIRU merk GOOD PLAN, sering digunakan untuk FM tuner atau radio FM. Selama ini untuk merubah resonansi agar bekerja di 7 MHz maka perlu menggulung ulang lilitan pada trafo IF FM tersebut. Sebetulnya IF FM 10,7MHz tersebut  mampu digeser pada frekuensi 7 MHz . Yaitu dengan cara memparalel dengan capasitor 100pF. Sehingga frekuensi dari 10,7 MHz ke 7MHz ,sebetulnya sudah terdapat capasitor asli pada trafo IF FM 10,7MHz tersebut   ,yaitu sebesar 80-82pF. Maka jika kita paralelkan dengan capasitor 100pF maka akan berjumlah 180-182pF . Dan ini akan merubah resonansi dari trafo IF FM dari 10,7MHz menjadi 7MHz . Akan tetapi dengan cara seperti ini BPF nya memiliki bandwidth yang sempit, dan ini cocok untuk konsep Satu channel. Rangkaian ini sudah diuji coba untuk QSO dengan beberapa rekan amatir di 40m band, dan pada Acara Malang HAM Festival tahun 2014 rangkaian ini saya gunakan untuk Lomba Merakit Elektronika.  Rekan-rekan bisa mencoba konsep BITX mono channel ini , cukup hanya menggulung lilitan Balance modulator dan balance mixer saja,sedang yang lain cukup memakai BPF dengan trafo IF FM biru tanpa merubah apapun dan langsung tancap ke PCB.Rangkaian ini sangat cocok bagi pemula yang mulai belajar membuat Transceiver SSB. Konsep ini bisa dikembangan dengan membuat VXO bagi rekan-rekan yang akan mengembangkan . Yang jelas dengan menggunakan Xtal maka jelas tidak terjadi “drift” lagi atau bergeser karena kelemahan dari VFO. SELAMAT MENCOBA  

Minggu, 06 Desember 2015

MEMBUAT CONVERTER PENERIMA MEMANFAATKAN RADIO CB

Dipenghujung tahun 2015 ini sya mengulas cara Membuat RX Converter memanfaatkan radio CB
Para penggemar Radio CB tentunya sudah sering mendengar orang di Frekuensi antara 26.695-27.405MHz,pada band Middle.tentunya bila radio CB tersebut lengkap MODE nya seperti AM,FM,SSB dan CW malah bisa leluasa kita bisa mendengarkan atau berQSO dengan lawan bicara dengan MODE yang lengkap diatas. Saat propagasi menutup Di 27MHZsering kita tidak mendengarkan apa-apa ,hanya suara desis aja pada radio CB. Terbayang ingin mendengarkan orang QSO di frekuensi lain,tetapi apa daya Radio CB hanya punya satu-satunya yang dipunyai,dirubahke band lain kok Eman…
Nah berikut ini adalah rangkaian Converter untuk radio CB yang mudah dan murah,TANPA HARUS MERUBAH RADIO CB,Rangkaian ini terdiri dari penguat RF dan penala,Mixer dan oscillator local. T1 berfungsi sebagai Band Pass Filter yang meloloskan frekuensi yang dikehendaki, sedang TR1 merupakan penguat RF dan Mixer,menguatkan signal dari BPF dan mencampur dengan sinyal RF dari oscillator. Sehingga system kerjanya sebagai berikut , Katakanlah sinyal yang diterima pada Band 40m pada Frekuensi 7,055Mhz ,kemudian Oscilator local bekerja pada frekuensi 20 Mhz maka ada proses mixing dalam hal ini penjumlahan dari sinyal RF penerima + frekuensi Oscilator local sehingga outputnya sebesar : 7.055 + 20.000 = 27.055 Mhz (Channel 9) sehingga output masuk pada penerima radio CB tepat pada band 11m. Jangan lupa Mode kita sesuaikan dengan mode pada radio CB, untuk band 40m dan 80m pada LSB (Lower Side Band) sedang di band 11Mhz adalah USB (Upper Side Band)
Rangkaian ini sangat Peka dan Selektif ,cocok untuk SWL (Short wave Listener)dan Homebrewer. Termasuk saya dulu saat masih tingkat siaga sering SWL ing dengan rangkaian ini dengan menggunakan radio CB Midland 7001,akhirnya dapat juga balasan QSL Card SWL Lho…dari stasiun Italy dan Australia di 40m.
Teman-teman tentunya yang sudah bikin radio BITX juga kepingin dengar suaranya sendiri,nah rangkaian converter ini cocok sekali untuk mencoba dengar suaranya sendiri. Antena dipasang di input coverter ,sedang output converter ke terminal antenna pada radio CB. Oh ya rangkaian ini dapat dipasang di segala radio CB 27Mhz ,tetapi diusahakan yang MODE nya lengkap ,yang dapat untuk menerima siaran SSB atau yang ada Mode SSB nya.
Rangkaian ini tidak merusak kesensitifitas radio CB,sehingga misalkan kita gunakan radio CB nya ya normal seperti sedia kala. Rangakain ini dapat juga dikembangkan untuk Coverter TX dan RX dengan menambah Mixer lagi untuk TX nya.Hasilnya dari rangkaian ini sangat menakjubkan sanggup bersaing RXnya dengan radio All Band Pabrikan. Setel T1 dan T2 serta trimmer untuk mendapatkan hasil yang optimal,jangan lupa putar juga Clarifier/Fine dan Coarse untuk mendapatkan hasil yang suara jernih.
Penulis pernah mencoba membuat converter ini di band 80m,40m dan band 11mc .hasilnya sangat membantu kita untuk SWL maupun experiment saat mendengarkan radio BITX yang kita buat.Ukuran PCB 4,5cm X 5,5cm
SELAMAT MENCOBA   

 
Powered by Blogger