Minggu, 28 Januari 2018

MEMBUAT LILITAN TRIFILAR UNTUK DOUBLE BALANCE MIXER (DBM) DAN UNTUK SINGLE BALANCE MIXER (SBM) SERTA LILITAN BIFILAR PADA RADIO BITX20, BITX3G, BITX3H DAN BIXEN


Beberapa tahun yang lalu pernah saya ulas pembuatan lilitan Trifilar dan bifilar untuk radio BITX. Tetapi masih ada para pemula yang kesulitan untuk menggulung lilitan ini, nah pada kali ini akan saya bahas cara dari awal untuk membuat lilitan tersebut.
Bahan yang perlu dipersiapkan yaitu :
1.    Kawat email tembaga 0,3 – 0,4 mm secukupnya , minimal 2 meter panjangnya
2.    Toroid ferit LHE (Lampu Hemat Energy) , diameter 1 Cm sebanyak 4 buah
Alat yang di siapkan
1.    Pisau Cutter / silet untuk menghilangkan lapisan email pada kawat
2.    Multimeter /AVO meter, untuk mengukur konektivitas lilitan
3.    Tang potong untuk memotong kawat
PROSES PEMBUATAN
A.    Lilitan TRIFILAR ( T1 dan T1A serta T2 ) untuk DBM dan SBM
Potong Kawat email 0,3 – 0,4mm sepanjang 20 Cm sebanyak 3 helai kawat, dalam hal ini saya menggunakan kawat email 0,4mm., 3 helai kawat tersebut disatukan dengan jalan di pilin (diplintir) merata dan tidak terlalu rapat . Masukkan atau gulung pada Toroid ferit LHE sejumlah 6 – 8 lilit , saya menggunakan 6 lilitan saja. Digulung merata mengelilingi toroid LHE tadi ,seperti pada gambar. Pada ujung terdapat 6 buah kaki kawat email , potong rata lalu kupas lapisan emailnya dengan pisau Cutter atau silet  sehingga terlihat warna tembaganya. Lalu ukur dengan AVO pada skala ohm cari sambungan kawat yang terhubung tadi dan tandai dengan A dan A’ , B dan B’ lalu C dan C’ pada masing masing helai kawat. Karena lilitan T1 ,T1A dan T2 adalah lilitan TRIFILAR maka ada sisi PRIMER dan SEKUNDER. Untuk lilitan primer memiliki 3 kaki, dan sekunder 2 kaki. Sehingga hubungan lilitan tadi dapat di hubungkan ,yaitu sambungan A’ dan B digabung jadi satu menjadi kaki pada bagian tengah lilitan, sedang ujungnya yaitu kaki A dan B’ , sehingga A – A’B – B’ pada sisi lilitan Primer. Untuk Lilitan sekundernya terdiri 2 kaki maka ujung kawat C dan C’ yang jadi lilitan Sekunder, detail bias dilihat pada gambar. Jumlah Gulungan T1, T1A dan T2 sama persis , jika anda menggulung 6 liltan maka semua lilitan adalah sama, begitu pula jika menggulung 8 lilitan maka semua lilitan juga 8 lilit.  Lilitan T1 dan T1A adalah untuk Double balance Mixer (DBM) sedangkan T2 digunakan untuk Single Balance Mixer (SBM) pada bagian BFO.











B.    Lilitan BIFILAR (T3)
Lilitan ini terdapat pada exiter BITX/BIXEN pada penguat pertama setelah BPF pada bagian Pemancar (TX) . Untuk membuat lilitan ini lebih mudah dibanding dengan lilitan Trifilar, karena cukup menggunakan 2 helai kawat email saja. Lilitan trifilar tidak memiliki sisi Sekunder , hanya Primer saja.  Cara membuatnya sama seperti lilitan trifilar. Siapkan 2 helai kawat masing – masing  sepanjang 20 Cm. Dipilin rata ke dua kawat email tembaga tersebut. Gulung sejumlah 6 -8 lilit pada toroid cincin bekas lampu LHE secara merata. Ujung lilitan terdapat 4 kawat, Kupas lalpisan email dengan cutter dan ukur hubungan kawat tadi dengan AVO meter serta tandai dengan huruf A dan A’ menyambung, B dan B’ menyambung saat diukur dengan Ohm meter. Satukan kaki A’ dengan B lalu pilin keduanya sehingga tersambung . Sehingga sekarang ada 3 kaki/kawat yaitu A – A’B –B’. nah sekarang tinggal disolder pada PCB BITX atau BIXEN 




CATATAN : Jika menggunakan toroid FT37-43 maka gunakan 8 lilit untuk lilitan TRIFILAR maupun BIFILAR
SELAMAT MENCOBA


Selasa, 09 Januari 2018

MERAKIT LINEAR AMPLIFIER SINGLE ENDED UNTUK BITX DAN BIXEN


                                                           Lilitan BIFILAR T1
                                           


                                                      Gambar 4 Lilitan trifilar T2

                                        Gambar 5 Koneksi lilitan trifilar T2                                           







Beberapa tahun yang lalu saat bitx mulai popular , pernah saya posting linear amplifier dengan 3 tingkat. Dengan berbagai jenis model yang terdapat di Internet, maka jatuh pilihan pada desain BINGO besutan Amatir radio Perancis. Simpel dan hasilnya  bagus. Pada linear amplifier lama menggunakan 3 tingkat, akan tetapi kelemahannya mudah sekali self oscilasi karena gain terlalu besar. Nah kali ini linear amplifiernya cukup 2 tingkat yang mudah di buat dan hasilnya cukup lumayan besar, sekitar 10-20W. Desain ini tipe RF-004 linear amplifier , dapat digunakan di 3 band yaitu 80m, 40m dan 26m , untuk band lain perlu dicoba-coba dengan merubah lilitan/inductor dan capasitornya untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Meskipun kelihatannya sederhana dan mudah, masih aja rekan-rkan mengalami kesulitan untuk merakit, nah pada kesempatan ini akan saya bahas, untuk membuat HF linier amplifier untuk BITX dan BIXEN , tidak menutup untuk desain exiter SSB lainnya. Tahap awal pasang dahulu resistor pada rangkaian. Untuk kali ini saya bahas hanya menggunkan 1 final unit MOSFET saja meskipun tersedia lubang untuk parallel, tetapi 1 buah MOSFET saja mampu untuk mengeluarkan daya hingga maksimal 18-20W dan tergantung pada keaslian MOSFET. Baik diawali pemasangan resistor, kecuali resistor pada final unit dekat Q2 tidak usah dipasang. Jumper dekat Q3 juga harus terpasang. Setelah resistor terpasang , berikut jumper maka dilanjutkan dengan memasang capasitor atau condensatornya. Pilih capasitor keramik, jangan gunakan capasitor Mylar , lebih baik pakai capasitor multilayer atau jenis MKM disbanding jenis Mylar. Untuk ELCO atau electrolit capasitor tetap dan sesuaikan nilai seperti pada skema/PCB. Untuk capasitor bagian Final unit atau penguat akhir pada output dan Band Pass Filter (BPF) yaitu C1, C2 dan C3 serta capasitor 100nF output dari lilitan T2 gunakan capasitor keramik atau capasitor Mika atau jenis lain yang memiliki tegangan maksimalnya tinggi . Ini bertujuan agar tidak mengalami kerusakan karena panas, ingat walaupun capasitor keramik tetap memiliki tegangan kerja maksimal, diusahakan tegangan maksimal capasitor yang terpasang pada BPF minimal sebesar 500V. Dan sesuaikan nilainya seperti pada table di skema rangkaian. Selanjutnya Pasang VR atau trimpot 10K tepatkan posisi tengah, relay, diode 1N4148, IC regulator untuk bias MOSFET ,tipe 7805. Transistor Driver  boleh dipasang juga . Sekedar saran untuk transistor Driver anda dapat menggunakan jenis BD139 yang kualitas bagus dan mampu untuk RF. Bisa juga diganti 2SC1383, ataupun 2N2219A. Pasang juga soket White housing yang 2 pin ataupun 4 pin  untuk supply pada BITX/BIXEN. Untuk transistor Q2 gunakan MOSFET yang memiliki capasitor internal atau Coss dan Ciss rendah dan kualitas yang bagus atau asli. Ini bertujuan agar hasilnya bagus dan maksimal. Anda bias menggunakan MOSFET jenis IRFZ24 atau jenis lain seperti IRF530,520 dan 510 bisa digunakan. Kali ini saya menggunakan IRF530. Jangan lupa memasang pendingin atau Heat Sink yang memadai , mengingat cukup panas saat bekerja. Nah tibalah untuk membuat inductor atau lilitan pada linier RF-004.Semua lilitan menggunakan toroid . Yang saya gunakan , menggunakan toroid bekas lampu hemat energy (LHE). Ada beberapa teknik gulungan yang digunakan, yaitu inductor dengan kawat tunggal untuk RFC (Radio frequency Choke)  pada L1 dan L2. Ambil kawat/kabel tunggal sepanjang 20Cm dan gulung pada toroid LHE sebanyak 8 lilitan digulung merata searah jarum jam ,detail gambar bias dilihat pada gambar 1. Untuk lilitan T1 digulung secara bifilar pada toroid LHE, yaitu 2 kawat yang digulung bersamaan. Untuk lebih jelas anda dapat melihat gambar2 dan gambar 3. Gulung sekitar 3-4 lilit bifilar ,  gunakan kawat email 0,4-0,5mm dengan panjang sekitar 8 Cm ,lalu ke 2 kawat tersebut digulung pada pada toroid LHE. Sedangkan untuk T2 digulung secara trifilar, untuk detail gambar dapat lihat pada gambar 4 dan gambar 5. T2 gunakan toroid yang lebih besar , misalnya T-50-43 atau toroid berdiameter sekitar 2Cm.ini sering kali para homebrewer saat merakit lilitan trifilar sering salah pasang, yang berakibat daya yang dihasilkan kecil atau kurang maksimal, anda dapat melihat pada Gambar 4 dan gambar 5 untuk detail cara menggulung lilitan T2. Terdapat ujung lilitan yang dibiarkan tanpa terhubung dengan apapun (non connect) hanya sambungan ujung lilitan aja, sedang dililitan lain digunakan untuk : Tegangan, output Drain MOSFET da nada yang menuju BPF. Untuk Lilitan BPF yaitu L3 dan L4 digulung pada koker 8mm seperti tercantum pada tabel dan sesuai band yang diinginkan, detail gambar bisa dilihat pada gambar 6 . Dapat pula diganti tanpa menggunakan koker 8mm , tetapi dengan lilitan toroid untuk lilitan BPF. Jika dengan menggunakan koker inti ferit maka inductor dapat diatur dengan memutar inti ferit, sehingga daya dapat optimal.Jika menggunakan toroid untuk BPF maka gunakan toroid warna merah T-50-2 dan gulungan dapat disesuaikan sesuai frekuensi kerja yang diinginkan. Untuk lilitan BPF dengan koker inti ferit 8mm dapat dilihat pada gambar 6. Setelah semua terpasang , maka tibalah waktunya untuk mencoba rakitan linier Amlpifier. Hubungkan input linear amplifier ke exiter BITX / BIXEN dan soket untuk switch tegangan saat TX dan RX pada exiter, output daya pada Linear Amplifier gunakan kabel impedansi 50 Ohm ke Conector PL-259 . Jangan lupa memasang SWR/Power meter dan Dummy Load 50 Ohm. Jangan dihubungkan ke Antena dulu sebelum melihat daya dan kualitas suara dari rangkaian. Hubungkan rangkaian pada Power Supply 5 A dengan tegangan 13,8 Volt DC. Set bias pada Gate MOSFET Q2  dengan memutar trimpot VR1 dimulai dari 1V hingga 2,5 V atau dapat juga memasang mili Ampere meter dari tegangan ke Drain Q2 , putar trimpot saat idle current sebesar 60mA. Tekan   PTT untuk transmit, amati pergerakan meter pada SWR. Putar ferit pada BPF hingga daya maksimal. Jika anda memiliki monitor radio HF All band , dapat diamati suara yang bagus dan lantang. Umumnya jika bias pada MOSFET terlalu kecil maka suara juga kasar, atau orang – orang menamakan dengan kata “Nyekrak”, putar biaS VR1 perlahan , hingga didapat suara yang readable dan halus. Jika di set secara maksimal maka, keluar daya sebesar 15-20 Watt. Setelah dicoba normal maka hubungkan ke antenna dan anda dapat meminta report rekan  lawan bicara anda. Lagi-lagi tergantung kualitas komponennya. Detail gambar HF linear amplifier dapat dilihat pada Gambar 7.
SELAMAT MENCOBA

Sabtu, 16 Desember 2017

MEMBUAT BITX 3H SSB TRANSCEIVER










Dipenghujung tahun 2017 ini akan saya ulas tentang BITX versi 3H sebagai pengganti BITX versi 3G yang saya tampilkan beberapa waktu yang lalu. Bitx 3H merupakan pengembangan dari BITX 3G dimana ada beberapa sisi yang dihilangkan karena adanya kelemahan dibagian tersebut. Pada desain BITX 3H tidak ada perubahan yang cukup mencolok dibanding dengan BITX 3G, akan tetapi terdapat perubahan dari beberapa bagian, contoh jika BITX 3G pada bagian AGC adalah optional dan PCB terpisah dari unit utama , maka pada BITX 3H dijadikan satu atau on board yang mirip dengan BIXEN. Bagian AGC persis sama dengan yang dipakai pada BITX 3G berikut terdapat S-meternya juga sama, tetap menggunakan IC LM324 yang mudah dicari.Hanya penempatan AGC terdapat pada PCB utama. Fasilitas penyetelan fast dan slow juga mirip dengan BIXEN ,tinggal di switch saja sesuai selera. Bagian AGC menempati lokasi VFO (Variable Frequency Oscillator) . Bagian VFO di buat di luar PCB utama, tidak seperti pada BITX 3G, ini dikarenakan ada beberapa kelemahan, diantaranya kesetabilan oscillator yang kurang stabil ini dikarenakan sulit memasang shelding , pengaruh tegangan saat pergantian antara TX dan RX, kemudian saat transmit terjadi suara gemetar seperti orang yang menggigil kedinginan ,ini dikarenakan ada penurunan tegangan saat pemodulasian terjadi. Dan banyak permasalahan lain seperti ,Banyak rekan homebrewer mengganti VFO  dengan DDS (Direct Digital Synthesizer) ,PLL ataupun dengan VFO + FLL. Sehingga diputuskan untuk memisah antara unit utama (main board) dengan VFO. Rangkaian ini setelah dicoba ternyata sangat memuaskan. Pada percobaan perdana BITX 3H saya kerjakan di band 80m dengan daya QRP (kurang dari10W) ,ini dengan alasan mencoba dengan frekuensi yang memiliki propagasi yang tidak sebagus band 40m. Rangkaian saya coba dengan xtal 11,059 MHz dan VFO saya gunakan persis seperti punya BIXEN yang sudah saya ulas beberapa waktu lalu, dan frekuensi kerja pada frekuensi 7,200 – 7,300 MHz untuk mendapatkan frekuensi band 80m. Tidak lupa memasang shielding atau sekat logam/konduktor dalam hal ini saya gunakan PCB biasa. Setelah saya tes dengan daya hanya 7 watt saja sudah mampu ber QSO dengan rekan-rekan luar kota seperti ke Banyuwangi, Kediri, Nganjuk, Bali serta dapat mengikuti Jawa Timur net di 3,860 MHz serta mengikuti Nusantara Net 80m di 3,830 MHz dengan signal 5-9 diterima di Sulawesi Selatan. Untuk kualitas suara audio Transmitter nya cukup enak ,karena mengadopsi rangkaian penguat pre amp mic Radio Tengkorak, nada Low dan Mid nya seimbang . Secara keseluruhan performanya baik dan cukup memuaskan hasilnya. Pengaturan AGC  maupun S-meternya pun juga mudah   di stel. Tentunya jika dikerjakan di 80m aja sudah bagus apalagi jika dikerjakan di band 40m atau band lain maka juga akan lebih bagus lagi. Yang perlu diperhatikan dalam merakit ,khususnya oscillator yaitu pemilihan capasitor , gunakan capasitor kertas, mika ataupun NPO untuk kestabilan oscillator itu sendiri. BITX 3H merupakan evaluasi dari BITX 3G , sehingga dengan beberapa perubahan akan menambah performa dari BITX 3H. Secara keseluruhan rangkaian BITX 3H mirip sekali dengan BIXEN , tetapi BITX 3H tidak menggunakan IC MC1350 yang dikenal cukup sulit dan cukup mahal harganya. Dengan BITX 3H akan memudahkan dalam merakit dan biaya yang murah.
SELAMAT BEREKSPERIMEN DAN SELAMAT MENCOBA
PEMESANAN PCB DAPAT MENGHUBUNGI NOMOR WA (WHATSAPP) DI 081232887744

Selasa, 13 Desember 2016

BITX VER.3G SSB TRANSCEIVER

                                                BITX VERSI 3G SSB TRANSCEIVER


Pada penghujung tahun 2016 ini sedikit saya uraikan tentang rangkaian transceiver BITX ver.3G Dimana pada rangkaian ini sama seperti pendahulunya yaitu BITX20 yang sudah cukup populer dikalangan homebrewer. Rangkaian hampir mirip dengan BITX 20 hanya sedikit modifikasi pada bagian Pre amp. Mic , switch pada BPF, mute pada saat TX dan RX serta modifikasi pada bagian VFO. Secara keseluruhan rangkaian BITX ver.3G lebih mirip dengan BITX ver.3B karya dari Sunil (VU3WJM) , tetapi ada bagian yang dirubah pada VFO. VFO disini menggunakan FET sebagai jantung oscilatornya, seperti kita ketahui menggunakan FET ternyata lebih stabil dibandingkan dengan transistor bipolar, dan memiliki impedansi yang tinggi. Rangkaian VFO sama persis dengan rangkaian VFO pada BIXEN transceiver yang sudah dibahas sebelumnya. Kesetabilan VFO tergantung bagaimana kita memperlakukan VFO tersebut. Agar stabil maka gunakan capasitor kertas , mika atau keramik jenis NPO . Sebetulnya masalah utama dari “drift” pada VFO adalah capasitor yang memiliki kualitas yang buruk, sehingga saat dinyalakan hingga akhir selalu bergeser. Nah untuk mengatasi pergeseran frekuensi tersebut dapat digunakan FLL (Frequency Looked Loop) yang portnya sudah ada pada PCB , sehingga tinggal dipasang aja. Tetapi jika tidak menggunakan VFO aslinya maka sudah disediakan port untuk input dari DDS (Digital Direct Synthesizer) atau juka PLL (Phase Locked Loop), tentunya harus meng “off” kan dulu VFO nya dengan melepas FET (Q8), transistor (Q9) dan resistor 1K pada emitor Q9. Baru dipasang DDS pada port yang sudah tersedia di PCB. Untuk AGC (Automatic gain Control) menggunakan optional alias tambahan diluar PCB exiter. Untuk rangkaian AGC bisa dilihat pada artikel sebelumnya, yaitu menggunakan AGC dengan ic LM324. Untuk port AGC juga sudah tercantum pada PCB, sehingga tinggal pasang aja. Pada BITX ver.3G ini juga terdapat switch elektronik yang  memisahkan antara TX dan RX pada bagian BPF (Band Pass Filter) , yaitu terdapat diode switch. Tidak seperti BITX 20 (BITX ver.3) yang masih menempel sehingga mudah sekali self oscilasi. Tetapi pada BITX ver.3G sudah dipisah atau diswitch saat TX maupun RX.Sehingga tidah mudah self oscilasi. Penguat mic menggunakan pre amp satu tingkat tapi cukup handal, dan dapat diatur level modulasinya sesuai selera. Terdapat pula port untuk indikator saat TX maupun RX yaitu port untuk LED. Penulis sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa teman amatir radio di band 40m (7MHz) dengan hasil yang memuaskan. Untuk linear amplifier menggunakan singgle ended keluar sekitar 15W maka dapat diterima rekan Batam S-7 hingga S-9. Pada dasarnya BITX ver.3G ini merupakan perbaikan dari BITX sebelumnya. Untuk ukuran PCB memang lebih besar , tetapi cukup mantab dan cocok bagi para homebrewer yang sudah mulai menggunakan kaca mata, karena desain PCB besar dan tidak bersesak-desakan antar komponen, memudahkan dalam perakitan rangkaian. Untuk para homebrewer BITX ver.3G layak untuk dicoba . Untuk PCB sudah bisa dipesan via SMS/Call.081555780604  atau WA di 081232887744
SELAMAT MENCOBA      

Minggu, 25 September 2016

PLL ( PHASE LOCKED LOOP ) untuk HF TRANSCEIVER




Kali ini saya mengulas PLL yang sempat populer sebelum era DDS ataupun PLL DSP.Sebetulnya sudah lama saya posting .Tetapi tidak ada salahnya saya ulas lagi tentang PLL. Banyaknya keluhan rekan-rekan penggemar BITX/BIXEN ,seringnya bergeser(drift) VFO karena banyak sebab ,seperti perubahan suhu pada capasitor dan sebab lain.Untuk itu perlu adanya PLL (Phase Locked Loop) sehingga fekuensi tidak bergeser.Desain PLL ini cukup mudah di buat dan komponen mudah diperoleh.Menggunakan IC TC 5081, TC5082 dan TC 9122 buatan toshiba.Desain ini saya ambil dari Buku paket Bimbingan Amatir Radio yang diulas oleh YB0USJ (Alm.Bpk Sunarto) tetapi untuk IF 10,7Mhz.Disini kita modifikasi untuk IF 10Mhz yang digunakan untuk BITX . IC TC 5082 merupakan pembagi 1024 sehingga xtal 10,240Mhz dibagi 1024 hasinya 10KHz. Output dari IC 5082 dibagi lagi oleh IC 4017 sehingga dihasilkan 1KHz. Selanjutnya masuk ke comparator . Dari comparator membandingkan frekuensi referensi dengan frekuensi pembagi.Apabila frekuensi sama dan phasa berbeda maka comparator akan menghasilkan tegangan DC yang stabil dan mengunci frekuensi.IC TC9122 merupakan IC Devider yang merupakan pembagi yang akan dihubungkan dengan Thumb Wheel Switch.VCO bekerja pada 13-14 MHz. Selisih antara frekuensi pembangkit kristal dan VCO diumpankan ke Devider IC TC9122 selanjutnya baru masuk ke Comparator.Pembangkit VCO menggunkan IC TA 7310 yaitu merupakan IC oscilator yang populer sering digunakan pada radio CB 
Pada BITX menggunakan IF sebesar 10 MHz ,maka bila output PLL sebesar 13-14 MHz maka frekuensi kerja pada band 80m. Contoh misal PLL pada 13.860 Mhz-10.000 = 3.860 Mhz (80m)
pada thumb wheel switch akan menunjukkan 860 pada dial. Untuk band 40m juga perhitungan sama ,hanya pada Xtal referensinya sebesar 16MHz ,karena frekuensi lebih tinggi, kemudian frekuensi output pada PLL sebesar 17-18MHz . Sehingga jika dikurangi frekuensi IF 10MHz sebesar :                  17-10 =7MHz yaitu pada band 40m .Contoh output pada 17.060MHz -10.000MHz maka =7.060MHz Pada thumb wheel switch akan kita set pada  060 pada dial. VCO pada 40m di set antara 17-18MHz cukup mengurangi jumlah lilitan atau memperkecil nilai capasitor pada VCO. Untuk PCB PLL bisa dipesan HP 081555780604
  SELAMAT MENCOBA

Senin, 06 Juni 2016

MEMBUAT AGC BITX DENGAN IC LM324


Di awal Bulan Ramadahan ini kami tampilkan  proyek membuat AGC BITX menggunakan IC Quad Op Amp   LM 324 yang cukup populer dikalangan pecinta hoby elektronika. IC ini merupakan IC Op Amp multi fungsi, baik digunakan untuk audio maupun untuk keperluan laian seperti Robot line follower, Power Supply, Kontrol motor dan sebagainya. Rangkaian ini mirip pada AGC BIXEN atau BITX versi G6LBQ tetapi tidak menggunakan IC MC1350 yang harganya cukup lumayan itu. Jadi outputnya menge drive transistor ,sehingga terjadi hubungan antara Colector dan emitor pada output transistor. Penjelasan rangkaian AGC ini , input diambil pada kaki pinggir potensiometer VOLUME BITX atau output dari detektor sebelum menuju ke rangkaian amplifier audio (LM386). Sinyal audio ini masuk ke input op amp dan terdapat VR pada ke dua input ,yaitu VR1 merupakan pengatur tegangan referensi dalam hal ini diatur VR2 ,lalu ukur tegangan pada kaki(pin) IC nomer 3 dengan AVO meter skala Volt , Putar VR2 hingga menunjukkan 4 Volt . VR1 merupakan pengatur input masukan sinyal audio. Output pada AGC akan masuk pada S-meter dalam hal ini untuk VU Meter ,dan satunya masuk ke transistor.VR3 merupakan penyetel skala pada VU meter, sedangkan VR 4 berfungsi agar VU meter menunjukkan skala NOL saat  tidak ada sinyal. VR 5 berfungsi  mengatur Gain Control pada output AGC. AGC ini juga dilengkapi dengan fasilitas Fast (Cepat) dan Slow (lambat) seperti halnya AGC pada BIXEN. Dan output AGC menuju pada bagian IF 1 (Intermediate Frequency)  yaitu sebelum Xtal Filter atau dipasang pada kaki basis  TR 2 dan Ground  pada rangkaian BITX . Perubahan tegangan terjadi pada basis tegangan TR2. Saat menerima sinyal kuat maka tegangan pada kaki basis TR 2 akan turun ,sehingga terdapat pelemahan sinyal . Pergerakan pada kaki basis TR 2 sangat dinamis sesuai dengan suara yang di terima oleh receiver (RX) . AGC ini merupakan audio derived AGC , akan tetapi sudah sangat nyaman terutama saat kita menerima sinyal kuat dari stasiun lokal. Tegangan boleh diambil saat +RX atau kontinyu 12V. Rangkaian ini sudah dicoba dan hasilnya mengagumkan, BITX tetapi rasa BIXEN. Jika dipasang kontinyu tegangannya maka kita bisa melihat indikator saat Transmit (TX) maka jarum juga akan bergerak mengikuti suara kita pada microphone. Rangkaian AGC ini saya ambil dari AGC BITX ver 3B. 

Prosudur penyetelan AGC BITX :
1.    Lepas antena luar pada BITX transceiver
2.    Putar VR 2 (50K) hingga terukur 4 Volt pada kaki  nomer 3 IC LM324
3.     Putar VR 3 untuk skala penuh pada VU meter
4.    Sekarang putar VR4 (5K) agar VU meter dapat menunjukkan posisi NOL (Zero)
5.    Hubungkan BITX  ke antena luar , cari fekuensi yang terdapat sinyal cukup kuat pada penerima ,dan   putar VR3 (50K) hingga VU meter  menunjuk skala penuh
6.    Putar VR5 (2K) untuk mendapatkan kenyamanan suara saat pada AGC saat menerima sinyal yang kuat 
7.    Putar VR1 (10K) untuk pergerakan VU meter dan AGC , dan amati pergerakan VU meter
8.    Untuk menerima sinyal SSB dapat menggunakan Mode Slow dan CW dengan Mode Fast
Mudah-mudahan AGC ini dapat bermanfaat bagi para BITXER ,yang masih menggunakan AGC yang lama  dapat mencoba AGC BITX yang baru.

SELAMAT BEREKSPERIMEN

Minggu, 29 Mei 2016

MEMBUAT BAND PASS FILTER DAN LOW PASS FILTER 4 BAND UNTUK BITX / BIXEN

Band Pass Filter (BPF) dan Low Pass Filter (LPF) merupakan piranti wajib bagi sebuah Transceiver apapun. Pada ulasan kali ini akan dibahas bagaimana membuat rangkaian BPF dan LPF untuk BIXEN atau BITX. Salah satu fungsi dari BPF adalah merupakan Filter RF yang hanya meloloskan frekuensi yang dikehendaki. BPF memiliki batasan ,karena merupakan Tapis Lolos Pita . suatu contoh BPF pada frekuensi 7 MHz maka hanya meloloskan Frekuensi di sekitar 7 MHz ,sedangkan frekuensi di atas 7 MHz dan dibawah 7MHz akan di redam. Konfigurasi dari BPF berpengaruh terhadap bandwidth dari BPF itu sendiri. Lilitan BPF menggunakan bekas IF FM 10,7MHz yang digulung ulang ,ini agar mudah di dapatkan di toko-toko elektronik dibanding dengan menggunkan koker Slug tune 8mm yang sudah mulai langka, selain itu shielding pada trafo IF 10,7 MHz akan menambah performa dari BPF itu sendiri, bekas Bodolan radio FM dapat diambil trafo IF nya untuk keperluan ini. Tabel BPF dari 4 buah frekuensi BPF dapat dilihat pada gambar. Sengaja di buat 4 band yaitu 80m, 40m, 26m (11Mc) dan 11m (27MHz) karena 4 frekuensi ini sangat populer di Indonesia khususnya bagi para Homebrewer.Desain dari BPF 4 band kami ambil dari Multiband BITX transceiver karya dari G6LBQ dengan sedikit modifikasi pada switch relay. Input pada BPF di kendalikan oleh DDS VFO ,lewat switch band , Pada rangkaian DDS VFO terdapat beberapa pilihan band , yang mana saat kita pilih salah satu  band di atas maka output pada IC 2 DDS VFO (PIC16F628) akan mengeluarkan tegangan 5 Volt (kebetulan DDS VFO yang kami gunakan besutan dari VU2CNS ,seorang amateur India )  ,itu yang akan masuk pada input BPF lewat drive dari transistor driver relay.karena ada tegangan 5 Volt maka transistor aktif dan menggerakkan relay. Relay memberi tegangan 12V ke rangkaian BPF sehingga BPF aktif. Pada bagian switch relay terdapat huruf A-B-C-D itu akan terhubung dengan rangkaian LPF . Kita tahu bahwa LPF berfungsi meredam harmonisa frekuensi yang tidak diinginkan, LPF atau tapis lulus bawah disamping juga meredam harmonisa juga dapat menyesuaikan  impedansi dari transceiver ke antena . rangkaian LPF kami ambil dari desain Mike Kossor (WA2EBY) di majalah QST edisi April 1999.  Inti  kumparan LPF menggunakan Toroid  T-50 . Ada 4 band yang tersedia sesuai dengan  frekuensi pada BPF . Tabel lilitan LPF dan skema bisa dilihat pada gambar. Rangkaian LPF dikendalikan dari switch relay pada BPF , sehingga cukup satu kendali dari DDS saja.Catatan untuk membuat LPF gunakan capasitor yang memiliki Voltase yang besar. Dapat menggunakan capasitor jenis Mika, Keramik atau juga kertas. LPF ini bisa langsung terhubung dengan  Output Linear Amplifier Push Pull Amplifier yang beberapa waktu lalu dibahas di sini
SELAMAT MENCOBA  




 
Powered by Blogger