Minggu, 07 Desember 2014

MEMBUAT VFO UNTUK BIXEN TRANSCEIVER

                                                                         BIXEN VFO
Ini merupakan posting di penghujung tahun 2014 , selama ini mungkin rekan-rekan mengeluh ,kok BIXEN pake DDS kenapa gak pake VFO (Variable Frequency Oscillator) aja yang sederhana tapi mudah dan cukup stabil (drift nya kecil).Apalagi sekarang  harga BBM semakin melambung tinggi tentunya para Homebrewer juga pandai-pandai mengatur kebutuhan sehari-hari dan hobby.Nah untuk itu penulis mencoba menampilkan VFO BIXEN yang cukup lumayan stabil. Mungkin yang pernah bikin BITX versi 3 masih ingat.Pada VFO nya menggunakan transistor Bipolar ,tentunya juga ada kendala yaitu bergeser ,kurang stabil dan lain-lain. Untuk itu pada VFO ini kami tampilkan menggunakan FET (Field Effect Transistor) ,tetap jenis Clapp,dimana banyak kelebihan FET dibanding transistor bipolar ,salah satunya adalah kestabilan frekuensi. Radio buatan Jepang yang Jadul ,masih menggunakan VFO itu pun menggunakan FET sebagai jantung oscillatornya. Konstruksi dari BIXEN VFO saya ambil dari BITX ver.3b yang menggunakan FET.Konstruksi VFOnya mirip dengan VFO untuk FLL versi IK3OIL . Tetapi ada sedikit perubahan ,yaitu tetap menggunakan VARCO (variable Condensator) agar lebih murah,karena kalau pake diode varactor ,nyari yang nilai capasitansi besar juga sulit, disamping itu  penambahan potensio untuk FINE TUNE  agar tepat pada frekuensi nya seperti pada BITX versi 3 ,karena kadang kalau kita putar varconya kadang terlalu ke atas atau ke bawah dengan bantuan potensio FINE akan lebih mudah Zero Beat pada frekuensi. Pergeseran fasilitas FINE menggunakan diode zener 36V seperti pada BITX ver.3 karena mudah dicari dan dapat menggantikan fungsi diode varactor. Output dari FET menuju ke transistor driver agar lebih kuat signalnya dan tidak membebani kerja dari oscillator yang dapat menimbulkan pergeseran. Ada 2 driver  di sini yaitu untuk output VFO dan untuk counter. Output ada 2 yaitu output oscillator dan output menuju ke frekuensi Counter atau FLL. Dan keistimewaan VFO BIXEN ini dapat stabil meskipun tanpa FLL (Frequency Locked Loop) . Tetapi jika menginginkan yang lebih stabil lagi ,maka dapat dihubungkan dengan FLL atau Frekuensi Counter untuk melihat frekuensi kerjanya. Mudah-mudahan dengan VFO BIXEN ini rekan-rekan dapat berkreasi untuk membuat dengan hasil yang memuaskan. Untuk FET bisa dicoba dengan beberapa jenis FET. Disini penulis menggunakan FET jenis BF245 dan 2SK19 dengan hasil yang memuaskan. Untuk lilitan menggunakan koker 8mm ,dan  agar stabil dapat di shielding dengan logam atau PCB . Lilitan dapat bereksperimen jumlah gulungan sesuai frekuensi yang diinginkan.Agar stabil lagi gunakan capasitor Kertas atau dapat juga menggunakan keramik yang NPO . 
SELAMAT MENCOBA  

Minggu, 31 Agustus 2014

BIXEN SSB EXITER



BIXEN SSB EXITER
BIXEN SSB EXITER
Ini merupakan penyempurnaan dari beberapa permasalahan yang ada pada BITX,bukan berarti BITX yang lama tidak sempurna,tetapi kami mencoba bagaimana BITX lebih baik dengan beberapa perubahan di beberapa bagian. BIXEN merupakan singkatan dari BITX versi SENDIRI sehingga dapat disingkat BIXEN.Perubahan yang terjadi tidak begitu banyak.Khususnya ini banyak kami ambil dari BITX buatan G6LBQ ,tetapi sayang buatan beliau banyak menggunakan komponen yang sulit dipasaran dan mahal ,contoh IC LM380 kaki 8 sulit dicari,kemudian mixer menggunakan ADE-1 itupun ada tapi harganya mahal. Lalu bagaimana agar murah mudah dibuat dan hasil maksimal,maka dipadukan antara BITX versi VU3WJM dan G6LBQ ,maka lahirlah BIXEN. Eh tunggu dulu ,untuk perubahan mixer tetap menggunakan toroid dalam hal ini ,kita bisa “mbodolin” lampu hemat energy yang sudah rusak untuk diambil toroid nya untuk mixer.Kemudian pada penguat audio,banyak yang mengeluh menggunakan LM386 terlalu kecil,sedang LM380 kaki 8 sulit dicari,maka kami rubah dengan IC power amplifier audio cukup banyak dipasaran ,P.A punya TV yaitu LA4225 bisa juga dengan persamaannya LA4425 yang biasanya sering digunakan untuk RIG Alinco DR-135 dan Yaesu FT-2900. Power audionya cukup besar sekitar 5W!! Cukuplah untuk menggetarkan speaker 4” . dari penguat micnyaa saya ambil dari karya mas Sonik menggunakan 2 buah transistor dengan output Emitor dan audio bisa adjustable atau dapat disetel levelnya. Pada BFO sudah ada penyempurnaan,inipun juga ide dari rekan baik saya pak Suhardi Iskandar (YG3CQG) hanya menggunakan 1 buah Xtal bisa digunakan untuk mode LSB dan USB cukup dengan switch elektronik. Agar tidak berbunyi CIET saat pindah dari TX dan RX maka juga dipasang transistor switch agar tidak bisa mengakibatkan bunyi CIET. Relay dipasang dibagian BPF tujuanya agar tidak menimbulkan Self oscilasi karena ,pada BITX yang lama saat TX kadang timbul self oscilasi karena output BPF yag menuju penguat awal terhubung dengan capasitor ke antenna,sehingga perlu dipisah relay.Karena AGC menggunakan IC LM324 maka dapat diatur level AGC nya disamping itu ada mode AGC yaitu fast dan slow ,mirip dengan radio HF pabrikan.Penguat IF masih dipercayakan pada IC MC1350 yang penguatannya dapat diatur dan AGC nya sangat terasa. Prototipe BIXEN perdana sudah dicoba oleh penulis bekerja di band 80m hingga sekarang   dipakai QSO dengan linear pake pushpull ,final unit IRFP 150 keluar 100-120W sudah cukup untuk QSO kemana-mana.Tidak menutup kemungkinan dikerjakan di band lain ,seperti di 40m,20m ataupun di 11mc. Input VFO anda dapat mengunakan VFO biasa,FLL,PLL atau DDS .Sehingga fleksibel sekali . S.meter dapat dipasang langsung dan disetel sesuai dengan level penerimaan. Bagi rekan-rekan yang sudah sukses membuat BITX tidak ada salahnya untuk mencoba BIXEN ,tentunya dengan performa yang lebih baik . Apabila rekan-rekan membutuhkan PCBnya dapat sms saya di 081555780604 atau email :yc3lvx@yahoo.com.  




Minggu, 03 Agustus 2014

MENGHILANGKAN BUNYI "CIET" PADA BITX

MENGHILANGKAN BUNYI “CIET” PADA BITX
Rangkaian ini merupakan pengembangan yang sudah dilakukan 2 teman saya ,yaitu pak Agus Sudiartono (YD3HVW)dari Babat-Lamongan dan pak Suhardi Iskandar (YG3CQG)dari kota Batu-Malang yang akan kami bagikan resep ini kepada para pembaca
Saat kita merakit radio BITX tentunya setelah kita coba ,Receive nya peka ,lalu saat transmit juga normal,tetapi saat kita melepas PTT (Push To Talk) terdengan bunyi “CIET” di speaker seperti suara tikus yang terjepit he…he..he , sehingga tidak nyaman.
Lalu bagaimana solusinya ,yaitu dengan menambahkan 2 buat transistor NPN yang berfungsi sebagai saklar /switch yang menghubungkan dengan ground atau negative . Pemasangan transistor ini ,yaitu pada bagian input audio amplifier ,dalam hal ini input IC LM386 atau paling mudah ,kaki tengah potensiometer yang menuju ke input IC LM386 ,sisi Colector ke input audio IC LM386 dan emitor ke negative ,lalu basis diberi resistor 5K6 menuju ke tegangan TX pada rangkaian ,sehingga pada saat Basis menerima tegangan ,maka transistor menghubung antara collector dan emitor sehingga  input Audio tadi terhubung ke ground atau negative.Transistor switch  dapat juga di pasang pada Q4 atau bagian pre amp bagian RX sebelum menuju ke IC LM 386 ,yaitu Collector Q4 ke Collector transistor switch dan emitor ke ground ,basis sama ke resistor 5K6 lalu ke tegangan TX
Kemudian penambahan transistor yang ke 2 yaitu pada sisi penguat Microphone (Pre AMP.MIC) ,pemasangannya bisa di liat di gambar ,yaitu   Colector dipasang pada pertemuan resistor 10K dan 220 Ohm ,dan emitor ke ground ,sedang basis di beri resistor 5K6 ke tegangan RX pada rangkaian. Saat basis mendapat tegangan maka Colector akan menghubungkan ke ground ,sehingga capasitor pada Pre Amp mic tidak sempat menunda yang berakibat bunyi “CIET” tadi . Rangkaian tambahan ini bisa dipasang di bawah PCB ,cukup membutuhkan 2 buah resistor 5K6 dan 2 buah transistor. Transistor dapat digunakan BC547,2n2222,2n3904,C1815 ,C828 dan lain sebagainya.Resisor dapat digunakan antara 1K-5K6
SELAMAT BEREKSPERIMEN-YB3LVX


MEMBUAT BAND PASS FILTER BITX DENGAN TRAFO IF FM 10,7 MHz

MEMBUAT BAND PASS FILTER DARI TRAFO IF FM 10,7 MHz
Sering kali kita bingung mencari koker 8mm warna coklat yang sering digunakan rekan-rekan Homebrewer untuk membuat suatu kumparan,baik oscillator,Band Pass Filter, Low Pass Filter dan lain-lain.Tetapi tidak semua Toko menjual Koker 8mm maupun 5mm ,kadang kehabisan. Sehingga proyek membuat radio,transceiver dapat terhenti gara-gara tidak menemukan koker coklat 8mm atau 5mm. lalu bagaimana solusinya. TRAFO IF FM 10,7Mhz warna BIRU merk GOOD PLAN ya… ini lah solusinya ,kita sering kita jumpai di toko-toko atau kita dapat menemukan di bekas radio FM yang sudah tidak terpakai. Lalu bagaimana kita membuat band pass filter untuk radio BITX . Kelebihan dari trafo IF 10,7mhz adalah ,mudah di jumpai di toko atau bekas Tuner FM dan ini banyak tersedia di toko dibanding dengan koker 8mm, lalu terdapat lapisan Shielding Logam ,sehingga grounding lebih baik ,pada transmitter tidak mudah self oscilasi karena pengaruh lingkungan.Cara untuk membuat BPF dari trafo IF ini yaitu,beli trafonya dulu tentu nya ,lalu tekan dengan obeng yang negative untuk melepas dari selonsong logam pelindungnya ,lalu tampak plastic putih dan ferit Biru ,lepas lagi gunakan obeng – yang kecil untuk “mencongkel” ,sehingga kelihatan lilitan asli nya. Putus capasitor asli nya dengan Cutter dan lepas lilitan aslinya baik primer maupun sekundernya .Untuk Band 40m dan 80m ,anda bisa membongkar lilitan aslinya dan lepas capasitor di bawah IF . Oh ya capasitor ini berbentuk silindris dan memiliki capasitansi sebesar 85-87pF ,saat terukur pada C meter saya  . Gulung ulang sesuai tabel lilitan di atas.Untuk saran gunakan kawat email 0,15mm dan anda dapat menggulung ulang secara menumpuk rata seperti hanya benang . Untuk membuat BPF pada band 11Mc(11Mhz) dan 20m band ,maka kita dapat menggunakan lilitan asli nya untuk dijadikan sebagai BPF (Band Pass Filter). Untuk band 11MC dan 20m capasitor yang berada di bawah trafo IF Biru tersebut juga dilepas. Hati-hati saat melepas capasitor jangan sampai lilitan aslinya ikut terpotong,gunakan Cutter yang tajam untuk memotong capasitor ,atau dapat di tekan dengan obeng kecil sehingga capasitor yang berada di bawah hancur  . Data gulungan asli dari IF 10,7 Mhz warna BIRU merk GOOD PLAN memiliki lilitan asli Primer :1+9 lilit dan sekunder 1 lilit. Kawat email asli 0,1mm. Setelah dirangkai di BITX anda dapat mendengarkan receive yang sangat peka   . Penulis sudah mencoba dengan hasil yang sangat memuaskan. Untuk band di atas 20m bisa diliat di postingan yang lama
SELAMAT MENCOBA

Kamis, 31 Juli 2014

MEMODIFIKASI BFO (BEAT FREQUENCY OSCILLATOR) PADA BITX

MODIFIKASI BFO PADA BITX
Wah udah lama tidak posting pada Blog ya,pada rangkaian kali ini saya membahas modifikasi BFO pada BITX supaya bisa pada mode USB (Upper Side band) dan LSB (Lower Side band) . Pada rangkaian yang biasanya BITX transceiver umumnya digunakan pada LSB atau USB ,memilih salah satu aja,lalu bagaimana bila kita gunakan agar bisa pindah dari USB ke LSB atau sebaliknya. Kadangkala kita sering diajak QSO untuk mencoba radio Baru nya buatan Jepang pindah dari LSB ke USB ,misalnya bekerja di band 40m (7MHz) ,pindah dari LSB mencoba di USB ,sementara kita yang diajak hanya tersenyum kecut karena harus memutar trimmer capasitor ke USB ,lalu bingung untuk mengembalikan ke LSB seperti semula,nah rangkaian ini merupakan solusinya . Rangkaian ini dikembangkan oleh sahabat saya Pak Suhardi Iskandar (YG3CQG) ,kemudian akan kita share agar rekan-rekan dapat membuat dengan hanya menambah Lilitan ,transistor dan resistor ,sementara trimmer yang sudah ada bisa dipakai. Sistem kerjanya sebagai berikut : Pada Posisi LSB maka tegangan tidak masuk pada transistor Q1 ,sehingga pergeseran frekuensi dapat dilakukan dengan memutar  trimmer dan lilitan L1, sedangkan saat Q1 mendapat tegangan pada basis maka akan terjadi switch ke ground ,antara collector dan emitor sehingga dari lilitan L1 menuju ke ground,maka frekuensi pergeseran hanya dapat dilakukan pada L1 saja ,sedang Trimmer tidak berfungsi. Pada saat yang demikian adalah mode USB.
Cara menseting USB/LSB pada BITX
Caranya sebagai berikut : Lepas Xtal BFO yang asli ,ambil salah satu XTal ladder filter pada BITX ,pasang
      

pada BFO ,lalu Xtal nya hubungkan kaki satu ke basis Q2 dan yang satu ke ground ,ukur dengan frekuensi counter ,catat dan amati . Contoh yang terukur misalnya 10.000Khz pada BFO tersebut. Lepas lagi Xtal ladder filter tadi ,kembalikan ke asalnya. Ambil lagi xtal BFO aslinya lalu pasang sesuai gambar /skema di atas . berikan tegangan pada basis Q1 atau switch pada USB ,putar L1  sebesar 1,5 Khz lebih rendah dari frekuensi ladder filter ,jika ladder filter sebesar 10.000 KHz maka 10.000-1,5 =9.9985Khz .Kemudian untuk LSB ,tanpa memutar lagi lilitan L1 maka putar trimmer capasitornya sebesar 1,5Khz ke atas sehingga dapat dihitung 10.000Khz +1,5Khz maka sebesar 10.0015 Khz .Maka setting USB dan LSB sudah selesai dan apabila oscillator menggunakan DDS maka  dapat disetting pada OFFSET SSB nya sebesar 1500Hertz atau 1,5 KHz . Rangkaian ini sangat bermanfaat apabila menggunakan BITX yang dirangkai Multi band ,misalkan di 40m dan 80m adalah LSB dan band 11.415Mhz (11Mc) dan 20m menggunakan USB .Rangkaian ini cukup memakai 1 Xtal saja dengan hasil sangat memuaskan dan sudah di coba oleh penulis.Hemat dan hasil maksimal
SELAMAT MENCOBA

Minggu, 25 Agustus 2013

LINIER BITX 60-120W

Banyaknya keluhan rekan-rekan yang on air menggunakan QRP ,diantaranya daya yang kecil,sulit diterima lawan,"berkelahi" dengan QRM dan noise,kalo propagasi menutup sulit dipakai QSO,maka timbul ide bagaimana linier QRP yang ada di rubah jadi QRO atau daya besar,dengan minimalis perubahan yang ada.Ide tersebut muncul ,saat om Suhardi iskandar menginginkan daya cukup besar,bagaimana jika linier bingo yang sudah ada di modif ,tetapi menggunakan driver Mosfet agar harga komponen tidak mahal,kalau kita lihat mencari transistor driver dengan 2SC2166 ,luar biasa sulit carinya(yang asli) ,dan harga yang mahal.Kita ber alih menggunakan MOSFET IRFZ 24 yang memiliki Ciss dan Coss rendah sehingga dengan dorongan kecil bisa didapat daya yang cukup untuk mendorong final unit menggunakan sistem Push-pull IRFP 150 . Sehingga hanya cukup menggunakan konfigurasi : Pre driver 2N2219 ,Driver IRFZ24/IRF510 dan final unit ;2 X IRFP 150 . dari output BITX langsung masuk pada rangkaian linier ini. Rangkaian ini juga awalnya dikembangkan oleh sahabat saya mas Sulistyono Angga dan mas Gigih Purwanto,sehingga saya gambar ulang agar teman-teman bisa membuat dengan mudah rangkaian ini. Pada band 80m dicoba menggunakan dummy load homebrew dan SWR maldol HS-260 yang masih standar didapat daya 100-120Watt! dan juga di coba di 40m dengan daya 40-80watt,cukup untuk melawan QRM yang tinggi.Pada band 80m dapat menarik arus 15-20Ampere .Untuk modulasi juga sudah cukup Preffect. dengan linier ini BITX saya bisa "terbang" ke seluruh penjuru,dan dengan report 5-9 + ,cukup membanggakan. Untuk rekan-rekan yang sudah bikin linier yang 15w hanya sedikit modifikasi aja agar daya bisa besar,cukup membuat linier tambahan ,yaitu sistem Push pull nya aja, buffer 2n2222 tidak digunakan langsung ke pre driver 2N2219 lanjut ke IRFZ24 atau IRF510 menuju ke final unit push pull 2 x IRFP 150.Pada skema ditampilkan untuk band 80m,untuk merubah ke 40m band hanya merubah LPF (Low Pass Filter) yaitu lilitan dan capasitor. Saran, gunakan toroid FT50-43 untuk lilitan bifilar dan trifilar dan toroid T50-2 untuk Low Pass Filter. Untuk LPF lilitan tersebut sudah saya uji menggunakan SWR Analizer MFJ-269 ,sehingga bisa langsung output 50 Ohm.SELAMAT MENCOBA      

Rabu, 03 Juli 2013

AGC DAN S- METER PADA BITX

                                                   AGC DAN S-METER  PADA BITX
Beberapa waktu lalu saya pernah memposting AGC (Automatic Gain Control) menggunakan 2 buah IC (Integrated Circuit) yaitu MC1350 dan driver AGCnya menggunakan Op-AmpLM324,kalau IC LM 324 mudah dicari,tapi IC buatan Motorola MC1350P tentunya membuat kita pusing mencarinya,ada pun cukup mahal,lantas bagaimana cara mengantisipasi agar BITX kita menggunakan AGC dan tampilan Strength Meter atau disingkat S-Meter agar kita dapat mereport lawan bicara kita,biar tidak disangka pake pesawat sejenis HT 2N yang notabene tanpa S-meter. Beberapa waktu lalu saya pernah bereksperimen membuat RF gain manual yaitu dengan menserikan Potensiometer 100K pada resistor 220Ω pada bagian RF Amplifier bagian penerima ,sehingga arus yang masuk pada Q1 2SC2570 dihambat oleh potensiometer 100k pada R yang menuju ke Colectornya sebelum masuk diode 1N4148.Hasilnya cukup sukses ,apabila digunakan untuk portable transceiver cara ini cukup lumayan .Namun lagi-lagi timbul ide bagaimana membuat AGC yang murah meriah dan ada S-meternya tetapi AGC nya terletak pada penguat IF seperti pada kebanyakan teman-teman  homebrewer membuat AGC.Browsing di internet tersirat ide membuat AGC seperti radio Homebrew buatan HAM Perancis SANTERRE cukup simple,input AGC diambil dari audio sebelum masuk kepenguat  audio amplifier.Sembari membuka facebook “KOMUNITAS RADIO BITX” eh ada yang posting tentang AGC,pengennya yang sederhana aja ,saya melihat AGC dari Om Herry Mardianto ,menggunakan 1 Transistor Cuma pengaturan AGCnya kok tidak ada dan menggunakan diode Germanium
         

1N60 wah ini sudah langka…Bagaimana seandainya rangkaian ini ditambah penguat awal dan diode diganti yang mudah dicari . Maka saya mencoba menggabungkan rangkaian tadi. Dari beberapa percobaan ternyata didapat hasil yang cukup baik,menggunakan transistor BC547 ,diode detector dari suara agar didapat tegangan DC yang men-drive basis BC547 cukup menggunakan 1N4148.Setelah konsep rangkaian dibuat tinggal dicoba. Setelah dirakit ,tinggal kita tes,input diambil dari output audio sebelum masuk penguat Audio LM386 tepatnya pada kaki potensio 10K sebelah pinggir,coba di beri tegangan 12V dihidupkan radio BITX ,kita tes tegangan outputnya ,wah ternyata saat terkena sinyal RX,output pada Colector  BC547 akan turun hingga 1-1,5V .saat tak ada sinyal ,tegangan bervariasi 9-12V ini sudah cukup untuk mengatur penguatan pada Q3 dan Q3a pada penguat IF di BITX. Setelah selesai dicek tegangan maka tinggal di pasang pada R 100Ω menuju ke rangkaian penguat IF.dari sini tegangan drop sebesar 3-4 Volt namun tegangan sekecil itu masih mampu menguatkan dan melemahkan Q3 dan Q3a tergantung input pada VR 100k,jangan lupa Resistor 1K pada penguat IF Q3dan Q3a dilepas,dan output dari rangkaian AGC di "suntik"kan disini .Putar sedikit-sedikit ternyata hasilnya mantab ,suara tidak kalah dengan yang menggunakan IC MC1350P .kalau pada IC MC1350 AGC di drive pada penguat IF tersebut,tetapi pada rangkaian ini juga pada IF penerima.Mudah-mudahan rangkaian ini merupakan solusi agar bisa mengembangkan radio BITX.
SELAMAT MENCOBA

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger