Minggu, 25 Agustus 2013

LINIER BITX 60-120W

Banyaknya keluhan rekan-rekan yang on air menggunakan QRP ,diantaranya daya yang kecil,sulit diterima lawan,"berkelahi" dengan QRM dan noise,kalo propagasi menutup sulit dipakai QSO,maka timbul ide bagaimana linier QRP yang ada di rubah jadi QRO atau daya besar,dengan minimalis perubahan yang ada.Ide tersebut muncul ,saat om Suhardi iskandar menginginkan daya cukup besar,bagaimana jika linier bingo yang sudah ada di modif ,tetapi menggunakan driver Mosfet agar harga komponen tidak mahal,kalau kita lihat mencari transistor driver dengan 2SC2166 ,luar biasa sulit carinya(yang asli) ,dan harga yang mahal.Kita ber alih menggunakan MOSFET IRFZ 24 yang memiliki Ciss dan Coss rendah sehingga dengan dorongan kecil bisa didapat daya yang cukup untuk mendorong final unit menggunakan sistem Push-pull IRFP 150 . Sehingga hanya cukup menggunakan konfigurasi : Pre driver 2N2219 ,Driver IRFZ24/IRF510 dan final unit ;2 X IRFP 150 . dari output BITX langsung masuk pada rangkaian linier ini. Rangkaian ini juga awalnya dikembangkan oleh sahabat saya mas Sulistyono Angga dan mas Gigih Purwanto,sehingga saya gambar ulang agar teman-teman bisa membuat dengan mudah rangkaian ini. Pada band 80m dicoba menggunakan dummy load homebrew dan SWR maldol HS-260 yang masih standar didapat daya 100-120Watt! dan juga di coba di 40m dengan daya 40-80watt,cukup untuk melawan QRM yang tinggi.Pada band 80m dapat menarik arus 15-20Ampere .Untuk modulasi juga sudah cukup Preffect. dengan linier ini BITX saya bisa "terbang" ke seluruh penjuru,dan dengan report 5-9 + ,cukup membanggakan. Untuk rekan-rekan yang sudah bikin linier yang 15w hanya sedikit modifikasi aja agar daya bisa besar,cukup membuat linier tambahan ,yaitu sistem Push pull nya aja, buffer 2n2222 tidak digunakan langsung ke pre driver 2N2219 lanjut ke IRFZ24 atau IRF510 menuju ke final unit push pull 2 x IRFP 150.Pada skema ditampilkan untuk band 80m,untuk merubah ke 40m band hanya merubah LPF (Low Pass Filter) yaitu lilitan dan capasitor. Saran, gunakan toroid FT50-43 untuk lilitan bifilar dan trifilar dan toroid T50-2 untuk Low Pass Filter. Untuk LPF lilitan tersebut sudah saya uji menggunakan SWR Analizer MFJ-269 ,sehingga bisa langsung output 50 Ohm.SELAMAT MENCOBA      

Rabu, 03 Juli 2013

AGC DAN S- METER PADA BITX

                                                   AGC DAN S-METER  PADA BITX
Beberapa waktu lalu saya pernah memposting AGC (Automatic Gain Control) menggunakan 2 buah IC (Integrated Circuit) yaitu MC1350 dan driver AGCnya menggunakan Op-AmpLM324,kalau IC LM 324 mudah dicari,tapi IC buatan Motorola MC1350P tentunya membuat kita pusing mencarinya,ada pun cukup mahal,lantas bagaimana cara mengantisipasi agar BITX kita menggunakan AGC dan tampilan Strength Meter atau disingkat S-Meter agar kita dapat mereport lawan bicara kita,biar tidak disangka pake pesawat sejenis HT 2N yang notabene tanpa S-meter. Beberapa waktu lalu saya pernah bereksperimen membuat RF gain manual yaitu dengan menserikan Potensiometer 100K pada resistor 220Ω pada bagian RF Amplifier bagian penerima ,sehingga arus yang masuk pada Q1 2SC2570 dihambat oleh potensiometer 100k pada R yang menuju ke Colectornya sebelum masuk diode 1N4148.Hasilnya cukup sukses ,apabila digunakan untuk portable transceiver cara ini cukup lumayan .Namun lagi-lagi timbul ide bagaimana membuat AGC yang murah meriah dan ada S-meternya tetapi AGC nya terletak pada penguat IF seperti pada kebanyakan teman-teman  homebrewer membuat AGC.Browsing di internet tersirat ide membuat AGC seperti radio Homebrew buatan HAM Perancis SANTERRE cukup simple,input AGC diambil dari audio sebelum masuk kepenguat  audio amplifier.Sembari membuka facebook “KOMUNITAS RADIO BITX” eh ada yang posting tentang AGC,pengennya yang sederhana aja ,saya melihat AGC dari Om Herry Mardianto ,menggunakan 1 Transistor Cuma pengaturan AGCnya kok tidak ada dan menggunakan diode Germanium
         

1N60 wah ini sudah langka…Bagaimana seandainya rangkaian ini ditambah penguat awal dan diode diganti yang mudah dicari . Maka saya mencoba menggabungkan rangkaian tadi. Dari beberapa percobaan ternyata didapat hasil yang cukup baik,menggunakan transistor BC547 ,diode detector dari suara agar didapat tegangan DC yang men-drive basis BC547 cukup menggunakan 1N4148.Setelah konsep rangkaian dibuat tinggal dicoba. Setelah dirakit ,tinggal kita tes,input diambil dari output audio sebelum masuk penguat Audio LM386 tepatnya pada kaki potensio 10K sebelah pinggir,coba di beri tegangan 12V dihidupkan radio BITX ,kita tes tegangan outputnya ,wah ternyata saat terkena sinyal RX,output pada Colector  BC547 akan turun hingga 1-1,5V .saat tak ada sinyal ,tegangan bervariasi 9-12V ini sudah cukup untuk mengatur penguatan pada Q3 dan Q3a pada penguat IF di BITX. Setelah selesai dicek tegangan maka tinggal di pasang pada R 100Ω menuju ke rangkaian penguat IF.dari sini tegangan drop sebesar 3-4 Volt namun tegangan sekecil itu masih mampu menguatkan dan melemahkan Q3 dan Q3a tergantung input pada VR 100k,jangan lupa Resistor 1K pada penguat IF Q3dan Q3a dilepas,dan output dari rangkaian AGC di "suntik"kan disini .Putar sedikit-sedikit ternyata hasilnya mantab ,suara tidak kalah dengan yang menggunakan IC MC1350P .kalau pada IC MC1350 AGC di drive pada penguat IF tersebut,tetapi pada rangkaian ini juga pada IF penerima.Mudah-mudahan rangkaian ini merupakan solusi agar bisa mengembangkan radio BITX.
SELAMAT MENCOBA

Rabu, 09 Januari 2013

MEMASANG DAN MEMBUAT DDS VFO PADA BITX



MEMBUAT RANGKAIAN DDS UNTUK BITX
Di awal tahun 2013 ini saya mengulas sedikit tentang DDS (Direct Digital synthesizer) merupakan rangkaian sintesisa oscillator yang koknon lebih canggih dari PLL. Sistem kerjanya cukup rumit menggunakan system akumulasi. Dan di sini tidak saya bahas sistem kerjanya. IC DDS banyak jenisnya,tetapi yang paling popular dikalangan teman-teman homebrewer adalah AD9850 dan AD9851 yang memiliki 6 kali REFCLK multiplier sehigga mampu sampai frekuensi  dari 0-70 MHz, kelebihan DDS mungkin rekan-rekan sudah banyak yang tahu yaitu memiliki step 1 Hertz,hingga 10 Mhz yang dapat diatur. Dan DDS cocok digunakan bila kita membuat radio multi band atau monoband.Langsung saja kita mulai dari awal yaitu browsing di internet dulu mencari file dan gambar PCB DDS sehingga bias kita bikin pakai proses strika,karena lebih praktis, cari webnya di www.hamradio.in cari di circuit atau download ,bisa cari DDS ver.3.2 atau DDS ver.4.0,kebetulan yang saya pakai DDS ver.4.0 karya VU2CNS (C.V Niras) rangakainnya lumayan rumit tetapi semua komponen bisa kita dapatkan ,untuk controller DDSnya menggunakan PIC 16F628A yang sering digunakan untuk FLL yang sudah diulas pada periode lalu,hanya rangkaian ini terdapat 2 PIC ,yang satu untuk controller utama sedang yang satunya untuk switch band saja,  kalau digunakan untuk mono band cukup hanya PIC utama aja yang dipasang. Untuk gambar PCB bisa diliat ,beserta lay out komponennya. Buat PCB nya dulu,setelah jadi isi komponen dan jangan lupa pasang jumper di beberapa titik,setelah itu program PIC 16F628a dengan program DDS.Untuk IC DDSnya bagaimana? Ada beberapa produk yang sudah dalam bentuk modul yang berisi ic DDS dan Xtal oscilatornya yang sebesar 125Mhz,umumnya modul memiliki tipe IC AD9850 ,tetapi inipun sudah cukup karena maksimal frekuensi kerja maksimal sebesar 40 MHz,kalau pakai AD9851 mampu sampai 70 Mhz. Modul DDS banyak teman homebrewer yang jual,harga sekitar 100-125ribu .  
PETUNJUK  SETTING DDS VFO
Rakit semua komponen dan pastikan IC mikrokontrollernya sudah terprogram DDS versi 4.0, IC PIC16F628A bisa menggunakan 1 saja bila untuk mono/dual band ,tetapi bila menggunakan multi band maka IC 2  PIC 16F628A untuk band switch  bisa dipasang.
SETTING AWAL
Hidupkan rangkaian yang sudah terhubung antara DDS controller dan modul DDS AD9850,tekan CAL sementara hidupkan tegangan  12 Volt pada DDS Controller.Sehinga akan tampil CNS 4.06 atau CNS 4.01 kemudian tekan lagi CAL maka akan tampil DDS REF MULT –X1REFCLK Atau DDS REF MULT-X6REFCLK pilih yang X1 bila menggunakan modul DDS AD9850 dan bila menggunakan AD9851 maka putar rotary dial pada X6 ,tekan lagi CAL maka akan tampil 180.000000, putar sambil tekan  tombol STEP  untuk memindah satuan,puluhan ,ratusan dan ribuan  hingga bernilai 125.000000 ,karena Clock DDS pada modul sebesar  125 MHz.Tekan lagi CAL maka akan tampil OFFSET FREQ ,sementara diabaikan angka 000.000.000 ,untuk setting IF nanti bila DDS sudah bekerja maka baru disetting IFnya.lanjut tekan CAL maka akan tampil MAX DDS FREQ ,putar atau seting dengan rotary hingga menunjukkan 40MHz,atau 40.000000 Mhz.tekan lagi CAL maka akan tampil MIN RX DDS FREQ seting dengan memutar rotary hingga 0,5 MHz atau pada display 0.500000 ,ini menunjukkan frekuensi minimal DDS,tekan lagi CAL maka tampil  SSB OFFSET – 1500 ,abaikan dulu,tekan lagi CAL ,akan tampil CW OFFSET – 0800 ,abaikan dulu tekan CAL maka akan muncul tulisan SAVING ,selanjutnya akan tampil frekuensi tertentu,cek dengan Frequency Counter    lihat apakah sesuai atau tidak frekuensi outputnya,dari batas minimal 500 KHz (0,5MHz) dan maksimalnya sebesar 40MHz.Hubungkan ke radio BITX atau Yaesu FT180A,DDS siap digunakan.
SETTING IF
Untuk setting IF sebagai berikut: Misalkan anda menggunakan IF sebesar 10 MHz maka kita mulai dari cara awal yaitu ,matikan tegangan ,tekan CAL dan hidupkan tegangan 12voltnya,ulangi cara pertama maka dimulai tampilan CNS 4.01 lanjut tampil DDS REF MULT- 1X tekan CAL terus hingga OFFSET FREQ putar dengan rotary  dan tombol STEP hingga didapatkan nilai 10.000000 atau 10 MHz tekan lagi CAL hingga tampil MIN RX DDS FREQ ,set lagi dengan rotary dan STEP untuk mendapatkan nilai -6.300000 bila kita mau on di band 80m maka batas minimal kita set di 3,700 MHz hasil pengurangan 10-6,3Mhz=3,7MHz  lanjut tekan CAL hingga SAVING maka selesailah,sehingga akan tampil di display 3.700000 MHz ,padahal output DDSnya sebesar 6,3 Mhz. DDS ini dapat difungsikan untuk memory,yaitu dengan menekan MEMO sekitar 3 detik maka akan tersimpan di memory 1 pada layar akan tampil M1 pada layar, untuk melepas memory tekan VFO lagi ,tentukan frekuensi yang akan di simpan pada memory dengan memutar rotary dial,setelah itu tekan lagi MEMO ,putar rotary dial agar termemory pada memory berikutnya ,tekan MEMO maka sudah termemory,langkah untuk menyimpan memory selanjutnya seperti langkah tadi,Lalu bagaimana cara menghubungkan DDS ke BITX,cukup mudah ,yaitu lepas coil oscilatornya BITX (L4) saja,kemudian  lepas capasitor 100nF yang terhubung pada emitor transistor buffer oscillator (Q6) dan resistor 1K ,capasitor 100nF yang sudah dilepas tadi hubungkan dengan DDS VFO,set program pada DDS ,maka DDS siap digunakan,BITX dengan DDS VFO dengan tambahan 19 memory,radio BITX rasa ICOM 718 nih…..selamat mencoba
De YB3LVX

Rabu, 08 Agustus 2012

MEMBUAT BAND PASS FILTER DI BAND LAIN PADA BITX TRANSCEIVER

Ide ini muncul saat melihat uraian di web nya JF1OZL maka rekan - rekan dapat membuat untuk band yang berbeda pada transceiver anda,di sini lilitan dapat menggunakan koker bekas IF 455KHz atau IF 10,7 MHz punyaknya radio FM, sedang kan untuk koker model sekat per sekat anda dapat jumpai pada kumparan IF pada Televisi,Frekuensinya dapat di coba di band yang di kehendaki ,penjelasan kapasitor pada kolom paling kanan adalah untuk paralel dengan lilitan.Mungkin ada yang kesulitan mencari koker inti ferit 8mm,maka inilah solusi lain untuk membuat BPF pada radio transceiver anda.Ini dapat di terapkan di transceiver model lain ,tidak hanya BITX. tetapi rekan-rekan yang kesulitan membuat BPF dengan koker 8 mm untuk BITX ,dapat menggunakan cara seperti pada gambar. 
SELAMAT MENCOBA de YC3LVX

Jumat, 11 Mei 2012

MEMBUAT LOWPASS FILTER UNTUK BITX TRANSCEIVER

 LOW PASS FILTER UNTUK BITX TRANSCEIVER

Kadang kala kita masih bingung untuk membuat LPF (Low Pass Filter),menggunakan kawat email berapa,diameter kumparan berapa,dan menggunakan inti kumparan apa untuk membuat LPF. Untuk itu berdasar pengalaman saya,ternyata bila impedansi dari LPF itu tidak 50Ω maka otomatis daya juga berkurang,dan fungsi utama dari LPF itu sendiri sebagai filter harmonisasi frekuensi tidak bekerja secara optimal.Kita ketahui bahwa frekuensi dari pemancar itu sendiri apabila tanpa LPF maka akan terjadi harmonisa di kelipatannya,contoh kita memancar di frekuensi 7 MHz maka kelipatan dari frekuensi itu akan timbul pada frekuensi ½ X ,2X,3X dan seterusnya.Sehingga pada frekuensi 7MHz akan timbul pada frekuensi 3.5,  14MHz, 21 MHz dst.Tentunya bila berdaya besar akan mengganggu lingkungan sekitar .Terutama mungkin TV tetangga akan juga terganggu.Untuk itu perlunya pemasangan LPF.Rangkaian ini saya coba,kebetulan ada pinjaman Antenna /SWR Analyzer MFJ 269 ,saya coba untuk membuat di beberapa band dan mencoba membuat lilitan agar didapat X=50Ohm,dari experiment tersebut dapat dibuat table untuk pembuatan LPF pada band 80m,40m,26m(11Mhz) dan 20m.Rangkaian LPF ini jenis Butterworth 5th order yang cukup popular dikalangan amatir radio dan homebrewer. Sengaja dibikin menggunakan koker diameter 8mm dengan inti ferrite agar dapat diset benar-benar resonansi pada frekuensinya dengan memutar inti ferrite pada kokernya.Pembuatannya juga cukup mudah,desain dari LPF ini sayangnya hanya maksimal sekitar 30W-40W maksimal karena menggunakan kawat kecil ,yang cocok untuk QRP .untuk daya besar anda dapat menggunakan kawat yang lebih besar dan disarankan menggunakan TOROID .Untuk table anda dapat melihat pada gambar.Mudah-mudahan dengan sajian LPF ini dapat membuat LPF dengan frekuensi yang sesuai.LPF ini tidak hanya dapat digunakan pada BITX transceiver tetapi dapat digunakan pada rangkaian Homebrew transceiver lainnya.
SELAMAT MENCOBA-de YC3LVX   

Senin, 05 Maret 2012

15 WATT BITX LINEAR AMPLIFIER new version



15 WATT BITX LINEAR AMPLIFIER

Banyaknya keluhan reken-rekan dalam hal perakitan BITX Transceiver terutama adalah Linear Amplifier yang lama ,yaitu antara lain:
- Daya Output kurang besar
- Tegangan yang besar (24Volt)
- Komponen agak sulit di dapat ,terutama batang ferrite
- PCB Linier jadi satu dengan Catu daya
- Dan permasalahan yang lain
Untuk itu kami merubah paradigma itu semua dengan menampilkan BITX Linear Amplifier New Version.
Ide dari rangkaian ini adalah dari Linear Amplifier dari BINGO Transceiver buatan HAM Radio Perancis yaitu F6BCU dimana hanya menggunakan 2 buah transistor dan 2 buah MOSFET.Sistim konfigurasi Final Unitnya menggunakan system Paralel.Dengan menggunakan IRF 510 dua buah.Hanya terdapat hal yang unik,konfigurasinya berbeda dengan Push Pull yang menggunakan Tubing Feritte.Pada sisi Drain Terdapat Kumparan Trifilar yang digulung pada Toroid Cincin.Input pada Gate salahsatu sisi MOSFET terdapat resistor 4,7 Ohm. Setelah saya rakit ternyata hasilnya tidak mengecewakan . Dengan Tegangan hanya 13,8 Volt pada Input linear amplifier,maka saya ukur menggunakan SWR/Power meter didapat daya output 12-15 Watt PEP,pada Band 80m. Dan sekarang saya gunakan QSO dengan beberapa rekan.Dengan ketinggian antenna Dipole hanya 7 meter Feed Point (maklum baru patah tiangnya),antenna 80m/40m dual band saya dapat ber QSO dengan Kang Sukro di Pangkalan Buun –Kalimantan Tengah dengan S-9,YC3NRT,YC2XI,YD3NVX,YD3YTC,YB3BX dan beberapa teman Amatir Radio lainnya mereport cukup bagus. Rangkaian ini tidak ada perubahan yang signifikan pada rangkaian aslinya ,hanya kumparan perlu disesuaikan mengingat komponen yang tersedia dipasaran Indonesia terbatas,yang mudah didapat saya gunakan.Seperti Toroid masih menggunakan bekas lampu electronic,Band Pass Filter menggunakan koker inti ferrite 8mm,sedang Transistor dan MOSFET tetap ,karena ada di pasaran .sesuai data spesifikasi teknis hanya membutuhkan Arus 2,2 Ampere. BITX yang saya gunakan cukup trafo 5 ampere saja,dan saya dapat berQSO dengan rekan-rekan di 80m.Untuk gambar skema lengkapnya bisa di liat pada Blog. Mudah-mudahan rangkaian ini lebihmudah dan daya yang cukup untuk QSO dapat dirakit oleh rekan-rekan.Rangkaian ini dapat juga di kerjakan di band lain seperti 40m,20m dan 11Mhz hanya perlu disesuaikan Band Pass Filternya.
Selamat mencoba de YC3LVX

Sabtu, 24 Desember 2011

MENAMBAH AGC DAN SIGNAL METER PADA BITX TRANSCEIVER








MENAMBAH AGC DAN SIGNAL METER PADA BITX TRANSCEIVER
Banyak yang mengeluh BITX tanpa dilengkapi AGC (Automatic Gain Control),sehingga saat menerima signal local harus mengecilkan volume suara,atau menerima signal local menjadi pecah dan tak terbaca.Tidak hanya itu saja,saat lawan bicara minta report signal maka kita hanya dapat mereport audio suara saja,karena tidak dilengkapi dengan S – meter.Hal ini saya teringat dengan radio HT 2 meter band ICOM IC-2N yang juga tanpa S-meter.Tentunya rekan – rekan agak enggan merakit BITX transceiver,karena adanya 2 alasan tadi yaitu tanpa AGC dan S-meter. Untuk itu saya mengulas sedikit tentang penambahan AGC dan S-meter pada BITX transceiver ver.3.Rangkaian yang ada hanya ditambah dengan rangkaian AGC dan S-meter.Rangkaian ini menggunakan 2 buah IC yaitu tipe MC1350 dan LM324 sebagai penggerak S-meter.Ide dari rangkaian ini kami mengadopsi dari amatir radio G6LBQ yang mengulas tentang MULTIBAND BITX TRANSCEIVER,dan sudah di buat kitnya.Hanya saja ada rangkaian Balance mixer dan balance modulator menggunkan tipe ADE-1 berkaki 6 seperti kaki IC jumlah 6 pin,ini agak susah carinya.Untuk itu saya memodifikasi BITX transceiver versi 3 yang dipadukan dengan rangkaian AGC ,IF dan S-meter yang ada pada BITX multiband karya G6LBQ sebagai rangkaian Optional yang dapat dipasang pada PCB tersendiri yang di pasangkan dengan BITX ver.3 karya VU3WJM .Pada BITX ver.3 karya VU3WJM menggunakan transistor 2 buah sebagai penguat IF (Intermediate Frequency).Rangkaian penguat IF dengan 2 transistor tadi kita lepas kita ganti dengan penguat IF dengan menggunakan IC, yaitu MC1350 yang didalamnya terdapat penguat IF dan AGC.Prinsip kerjanya yaitu apabila menerima input besar maka secara otomatis akan melemahkan penguatan IF,sehingga suara yang diterima linier dan tidak sampai pecah atau terlalu keras.Kaki no.5 pada IC MC1350 adalah pengendali penguatan (gain Control) yang dihubungkan dengan IC op –amp LM324.Input audio diambil dari input amplifier audio pada pin no.3 IC LM324 dari sini output penguatan dapat diatur oleh VR 10K dan 47K.Apabila tegangan pada kaki pin 5 IC MC1350 mengalami kenaikan tegangan karena menerima signal local maka akan melemahkan penguatan pada penguat IF tersebut sehingga dapat terkendali suara saat receive,dan suara tetap dapat terdengar dengan jelas.Pada rangkaian ini juga terdapat pilihan mode AGC yaitu Fast dan Slow pada kaki IC no.12 LM324.Gerakan jarum signal akan cepat bila posisi Fast dan lambat pada posisi Slow.Pengaturan posisi signal dapat diatur pada VR 50K dan 5K yang berhubungan dengan S-meter.Saya merakit rangkaian ini sangat memuaskan hasilnya,terjadi penguatan signal receive dibanding dengan yang menggunakan transistor.Untuk trafo IF anda dapat menggunakan trafo IF FM 10,7MHz warna Biru merk GOOD PLAN,biasanya digunakan untuk tuner FM .Sekarang orang tidak mencemooh lagi,siapa bilang BITX tanpa AGC dan S-meter,inilah jawabannya.BITX sudah lengkap dengan AGC dan S-meter.Mudah-mudahan proyek akhir tahun ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk menyempurnakan BITX transceiver anda,selamat mecoba de YC3LVX

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger