Senin, 06 Juni 2016

MEMBUAT AGC BITX DENGAN IC LM324


Di awal Bulan Ramadahan ini kami tampilkan  proyek membuat AGC BITX menggunakan IC Quad Op Amp   LM 324 yang cukup populer dikalangan pecinta hoby elektronika. IC ini merupakan IC Op Amp multi fungsi, baik digunakan untuk audio maupun untuk keperluan laian seperti Robot line follower, Power Supply, Kontrol motor dan sebagainya. Rangkaian ini mirip pada AGC BIXEN atau BITX versi G6LBQ tetapi tidak menggunakan IC MC1350 yang harganya cukup lumayan itu. Jadi outputnya menge drive transistor ,sehingga terjadi hubungan antara Colector dan emitor pada output transistor. Penjelasan rangkaian AGC ini , input diambil pada kaki pinggir potensiometer VOLUME BITX atau output dari detektor sebelum menuju ke rangkaian amplifier audio (LM386). Sinyal audio ini masuk ke input op amp dan terdapat VR pada ke dua input ,yaitu VR1 merupakan pengatur tegangan referensi dalam hal ini diatur VR2 ,lalu ukur tegangan pada kaki(pin) IC nomer 3 dengan AVO meter skala Volt , Putar VR2 hingga menunjukkan 4 Volt . VR1 merupakan pengatur input masukan sinyal audio. Output pada AGC akan masuk pada S-meter dalam hal ini untuk VU Meter ,dan satunya masuk ke transistor.VR3 merupakan penyetel skala pada VU meter, sedangkan VR 4 berfungsi agar VU meter menunjukkan skala NOL saat  tidak ada sinyal. VR 5 berfungsi  mengatur Gain Control pada output AGC. AGC ini juga dilengkapi dengan fasilitas Fast (Cepat) dan Slow (lambat) seperti halnya AGC pada BIXEN. Dan output AGC menuju pada bagian IF 1 (Intermediate Frequency)  yaitu sebelum Xtal Filter atau dipasang pada kaki basis  TR 2 dan Ground  pada rangkaian BITX . Perubahan tegangan terjadi pada basis tegangan TR2. Saat menerima sinyal kuat maka tegangan pada kaki basis TR 2 akan turun ,sehingga terdapat pelemahan sinyal . Pergerakan pada kaki basis TR 2 sangat dinamis sesuai dengan suara yang di terima oleh receiver (RX) . AGC ini merupakan audio derived AGC , akan tetapi sudah sangat nyaman terutama saat kita menerima sinyal kuat dari stasiun lokal. Tegangan boleh diambil saat +RX atau kontinyu 12V. Rangkaian ini sudah dicoba dan hasilnya mengagumkan, BITX tetapi rasa BIXEN. Jika dipasang kontinyu tegangannya maka kita bisa melihat indikator saat Transmit (TX) maka jarum juga akan bergerak mengikuti suara kita pada microphone. Rangkaian AGC ini saya ambil dari AGC BITX ver 3B. 

Prosudur penyetelan AGC BITX :
1.    Lepas antena luar pada BITX transceiver
2.    Putar VR 2 (50K) hingga terukur 4 Volt pada kaki  nomer 3 IC LM324
3.     Putar VR 3 untuk skala penuh pada VU meter
4.    Sekarang putar VR4 (5K) agar VU meter dapat menunjukkan posisi NOL (Zero)
5.    Hubungkan BITX  ke antena luar , cari fekuensi yang terdapat sinyal cukup kuat pada penerima ,dan   putar VR3 (50K) hingga VU meter  menunjuk skala penuh
6.    Putar VR5 (2K) untuk mendapatkan kenyamanan suara saat pada AGC saat menerima sinyal yang kuat 
7.    Putar VR1 (10K) untuk pergerakan VU meter dan AGC , dan amati pergerakan VU meter
8.    Untuk menerima sinyal SSB dapat menggunakan Mode Slow dan CW dengan Mode Fast
Mudah-mudahan AGC ini dapat bermanfaat bagi para BITXER ,yang masih menggunakan AGC yang lama  dapat mencoba AGC BITX yang baru.

SELAMAT BEREKSPERIMEN

Minggu, 29 Mei 2016

MEMBUAT BAND PASS FILTER DAN LOW PASS FILTER 4 BAND UNTUK BITX / BIXEN

Band Pass Filter (BPF) dan Low Pass Filter (LPF) merupakan piranti wajib bagi sebuah Transceiver apapun. Pada ulasan kali ini akan dibahas bagaimana membuat rangkaian BPF dan LPF untuk BIXEN atau BITX. Salah satu fungsi dari BPF adalah merupakan Filter RF yang hanya meloloskan frekuensi yang dikehendaki. BPF memiliki batasan ,karena merupakan Tapis Lolos Pita . suatu contoh BPF pada frekuensi 7 MHz maka hanya meloloskan Frekuensi di sekitar 7 MHz ,sedangkan frekuensi di atas 7 MHz dan dibawah 7MHz akan di redam. Konfigurasi dari BPF berpengaruh terhadap bandwidth dari BPF itu sendiri. Lilitan BPF menggunakan bekas IF FM 10,7MHz yang digulung ulang ,ini agar mudah di dapatkan di toko-toko elektronik dibanding dengan menggunkan koker Slug tune 8mm yang sudah mulai langka, selain itu shielding pada trafo IF 10,7 MHz akan menambah performa dari BPF itu sendiri, bekas Bodolan radio FM dapat diambil trafo IF nya untuk keperluan ini. Tabel BPF dari 4 buah frekuensi BPF dapat dilihat pada gambar. Sengaja di buat 4 band yaitu 80m, 40m, 26m (11Mc) dan 11m (27MHz) karena 4 frekuensi ini sangat populer di Indonesia khususnya bagi para Homebrewer.Desain dari BPF 4 band kami ambil dari Multiband BITX transceiver karya dari G6LBQ dengan sedikit modifikasi pada switch relay. Input pada BPF di kendalikan oleh DDS VFO ,lewat switch band , Pada rangkaian DDS VFO terdapat beberapa pilihan band , yang mana saat kita pilih salah satu  band di atas maka output pada IC 2 DDS VFO (PIC16F628) akan mengeluarkan tegangan 5 Volt (kebetulan DDS VFO yang kami gunakan besutan dari VU2CNS ,seorang amateur India )  ,itu yang akan masuk pada input BPF lewat drive dari transistor driver relay.karena ada tegangan 5 Volt maka transistor aktif dan menggerakkan relay. Relay memberi tegangan 12V ke rangkaian BPF sehingga BPF aktif. Pada bagian switch relay terdapat huruf A-B-C-D itu akan terhubung dengan rangkaian LPF . Kita tahu bahwa LPF berfungsi meredam harmonisa frekuensi yang tidak diinginkan, LPF atau tapis lulus bawah disamping juga meredam harmonisa juga dapat menyesuaikan  impedansi dari transceiver ke antena . rangkaian LPF kami ambil dari desain Mike Kossor (WA2EBY) di majalah QST edisi April 1999.  Inti  kumparan LPF menggunakan Toroid  T-50 . Ada 4 band yang tersedia sesuai dengan  frekuensi pada BPF . Tabel lilitan LPF dan skema bisa dilihat pada gambar. Rangkaian LPF dikendalikan dari switch relay pada BPF , sehingga cukup satu kendali dari DDS saja.Catatan untuk membuat LPF gunakan capasitor yang memiliki Voltase yang besar. Dapat menggunakan capasitor jenis Mika, Keramik atau juga kertas. LPF ini bisa langsung terhubung dengan  Output Linear Amplifier Push Pull Amplifier yang beberapa waktu lalu dibahas di sini
SELAMAT MENCOBA  




Rabu, 27 April 2016

INSTALASI BIXEN SSB TRANSCEIVER

INSTALASI PENGKABELAN PADA BIXEN TRANSCEIVER
berikut ini adalah susunan pemasangan BIXEN transceiver standar dan menggunakan DDS  ,selain exiter yang harus dipasang maka juga VFO BIXENatau DDS VFO dan Linear Amplifier harus terpasang. Sehingga dari 3 bagian ini maka BIXEN SSB Transceiver dapat digunakan on air atau berkomunikasi. Perhatikan juga pemasangan hubungan kabel tiap unit, seperti : exiter, VFO/DDS dan Linear Amplifier . Untuk kabel sistem audio seperti Mic, potensio ,dapat menggunakan kabel Scherm. Untuk kabel RF bisa digunakan kabel teflon kecil atau kabel khusus RF. Untuk kabel tegangan atau lainnya dapat menggunakan kabel serabut. Pasang semua hubungan kabel sesuai gambar, dan pastikan semua bagian sudah di uji coba , misalnya frekuensi VFO sudah sesuai, exiter dan linear amplifier bekerja . Pasang juga bagian lain seperti S-meter/VU meter ,potensiometer,mic condensor, varco ,speaker,switch dan lain-lain untuk instalasi bixen standar dengan VFO.Untuk pemasangan BIXEN dengan DDS dan linier amplifier Push Pull dapat juga anda liat pada gambar.Apabila anda menggunakan DDS oscilator maka dapat disesuaikan frekuensi kerja DDS dan setting IF yang sudah di ulas pada artikel yang lama. 
SELAMAT BEREKSPERIMEN 
DE YB3LVX  

Minggu, 07 Februari 2016

RALAT JALUR PCB PADA BIXEN HF-004A SSB TRANSCEIVER



Pada bagian penguat awal (Pre Amp) Terdapat resistor 4K7 yang salah satu kakinya tidak terhubung apapun ,seharusnya terhubung pada capasitor dengan nilai 100pF (101) disebelahnya dan terhubung juga dengan kaki Colector transistor  Q7. Karena kesalahan cetak PCB maka belum terhubung, untuk itu bisa dicek dan bisa dihubungkan dengan kawat/kaki komponen,ralat seperti pada gambar di dalam lingkaran  dengan jalur merah

Sabtu, 06 Februari 2016

THE NEW BIXEN HF-004A SSB EXITER

Di Tahun 2016 ini kami rilis pcb BIXEN HF-004A yang mana merupakan penyempurnaan dari BIXEN generasi terdahulu. Lalu apa saja perubahaan dari BIXEN yang sekarang. Ada beberapa bagian ,yaitu pada bagian penguat IF (Intermediate Frequency), pada awal-awal BIXEN mungkin merasakan saat diputar trafo IF Biru ,pada saat posisi RX (menerima) kita setel pas,kemudian  di transmisikan atau saat memancar kita putar,ternyata kok berpengaruh setelan tadi . Sehingga hal  ini juga tidak nyaman, sehingga perlu switch agar setelan tidak berubah saat di transmitkan. Untuk itu dipasang 1 buah transistor pada bagian output dari trafo IF itu sendiri. Sehingga tidak mempengaruhi satu dengan yang lain. Bagian ke dua yang dirubah yaitu penguat 1 transistor pada OUTPUT Attenuator sebelum menuju ladder filter atau pada transistor Q8. Ini merupakan penyebab timbulnya self ,atau munculnya carrier pada sinyal SSB. Untuk itu penguatan harus dikurangi agar tidak menimbulkan carrier pada bagian ini,perubahan yaitu pada nilai resistornya dan bisa dilihat pada gambar skema. Selanjutnya pada bagian pre-amp audio sebelum masuk ic LA4225 ,pada kaki Q7 rangkaian yang lama ,emitor langsung menuju ground, tetapi pada versi yang baru ,diberi resistor 82 Ohm yang tujuannya agar penguatan agak berkurang ,sehingga tidak menimbulkan suara “kentut” saat volume maksimal. Trimmer pada bagian IF juga dihilangkan dan diganti capasitor tetap, ini tujuannya agar lebih mudah aligment(penyetelan) dan mendapatkan resonansi yang sesuai dengan frekuensi  Filternya. Sedangkan bagian lain tetap. Secara keseluruhan rangkaian BIXEN HF-004A ini sudah teruji dan lebih low noise dan suara lebih mantab. Penulis sudah menguji dan mengerjakan di band 80m yang terkenal noise nya cukup tinggi,itu pun dengan hasil yang sangat memuaskan ,bahkan kalau saya dapat katakan lebih Hi-Fi dibanding radio pabrikan Jepang. Namun jangan khawatir bagi yang masih menggunakan yang versi lama dapat diubah sendiri (meng-up grade)sesuai skema baru  yang sudah di upload.
SELAMAT MENCOBA    

Selasa, 26 Januari 2016

ALAT UKUR BANTU UNTUK MERAKIT BITX ATAU BIXEN

Setiap kali kita merakit elektronik tidak terlepas dari alat ukur , entah apa itu AVO meter, frequency counter , analyzer, oscilloscope atau alat bantu pendukung yang lain. Kali ini, di Akhir bulan Januari 2016 saya akan bahas beberapa alat ukur untuk membantu rekan-rekan dalam merakit sebuah Transceiver. Dan alat ini mudah di buat serta tidak terlalu mahal , kita bisa membuat sendiri.Mudah-mudahan alat ini bermanfaat bagi yang baru mengenal tentang radio  transceiver SSB. Alat tersebut antara lain

RF PROBE
Berfungsi untuk mengecek apakah ada sinyal RF dari oscilator ,BFO  maupun dari output exiter. Komponen pun tergolong murah dan mudah dibuat, meskipun tanpa PCB. Hanya berbekal 2 buah diode Germanium 1N60, OA90 atau sejenisnya , yang jelas untuk memperoleh hasil yang baik bisa digunakan diode Germanium, mengapa Germanium , karena memiliki forward bias yang rendah hanya 0,2 Volt , dibandingkan dengan diode Silikon yang memiliki forward bias 0,6 Volt. Sebetulnya bisa menggunakan diode silikon seperti 1N4148, akan tetapi kepekaan dari RF Probe ini tidak se peka yang menggunakan diode germanium.Untuk mencari diode germanium memang agak sulit, tetapi rekan-rekan bisa mencari bekas radio AM/MW  cari diodenya di daerah detektor dekat trafo IF 455KHz. Kita bisa nge “bodol” dari radio AM. Kemudian komponen lain seperti capasitor, potensiometer dan VU meter sebagai indikator penunjuk. Rakit sesuai gambar skema, setelah itu coba hubungkan probe ke output oscilator , Putar potensio nya hingga jarum bisa bergerak sesuai keinginan. Jika jarum bergerak maka terdapat RF pada oscilator atau BFO. Nah dari sini anda bisa menggunakan untuk mendeteksi adanya sinyal RF. Rangkaian RF Probe ini bisa digunakan pada frekuensi rendah hingga UHF tidak terkecuali HF juga .







XTAL TESTER
Berfungsi untuk menyeleksi kristal/Xtal yang akan kita gunakan untuk Ladder Filter pada transceiver BITX/BIXEN . rangkaian juga cukup mudah di buat . Hanya berbekal komponen resistor, capasitor dan 2 buah transistor ,kita sudah dapat alat untuk menguji frekuensi dari Xtal yang akan kita seleksi untuk dijadikan Ladder Filter. Rakit sesuai gambar skema . Rekan-rekan bisa membuat dengan menggunakan PCB matriks/ lubang-lubang atau model Manhattan Stye yang dirakit di atas PCB polos. Output dari rangkaian xtal tester ini bisa dihubungkan langsung dengan frekuensi counter. Amati setiap pengukuran dari Xtal. Catat dan pisahkan sesuai dengan Xtal yang akan di seleksi. Pilih xtal/kristal yang identik filternya untuk membuat ladder filter. Xtal yang nilainya tidak identik bisa digunakan untuk BFO dari rangkaian BITX/BIXEN. Upayakan dalam memilih/mengukur xtal ,dipilih toleransinya sekitar 100Hz. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi blocking antar xtal untuk filter yang berakibat RX dan TX nya tidak sempurna atau RX nya tidak peka. Kesalahan dalam menentukan Ladder filter berakibat hasil dari rakitan BITX itu sendiri . Apabila kita tidak memiliki frekuensi counter ,kita bisa memanfaatkan FLL (Frequency Locked Loop) sebagai frekuensi Counter.

MEMANFAATKAN FLL  SEBAGAI FREKUENSI COUNTER
Tentunya tidak semua orang memiliki frekuensi counter, akan tetapi di jaman microcontroller seperti sekarang kita dengan mudahnya membuat frekuensi counter sendiri. Rekan-rekan bisa melihat skema frekuensi counter di internet. Di sini timbul ide bagaiman kalau kita manfaatkan aja FLL sebagai frekuensi Counter. Ternyata FLL (frequency Locked Loop) tidak hanya bisa mengunci sebuah oscilator agar tidak bergeser , akan tetapi bisa juga digunakan sebagai frekuensi counter. Lalu cara nya bagaimana. Kita rakit FLL dulu setelah jadi maka kita bisa mengeset IF SET di set 0.000.000 maka yang terbaca oleh FLL adalh sinyal RF langsung dari sumber RF nya , apakah dari oscilator atau BFO. Jika kita tekan IF SET = VFO +IF maka yang terbaca adalah frekuensi oscilator + frekuensi IF itu jika kita aplikasikan sebagai FLL.Ingat FLL tidak akan membaca frekuensi jik tidak ada sinyal RF yang masuk pada rangkaian. Frekuensi counter dari FLL ini
mudah dan murah untuk dibuat . Selain dapat mengunci frekuensi ,juga dapat berfungsi sebagai frekuensi counter.Kita juga dapat mengukur berapa frekuensi dari VFO yang kita buat ,dan mengukur frekuensi dari BFO pada BITX/BIXEN. Selain itu rangkaian ini dapat langsung di hubungkan dengan  Xtal Tester untuk memilih Xtal yang akan digunakan sebagai Ladder Filter atau juga Lattice Filter pada rangkaian BITX atau exiter jenis lain.Untuk artikel FLL sudah dibahas pada arsip yang terdahulu, atau anda bisa download artikel FLL beserta file lay out PCB dan HEX File untuk PIC16F628 pada situs www.9h1lo.net . Nah disini ada 3 alat bantu untuk merakit exiter SBB , semoga bermanfaat dan selamat ber-experimen De YB3LVX     






Jumat, 25 Desember 2015

MEMBUAT TOROID TUBING UNTUK BITX & BIXEN LINEAR AMPLIFIER

Membuat Toroid TUBING untuk BITX /BIXEN Linear Amplifier
Pada kali ini akan kami tampilkan proyek liburan akhir tahun yaitu membuat Toroid Tubing untuk HF linear amplifier. Sering kali rekan-rekan Hombrewer /Amatir radio kesulitan membuat tubing untuk HF power amplifiernya .Sebetulnya di beberapa blog rekan homebrewer sudah diulas, seperti punya blog om Jack lanangan dengan Radio Gembok Irengnya sudah dibahas. Akan tetapi kali ini saya akan membahas detail untuk membuat Tubing tersebut. Pada rangkaian linear amplifier yang menggunakan Push-Pull maka tidak akan terlepas dari Tubing ini. Disamping sebagai penyesuai impedansi tetapi juga untuk menginduktasikan output amplifier ini. Pada rangkaian HF transceiver yang buatan pabrik menggunakan Toroid Tubing yang khusus dan ini sangatlah tidak murah untuk kantong para Homebrewer. Lalu bagaimana? .... Pepatah mengatakan “Tiada rotan maka Akar pun jadi” . Tidak ada yang tidak mungkin untuk para homebrewer. Ya ... kita bisa membuat dengan memanfaatkan barang bekas/bodol. Bahan-bahan yang akan kita gunakan yaitu :
1.    Tubing feritte bekas monitor CRT 2 buah
2.    PCB singgle layer (boleh pakai jenis pertinak atau fiberglass)
3.    Tembaga atau Kuningan Foil ,jika sulit bisa pakai bekas antena radio/telescopic
Pada rangkaian linear Amplifier BITX atau BIXEN yang sudah dibahas pada episode lalu ,menggunakan lilitan atau tubing ini ,yaitu pada T4 yaitu sebesar Primer = ½ Lilit dan Sekundernya 3 lilit. Kebanyakan rekan-rekan bingung untuk membuat lilitan ½ lilit lalu di Tap ditengah bagaimana bentuknya. Untuk itu akan dibahas berikut gambar-gambar konstruksi dan cara pembuatannya.
Cara membuat : Potong PCB dengan ukuran 3,5 Cm x 2,5 Cm atau disesuaikan dengan ukuran tubingnya. 2 buah tubing tadi coba di jajarkan /ditempelkan ,lali temelkan PCB tadi ,ukur kira-kira letak lubang yang akan di bor . tandai untuk rencana lubang tadi. Bor lah pada PCB tadi ,sebanyak 2 lubang. Dengan diameter lubang antara 8mm – 10mm . Buat PCB tadi 2 keping. Kemudian Gulung tembaga foil /kuningan foil membentuk pipa sepanjang panjang dari tubing,ingat lebihkan sedikit sekitar 3-4mm untuk mengunci tubing menggunakan solder. Jika anda tidak mau repot membentuk pipa pada tembaga foil , anda dapat menggunakan pipa tembaga bekas AC (Air Conditioner) atau bekas Antena tarik/antena telescopic pada radio. Tinggal potong saja sesuai panjang Tubing . masukkan pipa tembaga yang sudah dibuat tadi ke lubang toroid feritte . Lalu tutup dengan PCB yang sudah dibuat tadi pada masing-masing mulut Tubing. Kunci dengan Solder . Pada sisi tembaga harus diluar. Salah satu tembaga pada PCB harus di pisah dengan Cutter agar terpisah. Ini digunakan untuk Pushpull pada linear amplifier, yaitu kaki Drain pada MOSFET dari linear amplifier. Nah dari sinilah lilitan sebanyak ½ lilit ini yang terbentuk dari pipa logam /tembaga yang berada didalam feritte tubing, yang membentuk huruf “ U “ . Tap pada liltan terletak pada tembaga PCB yang tidak dipisah. Untuk liltan sekunder, anda dapat menggunakan kabel serabut NYAF , yang digulung masuk ke dalam rongga pada tubing sebanyak 3-4 lilit. Nah sekarang Tubing siap digunakan. Tubing ini juga dapat digunakan untuk membuat Combiner Linear Amplifier , untuk mendapatkan daya yang besar. Selamat bereksperiment.      

 
Powered by Blogger