Senin, 02 Agustus 2010

MEMBUAT BITX YUK......


Berawal dari kejenuhan menggunakan pesawat/transceiver Built Up yaitu kita hanya sebagai obyek dari buatan Jepang,maka saya berfikir tentu tidak ada yang menarik selain Antena yang di kutak – katik.Padahal dunia elektronika khususnya di bidang radio sangat menarik .Tetapi rangkaian homebrew yang bagaimana yang memiliki kualitas yang bagus,mudah dan murah yang memiliki kepekaan (sensivitas) ,selektifitas serta kualitas hasil yang memuaskan. Saya pernah mencoba menggunakan rangkaian homebrew lama yang menggunakan IF dengan keramik filter 455 Khz,tetapi receivernya agak terlalu noise dan aligmentnya cukup sulit.Akhirnya saya tinggalkan .Kemudian saya browser pada internet,beberapa artikel HF Homebrew transceiver saya down load , saya menemukan hal yang unik yang belum saya rasakan,dan apa benar ini bisa terwujud. Pilihan saya jatuh pada BITX 20 karya dari Asshar Farhan (VU2ESE) yang menulis tentang buatannya yaitu BITX 20,anda bisa down load di websitenya http://phonestack.com/farhan/ ,yang mana sangat unik dan menarik.Karena hanya menggunakan sekitar 15 buah transistor dan 1 buah IC untuk audio amplifiernya.Untuk balance modulator dan balance mixer hanya menggunakan diode 1N4148 yang sangat popular itu. Sebelumnya saya mencoba melihat dan mendengarkan di Youtube tentang “kasaktian” transceiver ini,seperti hasil dari YD1CHS dengan BITX 80 dan beberapa rekan amatir dunia lainnya yang sudah berhasil membuat BITX .Bahkan ada beberapa situs ada yang menawarkan kit dan pcb dari BITX ini.Wah menarik banget.Saya tidak mengulas lebih detail dari BITX ini karena artikel ini juga dipaparkan secara gamblang oleh YD1CHS lewat blog beliau tentang BITX 80 .Menariknya disini konfigurasi rangkaian Bi-Directional mempergunakan transistor Eropa yaitu BC 547B jenis TUN (Transistor Universal NPN ) atau multipurpose transistor,yang notabene di sini kurang begitu popular,tetapi setelah saya cermati inilah transistor Low Noise dan harganya sangat murah,di tempat saya di Malang hanya Rp.250,- per biji,karena banyak rangkaian elektronik di Indonesia umumnya menggunakan transistor buatan Jepang.Tak ada salahnya saya mencoba rangkaian ini.Dari beberapa down load saya menemukan beberapa versi,versi 1 dan versi 3 ,yang lay outnya berbeda sedikit.Saya sarankan menggunakan versi 3 hasil penyempurnaan dari versi 1,karya dari VU3WJM. Tak ada salahnya saya coba. Berburu transistor di tempat saya tidak terlalu sulit,bahkan toko kecilpun ada.Mulailah saya membikin PCBnya yaitu dengan memfoto kopi pada mika ,lalu saya strika dan selanjutnya melarutkan PCB pada Ferrochlorida. Akhirnya jadi juga PCBnya lalu saya bor ,Dan akhirnya proses penyolderan.Tetapi masih ada yang kurang ,karena beberapa komponen di Malang tidak ada.Yang menjadi kendala adalah Kristal 10 MHz dan Balun ferit.Akhirnya saya putuskan untuk ke pasar genteng Surabaya.Saya beli Kristal sekitar 10 buah.Tidak lupa beli final Transistor yang pake MOSFET IRF 510,dengan harga RP.7500,-.Pulang ke Kepanjen dengan riang ,dengan harapan lancar karena semua sudah terbeli,sehingga proyek ini dapat berlanjut untuk di uji coba.Oscillator untuk tester Kristal saya persiapkan,dan Frequency Counter saya hubungkan.Alangkah terkejutnya saya,ternyata Kristal yang saya beli di pasar Genteng dengan harga per biji Rp.2000,00 sebanyak 10 biji itu Palsu.Saya Cek Pada Frequency Counter ternyata itu Kristal 3,579 MHz dan itu semuanya.Saya berharap rekan-rekan yang mau beli Kristal harap berhati-hati ,karena apa yang tertera pada fisik Kristal tidak cocok dengan keinginan kita.Dengan perasaan kecewa saya menunda proyek tersebut,tetapi saya masih berfikir,masak hanya karena itu proyek ini macet.Akhirnya saya punya ide,kebetulan saya punya radio CB 27 MHz merek Lafayette yang sudah usang dan rusak,tetapi Kristal filter masih ada,nah ini saya jadikan kelinci percobaan,kebetulan Kristal BFOnya juga ada. Tetapi frekuensinya 10,695 MHz ,tak apalah hanya kita rubah sedikit VFOnya, tetapi setelah saya perhatikan ,rangkaian yang ada pada CB itu hampir mirip cara kerjanya dengan BITX karya Farhan yaitu single convertion transceiver . Kristal filter ini tidak terlalu kritis dapat digunakan Kristal 8 MHz – 11 MHz ,asalkan sesuai dengan aturan dari konversi yang ada.Artinya Kristal Ladder untuk filter yang didesain harus identik frekuensinya antara Kristal satu dengan lainnya ,boleh berbeda sedikit hanya puluhan hertz saja. Juga desain frekuensi VFOnya . Saya coba mendesain Di 7 MHz,kenapa demikian,karena disitu kita memungkinkan dengan QRP power dan propagasi yang hampir kontinyu sepanjang hari ,sehingga bila radio cek ke teman amatir kapanpun lebih mudah .Mungkin kalau di 80m propagasi baik bila pagi dan sore hingga malam.Inipun boleh di coba di Band 80m seperti karya YD1CHS. Kalau kita di 14 MHz tentu kita agak sulit mencari teman untuk report Transceiver kita,karena di sana jarang sekali teman Amatir Indonesia yang bekerja pada frekuensi tersebut,kalaupun ada mungkin hanya jam-jam tertentu dan mungkin harus janjian dahulu (sked).Tetapi boleh dicoba juga pada band ini. Apalagi saya dengan tingkatan penggalang hanya boleh menggunakan band ini dari frekuensi 14.000 MHz – 14.150 MHz,tentu sulit karena yang ramai stasiun DX pada frekuensi 14.150 ke atas.Ini sebuah dilema.Akhirnya saya putuskan BITX bekerja pada band 7 MHZ atau 40 M Band. Dengan perhitungan : Frek.VFO = Frek.IF – Frek.Kerja Sehingga bila IF =10,695 MHz – 7 maka frekuensi kerja VFO adalah sekitar 3,695 MHz dengan frekuensi kerja itu maka sangat mudah menentukan Kumparan Oscillator.Saya menggunakan koker 8mm dengan kawat email 0,2 mm yang dililit sebanyak 30 lilit. Setelah itu VFO saya test dan disetting pada frekuensi tersebut dengan memutar ferit. Oh ya ada pengalaman lucu,ternyata PCB yang saya gunakan Versi 1 ,padahal Versi 3 juga ada,akhirnya saya modifikasi pcb versi 1 dengan rangkaian versi 3 ,meskipun dengan PCB yang versi 1 tidak menjadi kendala , walaupun terjadi jumper – menjumper di sana - sini.BFO saya set di 10,695 MHz pada USB,karena Kristal filternya pada 10,693,5 MHz.Ingat bandwith sekitar 1.5 KHz.Mengapa USB kita gunakanpada BFO ,karena bila Frekuensi IF lebih tinggi dari frekuensi kerja maka secara otomatis akan berubah menjadi LSB.Lain lagi bila kita menggunakan VFO dengan frekuensi 17 MHz, maka BFO harus di set pada 10,692 MHz (LSB).Anda bebas menentukan apakah menggunakan VFO lebih tinggi dari frekuensi filter atau lebih rendah dari frekuensi filter. Akhirnya soket saya tancapkan pada power supply dan berdesis ,lalu connector antenna saya hubungkan antena ,selanjutnya kita tune pada band pass filternya hingga suara terkeras dan jernih yang kita setting ,dan saya kaget suara dari teman – teman amatir luar biasa keras dan jernih,terutama dari segi noise sangat low noise.Bahkan saya dan rekan – rekan yang saya ajak untuk mengamati dan membandingkan dengan Radio saya yaitu Kenwood TS-140S,ternyata dari segi noise lebih halus BITX 40 buatan saya,dari segi sensivitas hampir sebanding ,selektivitas juga sangat bagus. Uji coba saya lakukan untuk menguji sensivitas ,yaitu pada kegiatan Nusantara Net 40 M band jam 17.00 WIB,saat itu net control stationnya YC7XC Om Dany dari Balikpapan sangat terdengar jelas pada receiver. Dimulai dari Call area 9 ,saya mendengarkan stasiun-stasiun dari Papua seperti Fak-fak,Merauke,Jayapura,sangat jelas saya terima dan dari daerah Bali,NTB,NTT juga sangat jelas terbaca 5 readability.Ini menunjukkan bahwa rakitan sendiri bisa juga sensitive lho.Berlanjut Call area 8 ,stasiun-stasiun dari All Sulawesi terdengar sangat keras,dari Makassar,Palu,Kendari,Gorontalo dan Manado terdengar Jelas. Call area 7,juga demikian.Mungkin saat itu propagasi bagus.Yang saya tunggu-tunggu pun muncul,saat Call area 6 yang meliputi daerah Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Saya mendengarkan dengan seksama,dan semua dapat terdengar dengan jelas. Bahkan YB6CA seorang net holder yang saat itu ikut net terdengar sangat jelas.Ini berlanjut Call area 5,4 ,3 ,2,1 hingga 0 juga tak luput dari pengamatan.Hanya saat Call area 3 ,terjadi skip propagasi,sehingga kecil yang dapat saya dengarkan.Tetapi sore tadi rekan-rekan Call Area 3 juga besar – besar signalnya.Dari kesimpulan dapat saya simpulkan BITX 40 ini dari Sabang samapai Merauke dapat tercover semua dengan baik.Ada perbedaan sedikit antara versi 1 dengan 3 yaitu VFO yang seri dengan kumparan Oscillator dan adanya tambahan toroid trifilar pada diode balance mixer juga Band Pass Filter yang terdapat Primer dan Sekunder.Untuk lilitan BPF saya gunakan email 0,2 mm yang digulung pada koker 8mm dengan jumlah gulungan primer 18 lilit dan sekunder 4 lilit. Sedangkan kapasitor parallel 100pf dan kapasitor serinya sebesar 10 pf.Dan frekuensinya sangat resonan pada frekuensi 7 MHz. dan penambahan transistor pada unit penguat IFnya.Kemudian saya coba transmit ,tetapi belum pada tingkat Buffer dan Final,hanya exiter saja.Coba saya dengarkan di radio TS 140 S saya luar biasa suaranya enak ,treble dan linear sekali.Akhirnya saya berniat membikin rangkaian penguat RF seperti desain Farhan. Untuk transistor driver saya gunakan 2N2219A karena kebetulan saya punya bekas CB Homebrew dulu masih tersimpan. Dan final IRF 510. Setelah saya rakit dan bias tegangan di set di 3 Volt.Tegangan catu pada Drain 13,8 Volt .saya cek di SWR hanya 1 watt maksimum. Coba saya dengarkan pada pagi hari saat itu di frekuensi ada YB0MF Om Fahmi di Jakarta. Saya masuk eh ternyata diterima meskipun kecil.Alhamdulillah ternyata homebrew saya berhasil.Saya berusaha menyempurnakan dengan penguat mic yang saya adopsi dari PY2OHH amatir Brasil yang mengupas juga tentang BITX40-homebrew. Mungkin karena kecerobohan saya,terlalu besar saya putar trimpot bias gate IRF 510 akhirnya IRF 510 saya rusak. Wah bagaimana ini,ada ide coba saya ganti dengan IRFZ44 yang banyak di jual. Dan saya cek bisa keluar 4 Watt. Wah sudah lumayan untuk QRP ini.Akhirnya saya mencoba QSO dengan beberapa stasiun di berbagai kota . Seperti pada logsheet saya berikut ini.
DATE UTC CALL RST FREQ. OPERATOR QTH
23-7-2010 08:30 YC3TB/2 5/8 7.062,5 HERMANTO REMBANG
23-7-2010 08:33 YC2RUU 5/9 7.062,5 SULARSO PEMALANG
23-7-2010 08:38 YB3GOG 5/9 7.062,5 ISMU SURABAYA
23-7-2010 08.49 YD9BGD 5/9 7.062.5 GEDE SINGARAJA
23-7-2010 08:55 YB2UUI 5/9 7.062,5 ZAMZAMI SLEMAN
23-7-2010 09:24 YC7NUH 5/5 7.050 PUR MARTAPURA
23-7-2010 09:30 YC7NPK 5/5 7.050 BAHDAR AMUNTAI
23-7-2010 09:44 YB30B 4/5 7.065 DJANET DAMPIT
23-7-2010 09:46 YB2UJY 5/9 7.065 BUDI YOGYAKARTA
23-7-2010 10:00 YC2TDP 5/3 7.065 TOTOK REMBANG
23-7-2010 10:03 YC7NRF 3/3 7.065 RIMBA TAPIN
23-7-2010 11.02 YB1HDL 5/9 7.070 HARDI BANDUNG
23-7-2010 23:16 YC8UKJ 5/3 7.055 TAHIR GORONTALO
23-7-2010 23:40 YC7IAJ 5/1 7.070 LUKAS MARABAHAN
24-7-2010 05:53 YC2JVX 5/9 7.070 DARMOKO SEMARANG
24-7-2010 10:00 YC3CIP 5/9 7.065 ADI SUCIPTO SINGOSARI
24-7-2010 23:15 YC8KJN 5/3 7.055 JAIZ KENDARI
25-7-2010 00:36 YC7IAJ 5/3 7.070 LUKAS MARABAHAN
25-7-2010 00:39 YC2LRR 5/3 7.070 HENDRO SOLO
25-7-2010 01:38 YC2IRE 5/9 7.070 SUBUWONO CEPU
25-7-2010 01:56 YB2UJY 5/7 7.070 BUDI YOGYAKARTA
25-7-2010 02:08 YC2UBE 5/9 7.045 NOVI SLEMAN
25-7-2010 02:11 YD3VJZ 5/5 7.045 TOTOK KARANG KATES
25-7-2010 02:29 YC9BEC 5/9 7.045 WAYAN GIANYAR
26-7-2010 08:30 YD2MAL 5/7 7.060 KAMAL PURWOREJO
31-7-2010 07:00 YD3RNM 5/9 7.065 WILLY BANYUWANGI

Ada yang menarik saat saya berQSO dengan YB2UJY Pak Budi dari Yogya,beliau mencoba menurunkan daya dari Barefoot ke QRP dengan daya 4 Watt ,saya terima beliau masih 5/8 – 5/9 dan beliau turunkan lagi menjadi 0,5 watt saya pun masih bisa mendengar beliau dengan 5/5,padahal antenna saya saat itu ngejeplak sekitar 2 :1 pada SWR. Saya mencoba ber QSO dengan BITX 40 ini dengan antenna Dual band 40m&80m Inverted V menggunakan trap coil .Ketinggian feed point antenna 12 meter dari tanah. Pada saat peresmian sekretariat ORARI lokal Malang Raya tanggal 10-11 Juli 2010 saya bertemu dengan YB8VK Om Khalik dari Ambon – Maluku ,saya ceritakan tentang BITX tersebut,akhirnya beliau tertarik dan datang ke rumah untuk melihat rangkaian yang saya bikin,dan beliau antusias terhadap BITX ini,karena low noise dan murah. Dan beberapa teman di Malang juga ingin mencoba rangkaian BITX buatan Farhan ini.Itulah sekelumit pengalaman saya membuat BITX 40.Memang ada beberapa kelemahan dari BITX ini seperti pada ulasan YD1CHS pada blog beliau,salah satunya adalah tanpa menggunakan AGC ( Automatic Gain Control ) sehingga apabila menerima signal kuat maka terdengar keras pada speaker,tetapi dari hasil yang saya dapatkan tidak begitu signifikan dalam hal ini,terbukti saya enjoy menggunakan BITX 40 ini untuk QSO. VFO yang masih konvensional,membuat mudah bergeser, mungkin dapat disempurnakan menggunakan VFO pakai FET ,menggunakan PLL atau FLL ,Huff & Puff bahkan DDS sehingga stabilitas dapat terjaga. Kelebihannya banyak sekali selain minimnya inductor sehingga penyetelannya lebih mudah, komponen murah dan mudah di dapat ,juga mudah di buat.Yang terpenting performa transceiver ini bagus. Mungkin rekan – rekan tertarik membuat project ini,saya sarankan tentukan dulu frekuensi kerjanya.Ini bisa bekerja di Band HF manapun,atau di buat multi band asal Band Pass Filter dan VFO ( Variable Frequency Oscillator ) yang sesuai .Atau mungkin juga dapat di modifikasi dengan member AGC,s- meter ataupun dengan QRO power sehingga daya lebih besar.Sesuai dengan kreasi anda.CUAGN 73 de YC3LVX

3 komentar:

self-publisher mengatakan...

wah postingan yang amat menarik nih pak yc3lvx, yang saya mau tanyakan adalah masalah antennanya. gimana solusinya bagi lahan yang terbatas?

srundenggosong mengatakan...

Jadi ingat 4 tahun yang lalu,...gagal maning 2x karena gak punya freq. counter.
x-tal: 3,579Mhz
vfo: 3,421Mhz
freq. kerja kan bisa di 7 Mhz,...mungkin.
PF dach.

Edi Purnomo.Jakarta Timur mengatakan...

saya tertarik dengan uraian ini.saya juga punya pengalaman dengan filter 455 dan sudah berhasil muncul di freg 11.415,,saya pingin mencobanya,penasaran kalau ada hal yang baru sama dengan mas yoke...boleh ya mas..saya mau pesan PCBnya mas apa masih tersedia,,satu set sampai liniernya plus ongkos kirimnya berapa ya,,,

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger