My Profile
Anggota ORARI Lokal Malang tahun 2004 dengan Call Sign : YC3LVX, Anggota RAPI Lokal Kepanjen tahun 1998 dengan Call Sign : JZ13EVE, dan Anggota DXClub 11 M tahun 2010 dengan Call Sign : 91RSN1201
BITX Transceiver
Rangkaian HF Transceiver karya Farhan yang sangat populer ini meski sederhana, tetapi kemampuannya luar biasa. Receivernya sangat peka dan Transmitternya sangat baik.
Stand by
Saya selalu stand by pada frekuensi 3.860 MHz , 27.305 MHz, pada band 2 M : 145.460 MHz , dan 142. 200 , serta pada mode digital PSK 31 frek 14.070 MHz dan 21.070 MHz.
Jumat, 11 November 2011
Selasa, 27 September 2011
MEMASANG FLL PADA BITX
08.03
yoke electronics



Terinspirasi Dari QRP Transceiver yang dilansir oleh amatir radio Inggris yaitu MKARS 80 yang cukup popular,dan sudah ada kitnya.Setelah saya perhatikan ternyata rangkaian MKARS 80 itu sama persis dengan BITX transceiver,memang pada artikelnya G6ALU terinspirasi oleh BITX karya Farhan.Ada beberapa modifikasi pada rangkaian MKARS yaitu terdapat display frekuensi dan rangkaian stabilized oscillator.dari sini saya terobsesi untuk menerapkan beberapa rangkaian dari MKARS 80 pada BITX. Kelemahan utama dari BITX transceiver adalah kesetabilan oscillator yang mudah bergeser.Ini membuat tidak nyaman bagi operator maupun lawan bicara,karena selalu memutar pergeseran frekuensi saat QSO.Pada rangkaian MKARS 80 terdapat 1 chip IC mikrokontroller PIC 16F818 sebagai rangkaian yang dikenal dengan FLL (Frequency Locked Loop). Tetapi IC tersebut tentunya agak sulit dicari dan file HEXnya pun kita tidak tahu,karena memang branded dari MKARS itu sendiri. Saya mencoba browser di internet mungkin ada alternative lain tentang FLL.Alhamdulillah saya menemukan rangkaian FLL karya IK3OIL ,dimana rangkaian FLL ini menggunakan IC microcontroller PIC 16F628 sebagai pengendali utama dari FLL. Sebetulnya rangkaian FLL itu sendiri adalah mirip dengan huff puff .Hanya terdapat display frekuensi.Ada beberapa metoda yang digunakan agar frekuensi stabil yaitu : VXO (Variable Frequency Oscillator),PLL,DDS (Direct Digital Synthesizer),huff puff dan yang kita bahas saat ini FLL.Sebetulnya FLL adalah gabungan dari huff puff dan frekuensi counter .Dari beberapa rangkaian penstabil frekuensi ada kelebihan dan kelemahannya,tetapi ini tidak kita bahas.Yang jelas dengan adanya rangkaian FLL ini adalah solusi baru bagi rekan – rekan homebrewer.Keistimewaan yang lain dari FLL karya IK3OIL ini adalah cukup membuat pengendali frekuensinya saja,meskipun rangkaian aslinya terdapat VFOnya,tetapi kita dapat mempergunakan VFO aslinya pada BITX transceiver,hanya sedikit modifikasi yaitu mengganti resistor 10K sejumlah 2 buah pada pembagi tegangan basis Q5 pada oscillator diganti 47K .Serta menambah resistor 1 buah yaitu 100K,capasitor 10pfdan 100nf serta diode zener 33Volt seperti pada gambar.Oh ya pada rangkaian MKARS 80 ternyata pengendali FLLnya menggunakan diode zener 33V sebagai pengganti diode varactor.Kita tahu diode varactor cukup sulit didapat dan harganya juga agak mahal.Apalagi di tempat saya sulit mencari diode varactor.Dengan diode zener mudah didapat dan yang penting murah.Ini juga merupakan keistimewaan FLL ini.
Saya menemukan kesulitan saat mencari PIC 16F628,yang ada PIC 16F628A ,tetapi tidak ada salahnya saya coba.Setelah saya rangkai ternyata FLL saya agak rewel padahal programmer icnya sudah benar,Rekan-rekan bisa down load untuk skema,gambar lay out pcb dan file hexnya di webnya di http://www.9h1lo.net/fll.php disitu ada skema gambar PCB serta file hexnya sekali.Kembali ke topic ,imana ya caranya agar berjalan normal,setelah saya selidiki ternyata pada kaki IC yang berhubungan dengan xtal 4 MHz tegangan terlalu kecil,mungkin karena saya memakai PIC 16F628A itu barangkali. Akhirnya saya putuskan menggunakan external oscillator, untuk rangkaian external oscillator pada gambar.Dan setelah saya coba hasilnya sangat mengagumkan,saat awal FLL dihidupkan , lampu LED akan menyala selama 30 detik,dan apabila menyala berarti belum mengunci(UNLOCKED) ,bila padam mengunci(LOCKED). Lampu menyala selama 30 detik selanjutnya padam (kondisi terkunci) ,tetapi bila frekuensi kita geser dengan memutar Varco maka led menyala sekitar 0,5 detik lalu padam yang berarti mengunci frekuensi yang kita pindah tadi.Pada rangkaian FLL terdapat tombol SET dan tombol UP ,SET yaitu mengeset selisih IF ,ada beberapa tampilan angka 8 digit untuk selisih,misalkan kita menggunakan BITX dengan IF 10 MHz maka kita set 010.000.00 setelah selesai kita set dengan selisih frekuensi ,ada beberapa pilihan yaitu IF-VFO,VFO-IF,VFO+IF ,untuk band 80m kita pilih IF-VFO sehingga tampilan display akan tampil 3.800.00 karena pengurangan IF 10MHz – 6,2 MHZ (VFO) hasinya 3,8MHz.Kemudian ada menu Lock set yaitu batas range minimum pergeseran (drift) antara 20Hz-100Hz.seting pada 20Hz.Untuk mengubah nilai selisih kita hanya menekan tombol UP,karena tombol DOWNnya tidak ada,jadi tombol UP bila kita tekan terus akan berubah dari 0-9 dan kembali lagi.Setelah saya coba di beberapa rangkaian BITX ,yaitu pada frekuensi 80M,40M dan 11 MHz semuanya normal.Ada beberapa kesulitan mencari transistor 2N2369 tetapi rekan-rekan bisa mencoba pakai 2SC930 atau persamaan lainnya lain. Rangkaian FLL ini tidak menutup kemungkinan dipasang di radio Channel seperti pada Yaesu FT 180A,Furuno,Kachina ,AEL atau bahkan transceiver homebrew yang lain.Selain tampilan yang menawan juga kestabilan frekuensi bisa diandalkan, dan yang penting biaya murah. Selamat mencoba…
Saya menemukan kesulitan saat mencari PIC 16F628,yang ada PIC 16F628A ,tetapi tidak ada salahnya saya coba.Setelah saya rangkai ternyata FLL saya agak rewel padahal programmer icnya sudah benar,Rekan-rekan bisa down load untuk skema,gambar lay out pcb dan file hexnya di webnya di http://www.9h1lo.net/fll.php disitu ada skema gambar PCB serta file hexnya sekali.Kembali ke topic ,imana ya caranya agar berjalan normal,setelah saya selidiki ternyata pada kaki IC yang berhubungan dengan xtal 4 MHz tegangan terlalu kecil,mungkin karena saya memakai PIC 16F628A itu barangkali. Akhirnya saya putuskan menggunakan external oscillator, untuk rangkaian external oscillator pada gambar.Dan setelah saya coba hasilnya sangat mengagumkan,saat awal FLL dihidupkan , lampu LED akan menyala selama 30 detik,dan apabila menyala berarti belum mengunci(UNLOCKED) ,bila padam mengunci(LOCKED). Lampu menyala selama 30 detik selanjutnya padam (kondisi terkunci) ,tetapi bila frekuensi kita geser dengan memutar Varco maka led menyala sekitar 0,5 detik lalu padam yang berarti mengunci frekuensi yang kita pindah tadi.Pada rangkaian FLL terdapat tombol SET dan tombol UP ,SET yaitu mengeset selisih IF ,ada beberapa tampilan angka 8 digit untuk selisih,misalkan kita menggunakan BITX dengan IF 10 MHz maka kita set 010.000.00 setelah selesai kita set dengan selisih frekuensi ,ada beberapa pilihan yaitu IF-VFO,VFO-IF,VFO+IF ,untuk band 80m kita pilih IF-VFO sehingga tampilan display akan tampil 3.800.00 karena pengurangan IF 10MHz – 6,2 MHZ (VFO) hasinya 3,8MHz.Kemudian ada menu Lock set yaitu batas range minimum pergeseran (drift) antara 20Hz-100Hz.seting pada 20Hz.Untuk mengubah nilai selisih kita hanya menekan tombol UP,karena tombol DOWNnya tidak ada,jadi tombol UP bila kita tekan terus akan berubah dari 0-9 dan kembali lagi.Setelah saya coba di beberapa rangkaian BITX ,yaitu pada frekuensi 80M,40M dan 11 MHz semuanya normal.Ada beberapa kesulitan mencari transistor 2N2369 tetapi rekan-rekan bisa mencoba pakai 2SC930 atau persamaan lainnya lain. Rangkaian FLL ini tidak menutup kemungkinan dipasang di radio Channel seperti pada Yaesu FT 180A,Furuno,Kachina ,AEL atau bahkan transceiver homebrew yang lain.Selain tampilan yang menawan juga kestabilan frekuensi bisa diandalkan, dan yang penting biaya murah. Selamat mencoba…
Rabu, 27 Juli 2011
PCB BITX WAJAH BARU
08.42
yoke electronics
PCB BITX TRANSCEIVER DENGAN WAJAH BARU
Begitu banyak antusiasnya rekan-rekan Amatir radio dan Homebrewer maka kami menampilkan wajah baru untuk PCB BITX transceiver.Tata lay out tetap hanya ada sedikit revisi masalah komponen,yang disesuaikan dengan beberapa modifikasi dari beberapa rekan Amatir Radio. Terdapatnya beberapa kesalahan nilai komponen maka membuat para Homebrewer menjadi bertanya-tanya ,kok tidak sama antara PCB dengan skema.Untuk nilai disini sudah kami revisi ,ada beberapa perubahan nilai komponen pada bagian Audio dan balance modulator.VR 100Ω,dan PCB menggunakan masking sehingga mudah dalam penyolderan dan
hasilnya lebih baik.Sengaja kami blok lay out PCB atas dengan warna hijau agar tambah lebih bagus dan nilai komponen lebih jelas,dari PCB yang sebelumnya. Untuk lapisan PCB pada jalur masih menggunakan silver plate atau berlapis perak untuk memudahkan dalam penyolderan komponen.Untuk harga dari PCB ini tidak naik atau berubah,meskipun kualitas PCB lebih baik dan warna PCB yang berubah menjadi cantik ,dan 1 set PCB beserta PCB Linear Amplifiernya.Untuk pemesanan PCB BITX diatas dapat menghubungi :
Yoke Kurnia
Jl.KH.Ahmad Dahlan No.76
Kepanjen – Malang 65163
JAWA - TIMUR
Contact Person: 081555780604
E mail : yb3lvx@gmail.com atau inbox pada Face Book : Yoke Kurnia
Rekening : Bank MANDIRI KCP Malang Suprapto
No: 144-00-0574414-6
Rekening : Bank BNI cabang Malang
No: 121173840
a/n Yoke Kurnia Dewanto
Rekening : Bank BNI cabang Malang
No: 121173840
a/n Yoke Kurnia Dewanto
Sabtu, 18 Juni 2011
BITX LINEAR AMPLIFIER VER.2
12.35
yoke electronics


Banyaknya keluhan rekan-rekan Amatir Radio atau hobies Elektronika dalam merakit BITX Transceiver,terutama pada bagian linear Amplifier.Pada waktu ulasan yang lalu diulas tentang Push Pull linear amplifier menggunakan IRF250,tetapi banyak kesulitan terutama bagi pemula.Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas sedikit tentang BITX linear amplifier dengan system single ended yang lebih mudah.Rangkaian ini merupakan sedikit modifikasi dari linear amplifier BITX yang sudah publikasikan oleh amatir India VU3WJM.Tetapi ada kesulitan tentang kumparan yang menggunakan toroid dan IC regulator menggunakan LM317,serta switching pada TX dan RX.Pada rangkaian yang kami ulas ini sedikit modifikasi yaitu pada regulator kami tambahkan transistor daya untuk penguat arus.Regulator menggunakan transistor jenis PNP ,MJ2955 dan IC LM7812 yang dikonfigurasi sebagai penguat arus atau system penyondol tegangan. Sehingga tegangan dan arus tetap stabil saat transmitter atau receiver.Untuk tegangan dari transistor Final Amplifier menggunakan tegangan 24 Volt,sehingga cukup kuat untuk menggerakkan IRF 530.Penguat linear terdiri dari 3 tingkat.Tingkat 1 menggunakan transistor 2SC710 atau ekuivalennya .Tingkat 2 menggunakan transistor BD135 atau bisa menggunakan BD139,dan tidak menutup kemungkinan menggunakan transistor jenis lainnya.Output dari BD 135 cukup kuat mendorong MOSFET IRF530.Untuk final amplifier bisa menggunakan jenis MOSFET lain seperti IRF510,IRF520 dan sebagainya.Untuk LOW PASS FILTER sengaja kami gunakan koker 8mm karena di Indonesia cukup banyak dan sangat popular.Semua terminal ke exiter menggunakan socket sehingga mempermudah dalam penyetelan .Untuk desain yang kami tampilkan pada band 80m (3.5-3.9MHz) karena lebih mudah dalam pembuatan.Untuk L3 sengaja tidak menggunakan toroid karena memang agak susah mencari toroid.Maka digunakan ferrite bekas spul antenna radio AM/MW yang sudah tidak dipakai lagi.Bisa cari di pasar loak atau took yang masih menjual ferrite batangan.Untuk toroid pada buffer dan driver menggunakan bekas toroid lampu hemat energy.Rangkaian ini dapat dikembangkan ke band-band amatir dan non amatir yang lain,seperti di 40m,20m ,15m atau juga di 11.415MHz.Hanya tinggal merubah Low Pass Filter yaitu lilitan dan capasitornya.Untuk trafo,diode bridge dan capasitor filter letaknya di luar PCB.Daya yang dihasilkan linear amplifier ini sekitar 20 Watt.Jangan lupa memasang pendingin pada final amplifier , IC regulator tegangan dan transistor regulator.Jumper tanda X dihubungkan dengan X yang laindengan kabel.
Selamat mencoba de YC3LVX
Selasa, 07 Juni 2011
PLL BITX Transceiver
08.58
yoke electronics



Banyaknya keluhan rekan-rekan penggemar BITX ,seringnya bergeser(drift) VFO karena banyak sebab ,seperti perubahan suhu pada capasitor dan sebab lain.Untuk itu perlu adanya PLL (Phase Locked Loop) sehingga fekuensi tidak bergeser.Desain PLL ini cukup mudah di buat dan komponen mudah diperoleh.Menggunakan IC TC 5081, TC5082 dan TC 9122 buatan toshiba.Desain ini saya ambil dari Buku paket Bimbingan Amatir Radio yang diulas oleh YB0USJ (Alm.Bpk Sunarto) tetapi untuk IF 10,7Mhz.Disini kita modifikasi untuk IF 10Mhz yang digunakan untuk BITX . IC TC 5082 merupakan pembagi 1024 sehingga xtal 10,240Mhz dibagi 1024 hasinya 10KHz. Output dari IC 5082 dibagi lagi oleh IC 4017 sehingga dihasilkan 1KHz. Selanjutnya masuk ke comparator . Dari comparator membandingkan frekuensi referensi dengan frekuensi pembagi.Apabila frekuensi sama dan phasa berbeda maka comparator akan menghasilkan tegangan DC yang stabil dan mengunci frekuensi.IC TC9122 merupakan IC Devider yang merupakan pembagi yang akan dihubungkan dengan Thumb Wheel Switch.VCO bekerja pada 13-14 MHz. Selisih antara frekuensi pembangkit kristal dan VCO diumpankan ke Devider IC TC9122 selanjutnya baru masuk ke Comparator.Pembangkit VCO menggunkan IC TA 7310 yaitu merupakan IC oscilator yang populer sering digunakan pada radio CB 27 MHz.
Pada BITX menggunakan IF sebesar 10 MHz ,maka bila output PLL sebesar 13-14 MHz maka frekuensi kerja pada band 80m. Contoh misal PLL pada 13.860 Mhz-10.000 = 3.860 Mhz (80m)
pada thumb wheel switch akan menunjukkan 860 pada dial.
Selamat mencoba de YC3LVX
Pada BITX menggunakan IF sebesar 10 MHz ,maka bila output PLL sebesar 13-14 MHz maka frekuensi kerja pada band 80m. Contoh misal PLL pada 13.860 Mhz-10.000 = 3.860 Mhz (80m)
pada thumb wheel switch akan menunjukkan 860 pada dial.
Selamat mencoba de YC3LVX
Rabu, 25 Mei 2011
CARA MEMBUAT KUMPARAN TRIFILAR DARI BEKAS TOROID LAMPU HEMAT ENERGI
10.15
yoke electronics





MEMBUAT KUMPARAN TRIFILAR DARI BEKAS TOROID LAMPU HEMAT ENERGI
Banyaknya keluhan rekan-rekan penggemar elektronika khususnya dalam bidang amatir radio yang merakit BITX transceiver.Karena berbagai sebab,mungkin tidak menemukan ferit hidung babi (binocular) bekas balun TV.Ada alternative lain yang dapat digunakan,dan ini mudah carinya,terutama barang bekas.Yaitu dengan memanfaatkan toroid pada kumparan yang terdapat di lampu hemat energy.Tentunya lampu yang kita gunakan sudah rusak atau tidak terpakai lagi.Dan bekas lampu hemat energy ini banyak dijumpai dimanapun,dari ukuran kecil hingga watt besar,karena efisien dan cahaya yang dihasilkan lebih terang serta awet tentunya.Kita bisa memanfatkan bekas toroid dari rangkaian lampu hemat energy (energy saver lamp) untuk membuat kumparan trifilar. Caranya buka lampu dan temukan rangakaian elektroniknya di dalam.Maka akan terlihat kumparan pada cincin toroid yang dililit kabel 3 warna,lepas kabel tersebut dan ambil toroid cincinnya yang berdiameter 1 Cm tersebut dan gulung dengan menggunakan kawat email 0,4 milimeter yang dirangkap 3 untuk kumparan trifilar.Gulung sebanyak 8 lilit. Dan sambung ujung satu dengan yang lain seperti gambar pada posting yang lalu . Dari pengalaman yang saya peroleh,ternyata induksi dari kumparan trifilar toroid cincin bekas lampu hemat energi lebih baik dari ferit hidung babi dari bekas balun TV ! Dan beberapa teman sudah mencoba dengan toroid bekas lampu hemat energy digunakan pada BITX transceiver di band 80m dengan hasil memuaskan baik Transmitter maupun Receivernya.
Selamat mencoba…………de YC3LVX
Selamat mencoba…………de YC3LVX
Selasa, 03 Mei 2011
BIKIN BITX DI FREKUENSI 11,415 MHz
11.46
yoke electronics

Bikin BITX di frekuensi 11,415 ? Bisa kenapa tidak. kebanyakan teman-teman RAPI ataupun pengguna frekuensi ini kebanyakan memakai All band transceiver kalau tidak mereka gunakan radio CB yang di modifikasi menjadi frekuensi 11,415 MHz. Tetapi bagaimana ya kalau bikin khusus transceiver pada band ini. BITX transceiver adalah solusinya.Disamping biaya yang murah ,kualitas gak kalah dengan CB atau radio lainnya.Ini sudah kami buktikan dengan BITX pada band 26m atau frekuensi 11,415 MHz.cara perakitannya cun juga lebih mudah ,terutama pada bagian kumparan BPF dan oscillator. Untuk IF menggunakan kristal filter 10 MHz maka VFO menggunakan kumparan spul oscilator AM/MW di set pada frekuensi 1,400-1,450 MHz. Pada percobaan ini saya gunakan kristal filter 8 MHz ,sehingga VFO di set pada frekuensi 3,400-3,450 MHz. Sehingga dapat dihitung Frekuensi kerja =Frekuensi IF + Frekuensi VFO . Contoh : VFO = 3,415 MHz + 8 MHz (IF) = 11,415 Mhz.Untuk BFO di set pada USB yaitu pada 7,9985 MHz. Dengan daya 8 watt saya dapat berkomunikasi dengan rekan-rekan di band ini.Untuk pembuatan band pass filter tanpa menggulung kumparan,cukup menggunkan IF FM 10,7 MHz warna biru ,yang banyak dijual.Tetapi kita harus membuang dulu capasitor aslinya yang sebesar 80-82pF (letaknya di bawah kumparan). kemudian kita paralelkan kumparan tersebut dengan capasitor 68pF.untuk pembuatan BPF bisa dilihat pada posting blog yang lalu. dengan BITX ini maka radio CB dapat terhindar dari modifikasi ke band 11,415 MHz. Biarkan Radio CB tetap pada frekuensi asilnya di 26,965-27,405 MHz. Kerena pada band 11m masih tetap banyak peminatnya,dan resmi menjadi frekuensi RAPI.Tetapi karena propagasi yang kurang bersahabat pada band 11m ini ,sehingga banyak yang memutuskan untuk berbondong-bondong dimodifikasi ke frekuensi 11,415 Mhz. sayang.......Mudah-mudahan BITX transceiver ini dapat dijadikan solusi bagi para homebrewer untuk mencoba bekerja pada band ini. Dengan biaya yang murah dan mudah ,para pecinta elektronika dapat mencoba membuat BITX di frekuensi 11,415 Mhz. Selamat mencoba.........
Yoke /JZ13EVE
Yoke /JZ13EVE








