Anggota ORARI Lokal Malang tahun 2004 dengan Call Sign : YC3LVX, Anggota RAPI Lokal Kepanjen tahun 1998 dengan Call Sign : JZ13EVE, dan Anggota DXClub 11 M tahun 2010 dengan Call Sign : 91RSN1201
BITX Transceiver
Rangkaian HF Transceiver karya Farhan yang sangat populer ini meski sederhana, tetapi kemampuannya luar biasa. Receivernya sangat peka dan Transmitternya sangat baik.
Stand by
Saya selalu stand by pada frekuensi 3.860 MHz , 27.305 MHz, pada band 2 M : 145.460 MHz , dan 142. 200 , serta pada mode digital PSK 31 frek 14.070 MHz dan 21.070 MHz.
BTIX 40 karya saya
Ini adalah karya saya. Pernah saya gunakan untuk berkomunikasi dengan signal 5/9 dengan Teman Amatir di Medan, Sumatera Utara hanya dengan daya 5 watt.
Saya seorang muslim
Saya hanya berpedoman pada 2 hal, yakni : Al-Qur'an dan Al-Hadist. Motto hidup saya : Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga ke liang lahat.
Di sini akan saya share instalasi pemasangan antara exiter BITX SPECTRA 40 dengan rangkaian LINEAR AMPLIFIER . Untuk kabel pada Power Control bisa anda gunakan kabel pita/ kabel pelangi yang terdiri beberapa puluh helai , ambil saja 4 helai untuk Power Control. Pada port Power control terdapat tulisan R T V O yaitu maknanya R = Tegangan pada saat RX atau receive , T = Tegangan pada saat TX atau transmit, V = tegangan utama atau tegangan 12 -13,8Volt kontinyu saat TX maupun RX , 0 adalah tegangan negatif atau ke Ground port Power Control harus terhubung pada port pada linear amplifier yaitu R ke R , T ke T , V ke + dan 0 ke G (Ground). Tidak harus menggunakan kabel pita / pelangi tapi bisa menggunakan kabel biasa dan usahakan jangan terlalu panjang , ambil saja sekitar 15 - 25 Cm sudah cukup. Perlu di cek jumper pada PCB exiter juga ada yang harus disambung , yang ditandai dengan huruf A,B,C dan E , lho D nya kemana , D tidak saya sebutkan , karena komponen diode juga menggunakan huruf D , sehingga gantinya adalah huruf E , hubungkan dengan kabel antara A ke A , B ke B , C ke C dan E ke E , pastikan semua jumper tersebut tersambung. Pada exiter juga terdapat port RX ant yaitu antena untuk receive , port out P.A yaitu output yang menuju ke RF Power Amplifier atau linear amplifier , port S-mtr untuk menambah Signal meter disini dapat digunakan VU meter atau s meter bekas radio CB. Port speaker untuk menghubungkan ke Loud Speaker. Potensiometer VOLUME dan FINE TUNE bisa dipasang pada PCB maupun dengan hubungan kabel. Tetapi untuk VARCO ( VARIABLE CONDENSATOR) alangkah baiknya tersolder di PCB agar tidak timbul capasitansi liar jika disambung kabel.Untuk MIC bisa digunakan kabel scherm agar tidak timbul dengung. Pastikan semua terinstalasi seperti pada Gambar . SELAMAT MENCOBA
FOTO EXITER SETELAH DIRAKIT
INSTALASI EXITER BITX SPECTRA DENGAN LINEAR AMPLIFIER
INSTALASI BITX SPECTRA DENGAN LINEAR AMPLIFIER 20W
INSTALASI BITX SPECTRA 40 DENGAN LINEAR AMPLIFIER PUSH PULL 100W
BITX SPECTRA 40
Sekian lama saya tidak posting project baru , maka pada kesempatan setelah lebaran ini saya akan mengulas tentang BITX SPECTRA 40 yang memiliki banyak keunggulan dibanding BITX sebelumnya . BITX SPECTRA merupakan singkatan dari S= Simple P=Project E= Easy C = Cheap with Ceramic Resonator TRA= Transceiver dan 40 adalah band kerja di 40 meter band atau 7MHz . Ya rangkaian ini diilhami dari video youtube si maestro Homeberewer Australia VK3YE yaitu PETER yang mengulas tentang oscillator dengan menggunakan Ceramic Resonator. Secara fisik nanti saya tunjukkan bagaimana bentuk Ceramic resonator tersebut. Saat ini saya bahas bagaimana kelebihan dari BITX SPECTRA tersebut , diantaranya yaitu : VFO menggunakan Ceramic resonator yang cukup stabil dan harga yang murah , AGC menggunakan transistor dengan kemampuan yang handal dan dilengkapi dengan S- meter , tersedia port jika menggunakan oscillator external seperti DDS atau PLL , dapat digunakan mode LSB (Lower Side Band) dan USB (Upper Side Band) atau hanya cukup pada satu mode yaitu LSB aja. Support untuk Digital Mode seperti RTTY , PSK31 dan FT8 yang cukup popular, dan yang tidak kalah penting yaitu biaya pembuatan rangkaian ini cukup murah dengan hasil yang memuaskan, selain itu komponen yang mudah untuk dicari. Secara umum system kerja pada BITX SPECTRA ini seperti halnya BITX3H , akan tetapi pada AGC dan BFO serta VFO mengalami perubahan. Pada project ini VFO onboard dan tidak terpisah seperti halnya BITX3H karena menggunakan CR (Ceramic Resonator) sehingga tidak begitu terpengaruh dengan lingkungan komponen seperti halnya menggunakan Coil (lilitan). Lalu bagaimana ide menggunakan CR ini diterapkan pada BITX. Sebetulnya pada postingan beberapa tahun yang lalu sudah pernah saya ulas BITX menggunakan xtal microcontroller 11.0592 Mhz dengan frekuensi hanya 1 Channel , karena menggunakan xtal oscillator 4 MHz, sehingga jika diterapkan maka terjadi pengurangan yaitu 11.0592 – 4 = 7.0592 MHz , jika xtal 4 Mhz di geser trimmernya maka didapat frekuensi 7.060 Mhz yang cukup banyak penggunanya pada frekuensi amatir tersebut. Akan tetapi untuk bergeser pada frekuensi lain maka tidak bisa di geser terlalu lebar. Nah solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan CR ( Ceramic Resonator). Namun apakah CR tersebut , CR (Ceramic Resonator) secara symbol dan strukturnya sama atau mirip seperti Xtal atau Crystal akan tetapi biasanya CR atau ceramic filter digunakan untuk penerima radio AM ,FM dan TV pada bagian IF ( Intermediate frequency) seperti halnya radio FM , menggunakan CR sebesar 10,7 MHz atau pada radio AM sebesar 455kHz , IF TV sebesar 5,5 MHz dan lain sebagainya. Umumnya pada IF radio dan TV memiliki kaki 3 sehingga sulit untuk dipakai untuk oscillator . nah yang dapat dipakai yaitu kaki 2 yang sering terdapat pada TV atau telepon atau bahkan remote TV . Tentunya dengan fekuensi yang berbeda-beda. Kembali ke topic oscilator dengan CR . Rangkaian oscillator CR persis seperti pada oscillator BITX20 yang menggunakan lilitan , akan tetapi lebih sederhana , karena cukup terhubung dengan varco aja, oh iya jika anda masih memiliki PCB BITX20 tidak ada salahnya dicoba dengan menggunakan oscillator CR karena cukup melepas lilitan/coil saja , tentunya xtal filternya tidak lagi menggunakan 10MHz , tetapi gunakan 11.0592 MHz. Performa dari Oscilator CR ini cukup lebar. Penulis mencoba dengan varco AM/FM , yang digunakan pada AM nya ,jika terukur sebesar 150pF maka didapatkan range sekitar 7.000 batas bawah dan 7.150 pada batas atas , tentunya jika menggunakan varco yang lebih besar misalkan 250pF didapatkan range yang lebih besar tentunya , pernah rekan mencoba dengan varco sekitar 300pF maka didapat range sekitar 200 – 230 kHz. Kalau kita search di google maka CR strukturnya mirip dengan xtal yaitu terdiri dari gabungan L , C dan R ,sehingga jika kita ukur dengan Ohm meter maka tidak seperti lilitan yang terhubung namun seperti hanya crystal. Pengujian rangkaian oscillator , saya mencoba oscillator tentunya dengan mengukur sinyal dengan Oscilloscope dan Spektrum analyzer yang saya uji di Lembaga pelatihan Guru , di VEDC ( Vocational Education Development Center ) atau PPPPTK –BOE Malang,kebetulan sahabat saya pak Wid (YC3LVE) pengajar di VEDC malang , saya minta bantuan beliau untuk melihat bentuk gelombang dan harmonisa yang terjadi jika kita menggunakan oscillator CR , secara umum cukup memuaskan , bentuk gelombang SINUS dan harmonisa yang kecil , sehingga cocok untuk homebrew transceiver berkonsep murah namun kualitas yang bagus. Uji coba rangkaian , setelah saya desain , maka tinggal di uji hasilnya , ternyata hasilnya sangat membanggakan , bahkan mirip BIXEN transceiver yang cukup popular , namun harga nya lebih murah. Audio receivernya sangat read able ,bahkan yang main Hi-Fi SSB pun terasa nada rendahnya , sedang untuk transmitternya , dengan daya hanya maksimal 20Watt dengan final IRF 530 penulis mencoba QSO dari rekan : Jakarta , Bandung, Yogyakarta , Kalimantan dan Bali masih mereport S-9 dengan hanya mengandalkan antenna 2 band 40m dan 80m ketinggian 8m dari ground. Oh iya sempat lupa rangkaian ini juga dapat dipasang frequency counter atau FLL jika mau, tetapi yang saya pakai tanpa counter frekuensi , yah mirip radio jadul yang main perasaan. Namun sudah membuat saya puas untuk hasilnya , karena sedikit beda dengan memakai DDS yang agak cenderung noise pada receiver , karena menggunakan CR maka hasilnya sama persis seperti menggunakan VFO biasa namun jauh lebih stabil. Konsep dari BITX SPECTRA ini yaitu 3M : Murah, Mudah dan Memuaskan , harga dari CR ini pun sangat murah , sama seperti halnya harga xtal sekitar 2000 – 5000 rupiah . Transistor yang saya gunakan tidak ada yang istimewa hanya menggunakan FCS9014 tetapi dapat digunakan transistor lain seperti BC547, 2N3904,2N2222 dan sebagainya , tetapi jika rekan-rekan ingin mengganti dengan tipe lain tidak ada salahnya , asal sesuai. Untuk mode digital tinggal pasang interface pada input MIC dan atur volume mic nya . Jangan lupa pindahkan mode ke USB (Upper Side Band), karena rata rata digital mode pada USB. Untuk AGC (Automatic Gain Control) yang sebelum pakai IC LM324 diganti transistor ,karena dirasa lebih murah dan penyetelan jauh lebih mudah dan hasilnya pun tak kalah, karena hanya menggunakan 2 trimpot untuk penyetelan AGC dan S Meter saja. Secara keseluruhan performa BITX SPECTRA 40 cukup memuaskan dan cocok untuk pemula maupun yang sudah professional.
Berikut ini 20 keunggulan BITX SPECTRA 40
1. Rangkaian cukup sederhana dan mudah untuk dirakit dengan komponen besar (non SMD)
2. Menggunakan Komponen mudah dan murah dan banyak tersedia di toko elektronik
3. AGC yang handal menggunakan 2 buah transistor sehingga mudah penyetelannya dan dilengkapi dengan Signal Meter yang smooth dan cukup akurat
4. Tingkat Kepekaan penerima yang sangat baik dan juga dilengkapi dengan FINE TUNE untuk receivernya untuk memudahkan menerima lawan bicara
5. Stabilitas dari VXO yang mengagumkan , sehingga tidak memerlukan PLL atau DDS
6. Terdapat port optional VFO , memudahkan jika akan dipasang DDS/PLL tinggal pasang pada port
7. Terdapat 2 mode SSB yaitu USB (Upper Side band dan LSB (Lower Side Band)
8. Dapat digunakan untuk mode Digital seperti FT8, RTTY ,PSK31 dll dengan memasang modem
9. Range frekuensi VXO yang lebar + 150 – 200 kHz
10. Dapat dikembangkan menggunakan VCO ( Voltage Controlled Oscillator ) dengan menambah diode Varactor
11. Exiter dapat dipasang linear amplifier kecil (QRP) maupun yang push pull bahkan kombiner (QRO)
12. Dapat dipasang Display /Counter Frekuensi maupun FLL untuk menambah performa radio
13. Audio penerima yang “loud and clear” serta low noise
14. Cocok untuk petualang dengan QRP karena konsumsi arus yang kecil
15. Dilengkapi pengatur penguat Microphone
16. Pemasangan potensiometer yang on board memudahkan untuk perakitan
17. Audio /Modulasi yang sangat “readable” di terima oleh lawan bicara
18. Dapat digunakan pada band selain 40m/ 7MHz , misalkan di 20m ,hanya merubah xtal filter diganti 10.000 – 10.240 Mhz atau bekerja pada band lain
19. Sangat cocok untuk para perakit pemula maupun professional
20. Penyetelan exiter cukup mudah dan tingkat keberhasilan dari rangkaian ini cukup tinggi
Dan masih banyak kelebihan dari BITX SPECTRA 40 ini , untuk pemesanan PCB dapat menggunakan via WhatsApp atau Telegram dengan Nomer HP/WA: 081232887744 atau lewat Face Book massenger dengan nama : Yoke Kurnia
SELAMAT MENCOBA 73 DE YB3LVX
SKEMA BITX SPECTRA
LAY OUT PCB
RANGKAIAN JADI BITX SPECTRA 40
PCB BITX SPECTRA 40 + PCB LINEAR AMPLIFIER 20W
BENTUK CERAMIC RESONATOR YANG MEMILIKI KAKI 2
SKEMA VXO DENGAN CERAMIC RESONATOR UNTUK BITX SPECTRA40
TEST OUTPUT OSCILATOR VXO BITX SPECTRA BERBENTUK SINUS
TEST OSCILATOR VXO DENGAN DSO DAN SPECTRUM ANALYZER
Beberapa tahun yang lalu pernah saya ulas pembuatan lilitan Trifilar dan bifilar untuk radio BITX. Tetapi masih ada para pemula yang kesulitan untuk menggulung lilitan ini, nah pada kali ini akan saya bahas cara dari awal untuk membuat lilitan tersebut.
Bahan yang perlu dipersiapkan yaitu :
1. Kawat email tembaga 0,3 – 0,4 mm secukupnya , minimal 2 meter panjangnya
2. Toroid ferit LHE (Lampu Hemat Energy) , diameter 1 Cm sebanyak 4 buah
Alat yang di siapkan
1. Pisau Cutter / silet untuk menghilangkan lapisan email pada kawat
2. Multimeter /AVO meter, untuk mengukur konektivitas lilitan
3. Tang potong untuk memotong kawat
PROSES PEMBUATAN
A. Lilitan TRIFILAR ( T1 dan T1A serta T2 ) untuk DBM dan SBM
Potong Kawat email 0,3 – 0,4mm sepanjang 20 Cm sebanyak 3 helai kawat, dalam hal ini saya menggunakan kawat email 0,4mm., 3 helai kawat tersebut disatukan dengan jalan di pilin (diplintir) merata dan tidak terlalu rapat . Masukkan atau gulung pada Toroid ferit LHE sejumlah 6 – 8 lilit , saya menggunakan 6 lilitan saja. Digulung merata mengelilingi toroid LHE tadi ,seperti pada gambar. Pada ujung terdapat 6 buah kaki kawat email , potong rata lalu kupas lapisan emailnya dengan pisau Cutter atau silet sehingga terlihat warna tembaganya. Lalu ukur dengan AVO pada skala ohm cari sambungan kawat yang terhubung tadi dan tandai dengan A dan A’ , B dan B’ lalu C dan C’ pada masing masing helai kawat. Karena lilitan T1 ,T1A dan T2 adalah lilitan TRIFILAR maka ada sisi PRIMER dan SEKUNDER. Untuk lilitan primer memiliki 3 kaki, dan sekunder 2 kaki. Sehingga hubungan lilitan tadi dapat di hubungkan ,yaitu sambungan A’ dan B digabung jadi satu menjadi kaki pada bagian tengah lilitan, sedang ujungnya yaitu kaki A dan B’ , sehingga A – A’B – B’ pada sisi lilitan Primer. Untuk Lilitan sekundernya terdiri 2 kaki maka ujung kawat C dan C’ yang jadi lilitan Sekunder, detail bias dilihat pada gambar. Jumlah Gulungan T1, T1A dan T2 sama persis , jika anda menggulung 6 liltan maka semua lilitan adalah sama, begitu pula jika menggulung 8 lilitan maka semua lilitan juga 8 lilit. Lilitan T1 dan T1A adalah untuk Double balance Mixer (DBM) sedangkan T2 digunakan untuk Single Balance Mixer (SBM) pada bagian BFO.
B. Lilitan BIFILAR (T3)
Lilitan ini terdapat pada exiter BITX/BIXEN pada penguat pertama setelah BPF pada bagian Pemancar (TX) . Untuk membuat lilitan ini lebih mudah dibanding dengan lilitan Trifilar, karena cukup menggunakan 2 helai kawat email saja. Lilitan trifilar tidak memiliki sisi Sekunder , hanya Primer saja. Cara membuatnya sama seperti lilitan trifilar. Siapkan 2 helai kawat masing – masing sepanjang 20 Cm. Dipilin rata ke dua kawat email tembaga tersebut. Gulung sejumlah 6 -8 lilit pada toroid cincin bekas lampu LHE secara merata. Ujung lilitan terdapat 4 kawat, Kupas lalpisan email dengan cutter dan ukur hubungan kawat tadi dengan AVO meter serta tandai dengan huruf A dan A’ menyambung, B dan B’ menyambung saat diukur dengan Ohm meter. Satukan kaki A’ dengan B lalu pilin keduanya sehingga tersambung . Sehingga sekarang ada 3 kaki/kawat yaitu A – A’B –B’. nah sekarang tinggal disolder pada PCB BITX atau BIXEN
CATATAN : Jika menggunakan toroid FT37-43 maka gunakan 8 lilit untuk lilitan TRIFILAR maupun BIFILAR
SELAMAT MENCOBA
Beberapa tahun yang lalu saat bitx mulai popular , pernah saya posting linear amplifier dengan 3 tingkat. Dengan berbagai jenis model yang terdapat di Internet, maka jatuh pilihan pada desain BINGO besutan Amatir radio Perancis. Simpel dan hasilnya bagus. Pada linear amplifier lama menggunakan 3 tingkat, akan tetapi kelemahannya mudah sekali self oscilasi karena gain terlalu besar. Nah kali ini linear amplifiernya cukup 2 tingkat yang mudah di buat dan hasilnya cukup lumayan besar, sekitar 10-20W. Desain ini tipe RF-004 linear amplifier , dapat digunakan di 3 band yaitu 80m, 40m dan 26m , untuk band lain perlu dicoba-coba dengan merubah lilitan/inductor dan capasitornya untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Meskipun kelihatannya sederhana dan mudah, masih aja rekan-rkan mengalami kesulitan untuk merakit, nah pada kesempatan ini akan saya bahas, untuk membuat HF linier amplifier untuk BITX dan BIXEN , tidak menutup untuk desain exiter SSB lainnya. Tahap awal pasang dahulu resistor pada rangkaian. Untuk kali ini saya bahas hanya menggunkan 1 final unit MOSFET saja meskipun tersedia lubang untuk parallel, tetapi 1 buah MOSFET saja mampu untuk mengeluarkan daya hingga maksimal 18-20W dan tergantung pada keaslian MOSFET. Baik diawali pemasangan resistor, kecuali resistor pada final unit dekat Q2 tidak usah dipasang. Jumper dekat Q3 juga harus terpasang. Setelah resistor terpasang , berikut jumper maka dilanjutkan dengan memasang capasitor atau condensatornya. Pilih capasitor keramik, jangan gunakan capasitor Mylar , lebih baik pakai capasitor multilayer atau jenis MKM disbanding jenis Mylar. Untuk ELCO atau electrolit capasitor tetap dan sesuaikan nilai seperti pada skema/PCB. Untuk capasitor bagian Final unit atau penguat akhir pada output dan Band Pass Filter (BPF) yaitu C1, C2 dan C3 serta capasitor 100nF output dari lilitan T2 gunakan capasitor keramik atau capasitor Mika atau jenis lain yang memiliki tegangan maksimalnya tinggi . Ini bertujuan agar tidak mengalami kerusakan karena panas, ingat walaupun capasitor keramik tetap memiliki tegangan kerja maksimal, diusahakan tegangan maksimal capasitor yang terpasang pada BPF minimal sebesar 500V. Dan sesuaikan nilainya seperti pada table di skema rangkaian. Selanjutnya Pasang VR atau trimpot 10K tepatkan posisi tengah, relay, diode 1N4148, IC regulator untuk bias MOSFET ,tipe 7805. Transistor Driver boleh dipasang juga . Sekedar saran untuk transistor Driver anda dapat menggunakan jenis BD139 yang kualitas bagus dan mampu untuk RF. Bisa juga diganti 2SC1383, ataupun 2N2219A. Pasang juga soket White housing yang 2 pin ataupun 4 pin untuk supply pada BITX/BIXEN. Untuk transistor Q2 gunakan MOSFET yang memiliki capasitor internal atau Coss dan Ciss rendah dan kualitas yang bagus atau asli. Ini bertujuan agar hasilnya bagus dan maksimal. Anda bias menggunakan MOSFET jenis IRFZ24 atau jenis lain seperti IRF530,520 dan 510 bisa digunakan. Kali ini saya menggunakan IRF530. Jangan lupa memasang pendingin atau Heat Sink yang memadai , mengingat cukup panas saat bekerja. Nah tibalah untuk membuat inductor atau lilitan pada linier RF-004.Semua lilitan menggunakan toroid . Yang saya gunakan , menggunakan toroid bekas lampu hemat energy (LHE). Ada beberapa teknik gulungan yang digunakan, yaitu inductor dengan kawat tunggal untuk RFC (Radio frequency Choke) pada L1 dan L2. Ambil kawat/kabel tunggal sepanjang 20Cm dan gulung pada toroid LHE sebanyak 8 lilitan digulung merata searah jarum jam ,detail gambar bias dilihat pada gambar 1. Untuk lilitan T1 digulung secara bifilar pada toroid LHE, yaitu 2 kawat yang digulung bersamaan. Untuk lebih jelas anda dapat melihat gambar2 dan gambar 3. Gulung sekitar 3-4 lilit bifilar , gunakan kawat email 0,4-0,5mm dengan panjang sekitar 8 Cm ,lalu ke 2 kawat tersebut digulung pada pada toroid LHE. Sedangkan untuk T2 digulung secara trifilar, untuk detail gambar dapat lihat pada gambar 4 dan gambar 5. T2 gunakan toroid yang lebih besar , misalnya T-50-43 atau toroid berdiameter sekitar 2Cm.ini sering kali para homebrewer saat merakit lilitan trifilar sering salah pasang, yang berakibat daya yang dihasilkan kecil atau kurang maksimal, anda dapat melihat pada Gambar 4 dan gambar 5 untuk detail cara menggulung lilitan T2. Terdapat ujung lilitan yang dibiarkan tanpa terhubung dengan apapun (non connect) hanya sambungan ujung lilitan aja, sedang dililitan lain digunakan untuk : Tegangan, output Drain MOSFET da nada yang menuju BPF. Untuk Lilitan BPF yaitu L3 dan L4 digulung pada koker 8mm seperti tercantum pada tabel dan sesuai band yang diinginkan, detail gambar bisa dilihat pada gambar 6 . Dapat pula diganti tanpa menggunakan koker 8mm , tetapi dengan lilitan toroid untuk lilitan BPF. Jika dengan menggunakan koker inti ferit maka inductor dapat diatur dengan memutar inti ferit, sehingga daya dapat optimal.Jika menggunakan toroid untuk BPF maka gunakan toroid warna merah T-50-2 dan gulungan dapat disesuaikan sesuai frekuensi kerja yang diinginkan. Untuk lilitan BPF dengan koker inti ferit 8mm dapat dilihat pada gambar 6. Setelah semua terpasang , maka tibalah waktunya untuk mencoba rakitan linier Amlpifier. Hubungkan input linear amplifier ke exiter BITX / BIXEN dan soket untuk switch tegangan saat TX dan RX pada exiter, output daya pada Linear Amplifier gunakan kabel impedansi 50 Ohm ke Conector PL-259 . Jangan lupa memasang SWR/Power meter dan Dummy Load 50 Ohm. Jangan dihubungkan ke Antena dulu sebelum melihat daya dan kualitas suara dari rangkaian. Hubungkan rangkaian pada Power Supply 5 A dengan tegangan 13,8 Volt DC. Set bias pada Gate MOSFET Q2 dengan memutar trimpot VR1 dimulai dari 1V hingga 2,5 V atau dapat juga memasang mili Ampere meter dari tegangan ke Drain Q2 , putar trimpot saat idle current sebesar 60mA. Tekan PTT untuk transmit, amati pergerakan meter pada SWR. Putar ferit pada BPF hingga daya maksimal. Jika anda memiliki monitor radio HF All band , dapat diamati suara yang bagus dan lantang. Umumnya jika bias pada MOSFET terlalu kecil maka suara juga kasar, atau orang – orang menamakan dengan kata “Nyekrak”, putar biaS VR1 perlahan , hingga didapat suara yang readable dan halus. Jika di set secara maksimal maka, keluar daya sebesar 15-20 Watt. Setelah dicoba normal maka hubungkan ke antenna dan anda dapat meminta report rekan lawan bicara anda. Lagi-lagi tergantung kualitas komponennya. Detail gambar HF linear amplifier dapat dilihat pada Gambar 7.
SELAMAT MENCOBA
Dipenghujung tahun 2017 ini akan saya ulas tentang BITX versi 3H sebagai pengganti BITX versi 3G yang saya tampilkan beberapa waktu yang lalu. Bitx 3H merupakan pengembangan dari BITX 3G dimana ada beberapa sisi yang dihilangkan karena adanya kelemahan dibagian tersebut. Pada desain BITX 3H tidak ada perubahan yang cukup mencolok dibanding dengan BITX 3G, akan tetapi terdapat perubahan dari beberapa bagian, contoh jika BITX 3G pada bagian AGC adalah optional dan PCB terpisah dari unit utama , maka pada BITX 3H dijadikan satu atau on board yang mirip dengan BIXEN. Bagian AGC persis sama dengan yang dipakai pada BITX 3G berikut terdapat S-meternya juga sama, tetap menggunakan IC LM324 yang mudah dicari.Hanya penempatan AGC terdapat pada PCB utama. Fasilitas penyetelan fast dan slow juga mirip dengan BIXEN ,tinggal di switch saja sesuai selera. Bagian AGC menempati lokasi VFO (Variable Frequency Oscillator) . Bagian VFO di buat di luar PCB utama, tidak seperti pada BITX 3G, ini dikarenakan ada beberapa kelemahan, diantaranya kesetabilan oscillator yang kurang stabil ini dikarenakan sulit memasang shelding , pengaruh tegangan saat pergantian antara TX dan RX, kemudian saat transmit terjadi suara gemetar seperti orang yang menggigil kedinginan ,ini dikarenakan ada penurunan tegangan saat pemodulasian terjadi. Dan banyak permasalahan lain seperti ,Banyak rekan homebrewer mengganti VFO dengan DDS (Direct Digital Synthesizer) ,PLL ataupun dengan VFO + FLL. Sehingga diputuskan untuk memisah antara unit utama (main board) dengan VFO. Rangkaian ini setelah dicoba ternyata sangat memuaskan. Pada percobaan perdana BITX 3H saya kerjakan di band 80m dengan daya QRP (kurang dari10W) ,ini dengan alasan mencoba dengan frekuensi yang memiliki propagasi yang tidak sebagus band 40m. Rangkaian saya coba dengan xtal 11,059 MHz dan VFO saya gunakan persis seperti punya BIXEN yang sudah saya ulas beberapa waktu lalu, dan frekuensi kerja pada frekuensi 7,200 – 7,300 MHz untuk mendapatkan frekuensi band 80m. Tidak lupa memasang shielding atau sekat logam/konduktor dalam hal ini saya gunakan PCB biasa. Setelah saya tes dengan daya hanya 7 watt saja sudah mampu ber QSO dengan rekan-rekan luar kota seperti ke Banyuwangi, Kediri, Nganjuk, Bali serta dapat mengikuti Jawa Timur net di 3,860 MHz serta mengikuti Nusantara Net 80m di 3,830 MHz dengan signal 5-9 diterima di Sulawesi Selatan. Untuk kualitas suara audio Transmitter nya cukup enak ,karena mengadopsi rangkaian penguat pre amp mic Radio Tengkorak, nada Low dan Mid nya seimbang . Secara keseluruhan performanya baik dan cukup memuaskan hasilnya. Pengaturan AGC maupun S-meternya pun juga mudah di stel. Tentunya jika dikerjakan di 80m aja sudah bagus apalagi jika dikerjakan di band 40m atau band lain maka juga akan lebih bagus lagi. Yang perlu diperhatikan dalam merakit ,khususnya oscillator yaitu pemilihan capasitor , gunakan capasitor kertas, mika ataupun NPO untuk kestabilan oscillator itu sendiri. BITX 3H merupakan evaluasi dari BITX 3G , sehingga dengan beberapa perubahan akan menambah performa dari BITX 3H. Secara keseluruhan rangkaian BITX 3H mirip sekali dengan BIXEN , tetapi BITX 3H tidak menggunakan IC MC1350 yang dikenal cukup sulit dan cukup mahal harganya. Dengan BITX 3H akan memudahkan dalam merakit dan biaya yang murah.
SELAMAT BEREKSPERIMEN DAN SELAMAT MENCOBA PEMESANAN PCB DAPAT MENGHUBUNGI NOMOR WA (WHATSAPP) DI 081232887744
Pada penghujung tahun 2016 ini sedikit saya uraikan tentang rangkaian transceiver BITX ver.3G Dimana pada rangkaian ini sama seperti pendahulunya yaitu BITX20 yang sudah cukup populer dikalangan homebrewer. Rangkaian hampir mirip dengan BITX 20 hanya sedikit modifikasi pada bagian Pre amp. Mic , switch pada BPF, mute pada saat TX dan RX serta modifikasi pada bagian VFO. Secara keseluruhan rangkaian BITX ver.3G lebih mirip dengan BITX ver.3B karya dari Sunil (VU3WJM) , tetapi ada bagian yang dirubah pada VFO. VFO disini menggunakan FET sebagai jantung oscilatornya, seperti kita ketahui menggunakan FET ternyata lebih stabil dibandingkan dengan transistor bipolar, dan memiliki impedansi yang tinggi. Rangkaian VFO sama persis dengan rangkaian VFO pada BIXEN transceiver yang sudah dibahas sebelumnya. Kesetabilan VFO tergantung bagaimana kita memperlakukan VFO tersebut. Agar stabil maka gunakan capasitor kertas , mika atau keramik jenis NPO . Sebetulnya masalah utama dari “drift” pada VFO adalah capasitor yang memiliki kualitas yang buruk, sehingga saat dinyalakan hingga akhir selalu bergeser. Nah untuk mengatasi pergeseran frekuensi tersebut dapat digunakan FLL (Frequency Looked Loop) yang portnya sudah ada pada PCB , sehingga tinggal dipasang aja. Tetapi jika tidak menggunakan VFO aslinya maka sudah disediakan port untuk input dari DDS (Digital Direct Synthesizer) atau juka PLL (Phase Locked Loop), tentunya harus meng “off” kan dulu VFO nya dengan melepas FET (Q8), transistor (Q9) dan resistor 1K pada emitor Q9. Baru dipasang DDS pada port yang sudah tersedia di PCB. Untuk AGC (Automatic gain Control) menggunakan optional alias tambahan diluar PCB exiter. Untuk rangkaian AGC bisa dilihat pada artikel sebelumnya, yaitu menggunakan AGC dengan ic LM324. Untuk port AGC juga sudah tercantum pada PCB, sehingga tinggal pasang aja. Pada BITX ver.3G ini juga terdapat switch elektronik yang memisahkan antara TX dan RX pada bagian BPF (Band Pass Filter) , yaitu terdapat diode switch. Tidak seperti BITX 20 (BITX ver.3) yang masih menempel sehingga mudah sekali self oscilasi. Tetapi pada BITX ver.3G sudah dipisah atau diswitch saat TX maupun RX.Sehingga tidah mudah self oscilasi. Penguat mic menggunakan pre amp satu tingkat tapi cukup handal, dan dapat diatur level modulasinya sesuai selera. Terdapat pula port untuk indikator saat TX maupun RX yaitu port untuk LED. Penulis sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa teman amatir radio di band 40m (7MHz) dengan hasil yang memuaskan. Untuk linear amplifier menggunakan singgle ended keluar sekitar 15W maka dapat diterima rekan Batam S-7 hingga S-9. Pada dasarnya BITX ver.3G ini merupakan perbaikan dari BITX sebelumnya. Untuk ukuran PCB memang lebih besar , tetapi cukup mantab dan cocok bagi para homebrewer yang sudah mulai menggunakan kaca mata, karena desain PCB besar dan tidak bersesak-desakan antar komponen, memudahkan dalam perakitan rangkaian. Untuk para homebrewer BITX ver.3G layak untuk dicoba . Untuk PCB sudah bisa dipesan via SMS/Call.081555780604 atau WA di 081232887744
SELAMAT MENCOBA
Kali ini saya mengulas PLL yang sempat populer sebelum era DDS ataupun PLL DSP.Sebetulnya sudah lama saya posting .Tetapi tidak ada salahnya saya ulas lagi tentang PLL. Banyaknya keluhan rekan-rekan penggemar BITX/BIXEN ,seringnya bergeser(drift) VFO karena banyak sebab ,seperti perubahan suhu pada capasitor dan sebab lain.Untuk itu perlu adanya PLL (Phase Locked Loop) sehingga fekuensi tidak bergeser.Desain PLL ini cukup mudah di buat dan komponen mudah diperoleh.Menggunakan IC TC 5081, TC5082 dan TC 9122 buatan toshiba.Desain ini saya ambil dari Buku paket Bimbingan Amatir Radio yang diulas oleh YB0USJ (Alm.Bpk Sunarto) tetapi untuk IF 10,7Mhz.Disini kita modifikasi untuk IF 10Mhz yang digunakan untuk BITX . IC TC 5082 merupakan pembagi 1024 sehingga xtal 10,240Mhz dibagi 1024 hasinya 10KHz. Output dari IC 5082 dibagi lagi oleh IC 4017 sehingga dihasilkan 1KHz. Selanjutnya masuk ke comparator . Dari comparator membandingkan frekuensi referensi dengan frekuensi pembagi.Apabila frekuensi sama dan phasa berbeda maka comparator akan menghasilkan tegangan DC yang stabil dan mengunci frekuensi.IC TC9122 merupakan IC Devider yang merupakan pembagi yang akan dihubungkan dengan Thumb Wheel Switch.VCO bekerja pada 13-14 MHz. Selisih antara frekuensi pembangkit kristal dan VCO diumpankan ke Devider IC TC9122 selanjutnya baru masuk ke Comparator.Pembangkit VCO menggunkan IC TA 7310 yaitu merupakan IC oscilator yang populer sering digunakan pada radio CB
Pada BITX menggunakan IF sebesar 10 MHz ,maka bila output PLL sebesar 13-14 MHz maka frekuensi kerja pada band 80m. Contoh misal PLL pada 13.860 Mhz-10.000 = 3.860 Mhz (80m)
pada thumb wheel switch akan menunjukkan 860 pada dial. Untuk band 40m juga perhitungan sama ,hanya pada Xtal referensinya sebesar 16MHz ,karena frekuensi lebih tinggi, kemudian frekuensi output pada PLL sebesar 17-18MHz . Sehingga jika dikurangi frekuensi IF 10MHz sebesar : 17-10 =7MHz yaitu pada band 40m .Contoh output pada 17.060MHz -10.000MHz maka =7.060MHz Pada thumb wheel switch akan kita set pada 060 pada dial. VCO pada 40m di set antara 17-18MHz cukup mengurangi jumlah lilitan atau memperkecil nilai capasitor pada VCO. Untuk PCB PLL bisa dipesan HP 081555780604
SELAMAT MENCOBA