Selasa, 14 April 2020

MEMASANG DDS PADA BITX SPECTRA

Sebetulnya Spectra memang dibuat dengan konsep sederhana yaitu VXO dalam hal ini adalah menggunakan Oscillator dengan memanfaatkan Ceramic Resonator (CR),  dan dapat dipasang FLL (Frequency Looked Loop) ,selain sebagai pengunci frekuensi ,juga berfungsi untuk menampilkan Display, dan dapat dibuat dengan mudah dan biaya yang tidak terlalu mahal, akan tetapi  Oscilator dengan ceramic resonator tentu ada keterbatasan frekuensi , maksimal kurang lebih sekitar 150kHz – 200kHz , nah tentunya jika kita akan bergeser di frekuensi bawah atau atas , misalkan ada contest Dx maupun dalam negeri tentu akan menyulitkan , belum lagi pergerakan Varco untuk menempatkan suatu frekuensi tertentu akan sulit dan tidak “lincah” saat kita mengikuti  contest misalnya . Untuk itu akan saya bahas bagaimana memasang DDS pada BITX Spectra . Pada kali ini yang saya bahas adalah DDS atau ada yang megatakan PLL DSP ( Digital Signal Processing)  dengan Chip Si5351 produk dari Silicon Labs . Si5351 merupakan I2C Programmable Any Frequency CMOS Clock Generator yang memiliki beberapa keistimewaan disbanding dengan DDS AD9850 , salah satunya adalah Range frekuensi yang Lebar , menurut data sheet dari 2,5kHz hingga 200MHz, mungki dalam prakteknya tidak selebar itu, tapi sanggup hingga band 2m VHF, sehingga dapat mengcover untuk radio MF,HF hingga VHF , selain itu terdapat 3 output keluaran , yang masing-masing dapat berbeda diantara ke tiga outputnya , dan memungkinkan untuk digunakan radio dengan Double Convertion atau dapat memanfaatkan salah satu output untuk BFO (Beat Frequency Oscillator). Para amatir radio atau homebrewer sekarang lebih suka dengan produk ini , selain lebih murah dari DDS AD9850 juga rangkaian lebih kecil  . Banyak rangkaian di internet yang menggunakan si5351, dan para homebrewer pun banyak yang sudah memproduksi. Nah kali ini saya bahas produk dari Om Adiba dari Bali , Desainnya sangat bagus , ringkas , menarik dan mudah dioperasikan. Jika anda merangkai BITX Spectra dengan VFO DDS, maka Xtal Filter tidak harus menggunakan 11,0592 MHz , anda dapat menggunakan Xtal mulai dari 8 MHz hingga 12 MHz tentunya disetting sesuai selisih pada DDS itu sendiri. Nah kembali lagi ke pokok atau tema di atas , bagaimana cara pemasangannya . Peetama kali kenali port pada DDS Adiba tersebut , Tegangan disini memerlukan 9Volt DC , tidak usah Khawatir pada PCB BITX Spectra terdapat IC 7809 yang dapat dimanfaatkan unutk mensuplai DDS tersebut, jika anda sebelumnya menggunakan Ceramic resonator pada VFO yang  terpasang pada BITX Spectra maka yang perlu dilepas adalah : Varco,Potensio untuk Fine Tune, Ceramic Resonator , Transistor Q5 dan Q6 serta melepas Jumper Jx dekat port DDS/FLL IN sedang komponen  yang lain dapat diabaikan ,artinya oscillator nya pada BITX Spektra di non aktifkan karena akan diganti DDS. Nah selanjutnya menyetting Frekuensi BFO, di sini ada 2 metode yaitu Pengurangan seperti pada BITX Spectra aslinya yang bekerja di 4 MHz , contoh jika Xtal saya umpamakan sebesar 11,0600 MHz , maka dengan metode pengurangan dari VFO sebesar 4 MHz , secara pehitungan adalah 11,060 – 4 = 7,060 MHz . Untuk itu yang perlu disetting adalah Frekuensi BFO agar tepat pada LSB (Lower Side Band ) maka Frekuensi BFO harus lebih tinggi 1,5 kHz dibanding  frekuensi Xtal Filter , set dengan memutar trimmer dan lilitan L4 hingga sebesar 11,0615kHz. Sehungga saat DDS nanti bekerja dengan system pengurangan akan didapatkan mode LSB , nah sebaliknya jika anda bekerja dengan system penjumlahan maka adalah : Jika Xtal Filter = 11,0600 MHz maka untuk bekerja di band 40m VFO = Frekuensi kerja + frekuensi IF , sehingga dapat dihitung 11,060 + 7,000 = 18,060MHz untuk itu DDS disetting +  dan outputnya sebesar 18,060 MHz jika kita bekerja pada Frekuensi 7 MHz. nah dari sini BFO juga disetting berlawanan dengan yang sistem pengurangan   di atas . Jika pada pengurangan maka frekuensi BFO + 1,5kHz maka dengan system  penjumlahan  maka BFO – 1,5kHz , sehingga BFO disetting sebesar 11,0585 kHz agar dapat bekerja pada LSB . Untuk Xtal frekuensi lain menyesuaikan dengan perhitungan di atas . Agar dapat bekerja di USB dan LSB maka perlu setting + 1,5 kHz dan dipadang switch, seperti pada posting sebelumnya. Untuk gambar instalasi wiring pada BITX Spectra sudah saya buat tinggal diurut dan di contoh saja , pada DDS buatan Adiba sudah ada port untuk S-meter jika anda ingin menggunakan dengan model Bar Graph, pertanyaanya apakah dari PCB BITX Spectra langsung dipasang tanpa modifikasi , JAWABANYA YA langsung anda hubungkan + dan – pada port S meter ke terminal port pada DDS. Tetapi jika anda ingin yang classic dengan penunjukan jarum ,maka ya tidak perlu di hubungkan ke port tadi cukup anda pasang S meter jarum , seperti pada petunjuk posting yang lalu. Jangan lupa setting IF Offset dan Mode pada DDS harus disesuaikan
SELAMAT MENCOBA 

DDS PRODUK ADIBA

RANGKAIAN EXITER YANG AKAN DIPASANG DDS 
INSTALASI DDS DENGAN EXITER BITX SPECTRA DAN LINEAR AMPLIFIER  



INSTALASI DDS DENGAN EXITER BITX SPECTRA DENGAN LINEAR AMPLIFIER PUSH PULL

 

Sabtu, 03 Agustus 2019

PETUNJUK PERAKITAN BITX SPECTRA DAN CARA MENGUJI RANGKAIAN PENERIMA (BAGIAN 1)


Pasang semua komponen dengan benar, diawali memasang jumper pada PCB BITX Spectra , pasang semua jumper , lalu pasang komponen dengan ukuran pendek agar rapi , diode dipasang ,resistor, capasitor , transistor, trimpot dan lilitan. Pastikan sesuai petunjuk pada skema untuk pembuatan Lilitan BPF ( Band Pass Filter ) ,juga lilitan Trifilar dan Bifilar pastikan juga sesuai. Potensio bisa   dipasang langsung pada PCB. Langkah pertama untuk menguji bagian Receiver ini yang pertama kita coba . Pasang Port tegangan atau Power Control yaitu terdapat tulisan R – T – V – O yang mengandung makna R = Tegangan RX (receiver) sebesar 12 Volt ,T = Tegangan TX (Transmitter) sebesar 12V. V = Tegangan Kontinyu sebesar 12 Volt , dan O adalah Nol  atau Negatif dari tegangan. RTVO tersebut harus terhubung dengan Relay pada Linear Amplifier , tetapi untuk mencoba receiver (RX) saja , anda bisa menyambungkan antara V dengan R yang diberi tegangan 12 Volt dengan Negatifnya pada O.  Untuk langkah pertama , siapkan alat berupa Obeng logam dan RF Probe yang dapat dibuat sendiri untuk mengetahui bahwa terdapat sinyal RF dari BFO dan VXO itu sendiri. Rangkaian RF Probe dapat dilihat pada Gambar. Hubungkan RTVO tadi pada Tegangan Catu daya 12 Volt , minimal dengan arus 2 Ampere, lalu cek pada Test Point seperti pada Gambar . Test Point 1 dan 2 gunakan obeng logam , sentuh di titik tersebut dan amati pada Loud Speaker BITX Spectra harus terdapat suara yang cukup keras ,jika di sentuh obeng logam tadi. Test Point 2 harus lebih besar suaranya saat disentuh obeng dibanding Test Point 1.Test Point 1 pada kaki resistor 4K7 Ohm di samping kanan Kaki potensio Volume, Sedang Test Point 2 terletak di samping kanan Transistor Q3 atau sebelah kiri dari Xtal Filter.   Jika ini normal maka bagian IF Amplifier 2 dan Product Detektor ,serta bagian Audio Amplifier   sudah Normal atau bekerja dengan baik. Jika tidak maka perlu di cek apakan ada komponen yang salah pasang nilainya atau salah penempatan , atau mungkin juga solderan ada yang kurang menempel . Berikutnya Gunakan RF PROBE untuk mendeteksi sinyal RF pada bagian BFO dan sinyal RF pada bangian Oscilator (VXO) . Hubungkan RF PROBE pada Test Point 3, letak Test Point 3 terletak dekat trimpot (VR1) pada kaki Diode Product Detector pada sisi kaki Anode nya, jika terdapat simpangan sinyal pada VU meter maka bagian BFO ini normal, jika tidak ada RF yang timbul pada bagian ini maka dicek dahulu bagian BFOnya , mungkin trimmer capasitor kurang besar atau transistor tidak dapat membangkitkan sinyal RF ,cek dulu dengan RF Probe. Lanjut pada bagian Oscilator , tempelkan RF Probe pada Test point 4 yaitu pada bagian Diode yang berfungsi sebagai Mixer  , jika ada sinyal RF maka RF Probe akan menunjukkan simpangan sinyal pada VU meter. Jika normal maka rangkaian Oscilator (VXO) sudah bekerja. Setelah semua dirasa normal, hubungkan port RX ANT. Pada antenna yang sesuai, atau minimal anda gunakan kabel panjang sekitar 5 – 10 meter pada input antenna. Putar varco dan amati suara yang diterima .Jika bekerja dengan baik, maka sudah dapat menerima rekan QSO di 40m band.Putar Fine Tune untuk mempermudah penerimaan. Putar trimmer capasitor pada BFO hingga suara diterima jelas, dan stel pula lilitan L1, L2 dan L3 pada Band Pass Filter (BPF) hingga suara yang Keras dan Jelas. Atur pula penyetelan AGC pada VR3 hingga didapatkan suara yang bagus dan tidak pecah saat menerima sinyal yang kuat. Untuk mengatur level pada S- Meter maka putar VR4 hingga VU meter bergerak sesuai dengan penerimaan sinyal.  Sampai disini dulu penyetelan tingkat penerimaan dari BITX SPECTRA .Untuk bagian pemancar akan dilanjutkan bahasan di bagian ke 2 . SELAMAT MENCOBA











UNTUK LINK VIDEO SUDAH DIBUAT DI YOUTUBE BISA DI LIHAT DI LINK :



https://www.youtube.com/watch?v=BsAhQ4SvmVM


VIDEO TEST RECEIVE BITX SPECTRA



Selasa, 16 Juli 2019

INSTALASI WIRING PADA BITX SPECTRA 40

Di sini akan saya share instalasi pemasangan antara exiter BITX SPECTRA 40 dengan rangkaian LINEAR AMPLIFIER . Untuk kabel pada Power Control bisa anda gunakan kabel pita/ kabel pelangi yang terdiri beberapa puluh helai , ambil saja 4 helai untuk Power Control. Pada port Power control terdapat tulisan R T V O yaitu maknanya R = Tegangan pada saat RX atau receive , T = Tegangan pada saat TX atau transmit, V = tegangan utama atau tegangan 12 -13,8Volt kontinyu saat TX maupun RX , 0 adalah tegangan negatif atau ke Ground port Power Control harus terhubung pada port pada linear amplifier yaitu R ke R , T ke T , V ke + dan 0 ke G (Ground). Tidak harus menggunakan kabel pita / pelangi tapi bisa menggunakan kabel biasa dan usahakan jangan terlalu panjang , ambil saja sekitar 15 - 25 Cm sudah cukup. Perlu di cek jumper pada PCB exiter juga ada yang harus disambung , yang ditandai dengan huruf A,B,C dan E , lho D nya kemana , D tidak saya sebutkan , karena komponen diode juga menggunakan huruf D , sehingga gantinya adalah huruf E , hubungkan dengan kabel antara A ke A , B ke B , C ke C dan E ke E , pastikan semua jumper tersebut tersambung. Pada exiter juga terdapat port RX ant yaitu antena untuk receive , port out  P.A  yaitu output yang menuju ke RF Power Amplifier atau linear amplifier , port S-mtr untuk menambah Signal meter disini dapat digunakan VU meter atau s meter bekas radio CB. Port speaker untuk menghubungkan ke Loud Speaker. Potensiometer VOLUME dan FINE TUNE bisa dipasang pada PCB maupun dengan hubungan kabel. Tetapi untuk VARCO ( VARIABLE CONDENSATOR) alangkah baiknya tersolder di PCB agar tidak timbul capasitansi liar jika disambung kabel.Untuk MIC bisa digunakan kabel scherm agar tidak timbul dengung. Pastikan semua terinstalasi seperti pada Gambar . SELAMAT MENCOBA


FOTO EXITER SETELAH DIRAKIT

INSTALASI EXITER BITX SPECTRA DENGAN LINEAR AMPLIFIER



INSTALASI BITX SPECTRA DENGAN LINEAR AMPLIFIER 20W


 INSTALASI BITX SPECTRA 40 DENGAN LINEAR AMPLIFIER PUSH PULL 100W


VIDEO QSO DENGAN  BITX SPECTRA























Senin, 01 Juli 2019

BITX SPECTRA 40

                                                           BITX SPECTRA 40                                                             
Sekian lama saya tidak posting project baru , maka pada kesempatan setelah lebaran ini saya akan mengulas tentang BITX SPECTRA 40 yang memiliki banyak keunggulan dibanding BITX sebelumnya . BITX SPECTRA merupakan singkatan dari S= Simple   P=Project  E= Easy   C = Cheap with Ceramic  Resonator  TRA= Transceiver  dan 40 adalah band kerja di 40 meter band atau 7MHz . Ya rangkaian ini diilhami dari video youtube si maestro Homeberewer Australia VK3YE yaitu PETER yang mengulas tentang oscillator dengan menggunakan Ceramic Resonator. Secara fisik nanti saya tunjukkan bagaimana bentuk Ceramic resonator tersebut. Saat ini saya bahas bagaimana kelebihan dari BITX SPECTRA tersebut , diantaranya yaitu : VFO menggunakan Ceramic resonator yang cukup stabil dan harga yang murah , AGC menggunakan transistor dengan kemampuan yang handal dan dilengkapi dengan S- meter , tersedia port jika  menggunakan oscillator external seperti DDS atau PLL , dapat digunakan mode LSB  (Lower Side Band) dan USB (Upper Side Band) atau hanya cukup pada satu mode yaitu LSB aja. Support untuk Digital Mode seperti  RTTY , PSK31 dan FT8 yang cukup popular, dan yang tidak kalah penting yaitu biaya pembuatan rangkaian ini cukup murah dengan hasil yang memuaskan, selain itu komponen yang mudah untuk dicari. Secara umum system kerja pada BITX SPECTRA ini seperti halnya BITX3H , akan tetapi pada AGC dan BFO  serta VFO mengalami perubahan. Pada project ini VFO onboard dan tidak terpisah seperti halnya BITX3H karena menggunakan CR (Ceramic Resonator) sehingga tidak begitu terpengaruh dengan lingkungan komponen seperti halnya menggunakan Coil (lilitan). Lalu bagaimana ide menggunakan CR ini diterapkan pada BITX. Sebetulnya pada postingan beberapa tahun yang lalu sudah pernah saya ulas BITX menggunakan xtal microcontroller 11.0592 Mhz dengan frekuensi hanya 1 Channel , karena menggunakan xtal oscillator 4 MHz, sehingga jika diterapkan maka terjadi pengurangan yaitu 11.0592 – 4 = 7.0592 MHz , jika xtal 4 Mhz di geser trimmernya maka didapat frekuensi 7.060 Mhz yang cukup banyak penggunanya pada frekuensi amatir tersebut. Akan tetapi untuk bergeser pada frekuensi lain maka tidak bisa di geser terlalu lebar. Nah solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan CR   ( Ceramic Resonator). Namun apakah CR tersebut , CR (Ceramic Resonator) secara symbol dan strukturnya sama atau mirip seperti Xtal atau Crystal akan tetapi biasanya CR atau ceramic filter digunakan untuk penerima radio AM ,FM dan TV pada bagian IF ( Intermediate frequency) seperti halnya radio FM , menggunakan CR sebesar 10,7 MHz atau  pada radio AM sebesar 455kHz , IF TV sebesar 5,5 MHz dan lain sebagainya. Umumnya pada IF radio dan TV memiliki kaki 3 sehingga sulit untuk dipakai untuk oscillator . nah yang dapat dipakai yaitu kaki 2 yang sering terdapat pada TV atau telepon atau bahkan remote TV .   Tentunya dengan fekuensi yang berbeda-beda. Kembali ke topic oscilator dengan CR . Rangkaian oscillator CR persis seperti pada oscillator BITX20 yang menggunakan lilitan , akan tetapi lebih sederhana , karena cukup terhubung dengan varco aja, oh iya jika anda masih memiliki PCB BITX20 tidak ada salahnya dicoba dengan menggunakan oscillator CR karena cukup melepas lilitan/coil saja , tentunya xtal filternya tidak lagi menggunakan 10MHz , tetapi gunakan 11.0592 MHz. Performa dari Oscilator CR ini cukup lebar. Penulis mencoba dengan varco AM/FM , yang digunakan pada AM nya ,jika terukur sebesar 150pF maka didapatkan range sekitar 7.000 batas bawah dan 7.150 pada batas atas , tentunya jika menggunakan varco yang lebih besar misalkan 250pF didapatkan range yang lebih besar tentunya , pernah rekan mencoba dengan varco sekitar 300pF maka didapat range sekitar 200 – 230 kHz. Kalau kita search di google maka CR strukturnya mirip dengan xtal yaitu terdiri dari gabungan L , C dan R ,sehingga jika kita ukur dengan Ohm meter maka tidak seperti lilitan yang terhubung namun seperti hanya crystal. Pengujian rangkaian oscillator , saya mencoba oscillator tentunya dengan mengukur sinyal dengan Oscilloscope dan Spektrum analyzer yang saya uji di Lembaga pelatihan Guru , di VEDC ( Vocational Education Development Center ) atau PPPPTK –BOE  Malang,kebetulan sahabat saya pak Wid (YC3LVE) pengajar di VEDC malang , saya minta bantuan beliau untuk melihat bentuk gelombang dan harmonisa yang terjadi jika kita menggunakan oscillator CR , secara umum cukup memuaskan , bentuk gelombang SINUS dan harmonisa yang kecil , sehingga cocok untuk homebrew transceiver berkonsep murah namun kualitas yang bagus. Uji coba rangkaian , setelah saya desain , maka tinggal di uji hasilnya , ternyata hasilnya sangat membanggakan , bahkan mirip BIXEN transceiver yang cukup  popular , namun harga nya lebih murah. Audio receivernya sangat read able ,bahkan yang main Hi-Fi SSB pun terasa nada rendahnya , sedang untuk transmitternya , dengan daya hanya maksimal 20Watt dengan final IRF 530 penulis mencoba QSO dari rekan : Jakarta , Bandung, Yogyakarta , Kalimantan dan Bali masih mereport  S-9 dengan hanya mengandalkan antenna 2 band 40m dan 80m ketinggian 8m dari ground. Oh iya sempat lupa rangkaian ini juga dapat dipasang frequency counter atau FLL jika mau, tetapi yang saya pakai tanpa counter frekuensi , yah mirip radio jadul yang main perasaan. Namun sudah membuat saya puas untuk hasilnya , karena sedikit beda dengan memakai DDS yang agak cenderung noise pada receiver , karena menggunakan CR maka hasilnya sama persis seperti menggunakan VFO biasa namun jauh lebih stabil. Konsep dari BITX SPECTRA ini yaitu 3M : Murah, Mudah dan Memuaskan , harga dari CR ini pun sangat murah , sama seperti halnya harga xtal sekitar 2000 – 5000 rupiah . Transistor yang saya gunakan tidak ada yang istimewa hanya menggunakan FCS9014 tetapi dapat digunakan transistor lain seperti BC547, 2N3904,2N2222 dan sebagainya , tetapi jika rekan-rekan ingin mengganti dengan tipe lain tidak ada salahnya , asal sesuai. Untuk mode digital tinggal pasang interface pada input MIC dan atur volume mic nya . Jangan lupa pindahkan mode ke USB (Upper Side Band), karena rata rata digital mode pada USB.    Untuk AGC (Automatic Gain Control) yang sebelum pakai IC LM324 diganti transistor ,karena dirasa lebih murah dan penyetelan jauh lebih mudah dan hasilnya pun tak kalah, karena hanya menggunakan 2 trimpot untuk penyetelan AGC dan S Meter saja. Secara keseluruhan performa BITX SPECTRA 40 cukup memuaskan dan cocok untuk pemula maupun yang sudah professional.
Berikut ini 20 keunggulan BITX SPECTRA 40
1.    Rangkaian cukup sederhana dan mudah untuk dirakit dengan komponen besar (non SMD)
2.    Menggunakan Komponen mudah dan  murah dan banyak tersedia di toko elektronik
3.    AGC yang handal  menggunakan 2 buah transistor  sehingga mudah penyetelannya dan dilengkapi dengan Signal Meter yang smooth dan cukup akurat
4.    Tingkat Kepekaan penerima yang sangat baik dan juga dilengkapi dengan FINE TUNE untuk receivernya untuk memudahkan menerima lawan bicara
5.    Stabilitas dari VXO yang mengagumkan , sehingga tidak memerlukan PLL atau DDS
6.    Terdapat port optional VFO , memudahkan jika akan dipasang DDS/PLL tinggal pasang pada port 
7.    Terdapat 2 mode SSB yaitu USB (Upper Side band  dan LSB (Lower Side Band)
8.    Dapat digunakan untuk mode Digital seperti FT8, RTTY ,PSK31 dll dengan memasang modem
9.    Range frekuensi VXO yang lebar + 150 – 200 kHz
10.    Dapat dikembangkan menggunakan VCO ( Voltage Controlled Oscillator ) dengan menambah diode Varactor
11.    Exiter dapat dipasang linear amplifier kecil (QRP) maupun yang push pull bahkan kombiner (QRO)
12.    Dapat dipasang Display /Counter Frekuensi maupun FLL untuk menambah performa radio
13.    Audio penerima yang “loud and clear” serta low noise
14.    Cocok untuk petualang dengan QRP karena konsumsi arus yang kecil
15.    Dilengkapi pengatur penguat Microphone
16.    Pemasangan potensiometer yang on board memudahkan untuk perakitan  
17.    Audio /Modulasi yang sangat “readable” di terima oleh lawan bicara
18.    Dapat digunakan pada band selain 40m/ 7MHz , misalkan di 20m ,hanya merubah xtal filter diganti 10.000 – 10.240 Mhz atau bekerja pada band lain
19.    Sangat cocok untuk para  perakit pemula maupun professional
20.    Penyetelan exiter cukup mudah dan tingkat keberhasilan dari rangkaian ini cukup tinggi
Dan masih banyak kelebihan dari BITX SPECTRA 40 ini , untuk pemesanan PCB dapat menggunakan via WhatsApp atau Telegram dengan Nomer HP/WA: 081232887744 atau lewat Face Book massenger dengan nama : Yoke Kurnia
SELAMAT MENCOBA 73 DE YB3LVX  

SKEMA BITX SPECTRA



LAY OUT PCB


RANGKAIAN JADI BITX SPECTRA 40

PCB BITX SPECTRA 40 + PCB LINEAR AMPLIFIER 20W


BENTUK CERAMIC RESONATOR YANG MEMILIKI KAKI 2

SKEMA VXO DENGAN CERAMIC RESONATOR UNTUK BITX SPECTRA40

TEST OUTPUT OSCILATOR VXO BITX SPECTRA BERBENTUK SINUS





TEST OSCILATOR VXO DENGAN DSO DAN SPECTRUM ANALYZER

INI VIDEO HASIL UJI COBA KOMUNIKASI ANTAR BITX SPECTRA40
https://www.youtube.com/watch?v=iSoNABfO7jw

INI HASIL QSO DENGAN BITX SPECTRA 40


INI DIREKAM LAWAN BICARA YAITU PAK SUHARDI YB3SI PADA LINK VIDEO BERIKUT :
https://www.youtube.com/watch?v=6Zv5Qsyz244



HASIL QSO BITX SPECTRA YANG DIREKAM OLEH YC3TAA SURABAYA

Minggu, 28 Januari 2018

MEMBUAT LILITAN TRIFILAR UNTUK DOUBLE BALANCE MIXER (DBM) DAN UNTUK SINGLE BALANCE MIXER (SBM) SERTA LILITAN BIFILAR PADA RADIO BITX20, BITX3G, BITX3H DAN BIXEN SERTA BITX SPECTRA


Beberapa tahun yang lalu pernah saya ulas pembuatan lilitan Trifilar dan bifilar untuk radio BITX. Tetapi masih ada para pemula yang kesulitan untuk menggulung lilitan ini, nah pada kali ini akan saya bahas cara dari awal untuk membuat lilitan tersebut.
Bahan yang perlu dipersiapkan yaitu :
1.    Kawat email tembaga 0,3 – 0,4 mm secukupnya , minimal 2 meter panjangnya
2.    Toroid ferit LHE (Lampu Hemat Energy) , diameter 1 Cm sebanyak 4 buah
Alat yang di siapkan
1.    Pisau Cutter / silet untuk menghilangkan lapisan email pada kawat
2.    Multimeter /AVO meter, untuk mengukur konektivitas lilitan
3.    Tang potong untuk memotong kawat
PROSES PEMBUATAN
A.    Lilitan TRIFILAR ( T1 dan T1A serta T2 ) untuk DBM dan SBM
Potong Kawat email 0,3 – 0,4mm sepanjang 20 Cm sebanyak 3 helai kawat, dalam hal ini saya menggunakan kawat email 0,4mm., 3 helai kawat tersebut disatukan dengan jalan di pilin (diplintir) merata dan tidak terlalu rapat . Masukkan atau gulung pada Toroid ferit LHE sejumlah 6 – 8 lilit , saya menggunakan 6 lilitan saja. Digulung merata mengelilingi toroid LHE tadi ,seperti pada gambar. Pada ujung terdapat 6 buah kaki kawat email , potong rata lalu kupas lapisan emailnya dengan pisau Cutter atau silet  sehingga terlihat warna tembaganya. Lalu ukur dengan AVO pada skala ohm cari sambungan kawat yang terhubung tadi dan tandai dengan A dan A’ , B dan B’ lalu C dan C’ pada masing masing helai kawat. Karena lilitan T1 ,T1A dan T2 adalah lilitan TRIFILAR maka ada sisi PRIMER dan SEKUNDER. Untuk lilitan primer memiliki 3 kaki, dan sekunder 2 kaki. Sehingga hubungan lilitan tadi dapat di hubungkan ,yaitu sambungan A’ dan B digabung jadi satu menjadi kaki pada bagian tengah lilitan, sedang ujungnya yaitu kaki A dan B’ , sehingga A – A’B – B’ pada sisi lilitan Primer. Untuk Lilitan sekundernya terdiri 2 kaki maka ujung kawat C dan C’ yang jadi lilitan Sekunder, detail bias dilihat pada gambar. Jumlah Gulungan T1, T1A dan T2 sama persis , jika anda menggulung 6 liltan maka semua lilitan adalah sama, begitu pula jika menggulung 8 lilitan maka semua lilitan juga 8 lilit.  Lilitan T1 dan T1A adalah untuk Double balance Mixer (DBM) sedangkan T2 digunakan untuk Single Balance Mixer (SBM) pada bagian BFO.











B.    Lilitan BIFILAR (T3)
Lilitan ini terdapat pada exiter BITX/BIXEN pada penguat pertama setelah BPF pada bagian Pemancar (TX) . Untuk membuat lilitan ini lebih mudah dibanding dengan lilitan Trifilar, karena cukup menggunakan 2 helai kawat email saja. Lilitan trifilar tidak memiliki sisi Sekunder , hanya Primer saja.  Cara membuatnya sama seperti lilitan trifilar. Siapkan 2 helai kawat masing – masing  sepanjang 20 Cm. Dipilin rata ke dua kawat email tembaga tersebut. Gulung sejumlah 6 -8 lilit pada toroid cincin bekas lampu LHE secara merata. Ujung lilitan terdapat 4 kawat, Kupas lalpisan email dengan cutter dan ukur hubungan kawat tadi dengan AVO meter serta tandai dengan huruf A dan A’ menyambung, B dan B’ menyambung saat diukur dengan Ohm meter. Satukan kaki A’ dengan B lalu pilin keduanya sehingga tersambung . Sehingga sekarang ada 3 kaki/kawat yaitu A – A’B –B’. nah sekarang tinggal disolder pada PCB BITX atau BIXEN 




CATATAN : Jika menggunakan toroid FT37-43 maka gunakan 8 lilit untuk lilitan TRIFILAR maupun BIFILAR
SELAMAT MENCOBA


Selasa, 09 Januari 2018

MERAKIT LINEAR AMPLIFIER SINGLE ENDED UNTUK BITX DAN BIXEN


                                                           Lilitan BIFILAR T1
                                         


                                                      Gambar 4 Lilitan trifilar T2

                                        Gambar 5 Koneksi lilitan trifilar T2                                           



PCB LINEAR AMPLIFIER 20W




SKEMA RANGKAIAN LINEAR AMPLIFIER 20W







Beberapa tahun yang lalu saat bitx mulai popular , pernah saya posting linear amplifier dengan 3 tingkat. Dengan berbagai jenis model yang terdapat di Internet, maka jatuh pilihan pada desain BINGO besutan Amatir radio Perancis. Simpel dan hasilnya  bagus. Pada linear amplifier lama menggunakan 3 tingkat, akan tetapi kelemahannya mudah sekali self oscilasi karena gain terlalu besar. Nah kali ini linear amplifiernya cukup 2 tingkat yang mudah di buat dan hasilnya cukup lumayan besar, sekitar 10-20W. Desain ini tipe RF-004 linear amplifier , dapat digunakan di 3 band yaitu 80m, 40m dan 26m , untuk band lain perlu dicoba-coba dengan merubah lilitan/inductor dan capasitornya untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Meskipun kelihatannya sederhana dan mudah, masih aja rekan-rkan mengalami kesulitan untuk merakit, nah pada kesempatan ini akan saya bahas, untuk membuat HF linier amplifier untuk BITX dan BIXEN , tidak menutup untuk desain exiter SSB lainnya. Tahap awal pasang dahulu resistor pada rangkaian. Untuk kali ini saya bahas hanya menggunkan 1 final unit MOSFET saja meskipun tersedia lubang untuk parallel, tetapi 1 buah MOSFET saja mampu untuk mengeluarkan daya hingga maksimal 18-20W dan tergantung pada keaslian MOSFET. Baik diawali pemasangan resistor, kecuali resistor pada final unit dekat Q2 tidak usah dipasang. Jumper dekat Q3 juga harus terpasang. Setelah resistor terpasang , berikut jumper maka dilanjutkan dengan memasang capasitor atau condensatornya. Pilih capasitor keramik, jangan gunakan capasitor Mylar , lebih baik pakai capasitor multilayer atau jenis MKM disbanding jenis Mylar. Untuk ELCO atau electrolit capasitor tetap dan sesuaikan nilai seperti pada skema/PCB. Untuk capasitor bagian Final unit atau penguat akhir pada output dan Band Pass Filter (BPF) yaitu C1, C2 dan C3 serta capasitor 100nF output dari lilitan T2 gunakan capasitor keramik atau capasitor Mika atau jenis lain yang memiliki tegangan maksimalnya tinggi . Ini bertujuan agar tidak mengalami kerusakan karena panas, ingat walaupun capasitor keramik tetap memiliki tegangan kerja maksimal, diusahakan tegangan maksimal capasitor yang terpasang pada BPF minimal sebesar 500V. Dan sesuaikan nilainya seperti pada table di skema rangkaian. Selanjutnya Pasang VR atau trimpot 10K tepatkan posisi tengah, relay, diode 1N4148, IC regulator untuk bias MOSFET ,tipe 7805. Transistor Driver  boleh dipasang juga . Sekedar saran untuk transistor Driver anda dapat menggunakan jenis BD139 yang kualitas bagus dan mampu untuk RF. Bisa juga diganti 2SC1383, ataupun 2N2219A. Pasang juga soket White housing yang 2 pin ataupun 4 pin  untuk supply pada BITX/BIXEN. Untuk transistor Q2 gunakan MOSFET yang memiliki capasitor internal atau Coss dan Ciss rendah dan kualitas yang bagus atau asli. Ini bertujuan agar hasilnya bagus dan maksimal. Anda bias menggunakan MOSFET jenis IRFZ24 atau jenis lain seperti IRF530,520 dan 510 bisa digunakan. Kali ini saya menggunakan IRF530. Jangan lupa memasang pendingin atau Heat Sink yang memadai , mengingat cukup panas saat bekerja. Nah tibalah untuk membuat inductor atau lilitan pada linier RF-004.Semua lilitan menggunakan toroid . Yang saya gunakan , menggunakan toroid bekas lampu hemat energy (LHE). Ada beberapa teknik gulungan yang digunakan, yaitu inductor dengan kawat tunggal untuk RFC (Radio frequency Choke)  pada L1 dan L2. Ambil kawat/kabel tunggal sepanjang 20Cm dan gulung pada toroid LHE sebanyak 8 lilitan digulung merata searah jarum jam ,detail gambar bias dilihat pada gambar 1. Untuk lilitan T1 digulung secara bifilar pada toroid LHE, yaitu 2 kawat yang digulung bersamaan. Untuk lebih jelas anda dapat melihat gambar2 dan gambar 3. Gulung sekitar 3-4 lilit bifilar ,  gunakan kawat email 0,4-0,5mm dengan panjang sekitar 8 Cm ,lalu ke 2 kawat tersebut digulung pada pada toroid LHE. Sedangkan untuk T2 digulung secara trifilar, untuk detail gambar dapat lihat pada gambar 4 dan gambar 5. T2 gunakan toroid yang lebih besar , misalnya T-50-43 atau toroid berdiameter sekitar 2Cm.ini sering kali para homebrewer saat merakit lilitan trifilar sering salah pasang, yang berakibat daya yang dihasilkan kecil atau kurang maksimal, anda dapat melihat pada Gambar 4 dan gambar 5 untuk detail cara menggulung lilitan T2. Terdapat ujung lilitan yang dibiarkan tanpa terhubung dengan apapun (non connect) hanya sambungan ujung lilitan aja, sedang dililitan lain digunakan untuk : Tegangan, output Drain MOSFET da nada yang menuju BPF. Untuk Lilitan BPF yaitu L3 dan L4 digulung pada koker 8mm seperti tercantum pada tabel dan sesuai band yang diinginkan, detail gambar bisa dilihat pada gambar 6 . Dapat pula diganti tanpa menggunakan koker 8mm , tetapi dengan lilitan toroid untuk lilitan BPF. Jika dengan menggunakan koker inti ferit maka inductor dapat diatur dengan memutar inti ferit, sehingga daya dapat optimal.Jika menggunakan toroid untuk BPF maka gunakan toroid warna merah T-50-2 dan gulungan dapat disesuaikan sesuai frekuensi kerja yang diinginkan. Untuk lilitan BPF dengan koker inti ferit 8mm dapat dilihat pada gambar 6. Setelah semua terpasang , maka tibalah waktunya untuk mencoba rakitan linier Amlpifier. Hubungkan input linear amplifier ke exiter BITX / BIXEN dan soket untuk switch tegangan saat TX dan RX pada exiter, output daya pada Linear Amplifier gunakan kabel impedansi 50 Ohm ke Conector PL-259 . Jangan lupa memasang SWR/Power meter dan Dummy Load 50 Ohm. Jangan dihubungkan ke Antena dulu sebelum melihat daya dan kualitas suara dari rangkaian. Hubungkan rangkaian pada Power Supply 5 A dengan tegangan 13,8 Volt DC. Set bias pada Gate MOSFET Q2  dengan memutar trimpot VR1 dimulai dari 1V hingga 2,5 V atau dapat juga memasang mili Ampere meter dari tegangan ke Drain Q2 , putar trimpot saat idle current sebesar 60mA. Tekan   PTT untuk transmit, amati pergerakan meter pada SWR. Putar ferit pada BPF hingga daya maksimal. Jika anda memiliki monitor radio HF All band , dapat diamati suara yang bagus dan lantang. Umumnya jika bias pada MOSFET terlalu kecil maka suara juga kasar, atau orang – orang menamakan dengan kata “Nyekrak”, putar biaS VR1 perlahan , hingga didapat suara yang readable dan halus. Jika di set secara maksimal maka, keluar daya sebesar 15-20 Watt. Setelah dicoba normal maka hubungkan ke antenna dan anda dapat meminta report rekan  lawan bicara anda. Lagi-lagi tergantung kualitas komponennya. Detail gambar HF linear amplifier dapat dilihat pada Gambar 7.
SELAMAT MENCOBA

Sabtu, 16 Desember 2017

MEMBUAT BITX 3H SSB TRANSCEIVER










Dipenghujung tahun 2017 ini akan saya ulas tentang BITX versi 3H sebagai pengganti BITX versi 3G yang saya tampilkan beberapa waktu yang lalu. Bitx 3H merupakan pengembangan dari BITX 3G dimana ada beberapa sisi yang dihilangkan karena adanya kelemahan dibagian tersebut. Pada desain BITX 3H tidak ada perubahan yang cukup mencolok dibanding dengan BITX 3G, akan tetapi terdapat perubahan dari beberapa bagian, contoh jika BITX 3G pada bagian AGC adalah optional dan PCB terpisah dari unit utama , maka pada BITX 3H dijadikan satu atau on board yang mirip dengan BIXEN. Bagian AGC persis sama dengan yang dipakai pada BITX 3G berikut terdapat S-meternya juga sama, tetap menggunakan IC LM324 yang mudah dicari.Hanya penempatan AGC terdapat pada PCB utama. Fasilitas penyetelan fast dan slow juga mirip dengan BIXEN ,tinggal di switch saja sesuai selera. Bagian AGC menempati lokasi VFO (Variable Frequency Oscillator) . Bagian VFO di buat di luar PCB utama, tidak seperti pada BITX 3G, ini dikarenakan ada beberapa kelemahan, diantaranya kesetabilan oscillator yang kurang stabil ini dikarenakan sulit memasang shelding , pengaruh tegangan saat pergantian antara TX dan RX, kemudian saat transmit terjadi suara gemetar seperti orang yang menggigil kedinginan ,ini dikarenakan ada penurunan tegangan saat pemodulasian terjadi. Dan banyak permasalahan lain seperti ,Banyak rekan homebrewer mengganti VFO  dengan DDS (Direct Digital Synthesizer) ,PLL ataupun dengan VFO + FLL. Sehingga diputuskan untuk memisah antara unit utama (main board) dengan VFO. Rangkaian ini setelah dicoba ternyata sangat memuaskan. Pada percobaan perdana BITX 3H saya kerjakan di band 80m dengan daya QRP (kurang dari10W) ,ini dengan alasan mencoba dengan frekuensi yang memiliki propagasi yang tidak sebagus band 40m. Rangkaian saya coba dengan xtal 11,059 MHz dan VFO saya gunakan persis seperti punya BIXEN yang sudah saya ulas beberapa waktu lalu, dan frekuensi kerja pada frekuensi 7,200 – 7,300 MHz untuk mendapatkan frekuensi band 80m. Tidak lupa memasang shielding atau sekat logam/konduktor dalam hal ini saya gunakan PCB biasa. Setelah saya tes dengan daya hanya 7 watt saja sudah mampu ber QSO dengan rekan-rekan luar kota seperti ke Banyuwangi, Kediri, Nganjuk, Bali serta dapat mengikuti Jawa Timur net di 3,860 MHz serta mengikuti Nusantara Net 80m di 3,830 MHz dengan signal 5-9 diterima di Sulawesi Selatan. Untuk kualitas suara audio Transmitter nya cukup enak ,karena mengadopsi rangkaian penguat pre amp mic Radio Tengkorak, nada Low dan Mid nya seimbang . Secara keseluruhan performanya baik dan cukup memuaskan hasilnya. Pengaturan AGC  maupun S-meternya pun juga mudah   di stel. Tentunya jika dikerjakan di 80m aja sudah bagus apalagi jika dikerjakan di band 40m atau band lain maka juga akan lebih bagus lagi. Yang perlu diperhatikan dalam merakit ,khususnya oscillator yaitu pemilihan capasitor , gunakan capasitor kertas, mika ataupun NPO untuk kestabilan oscillator itu sendiri. BITX 3H merupakan evaluasi dari BITX 3G , sehingga dengan beberapa perubahan akan menambah performa dari BITX 3H. Secara keseluruhan rangkaian BITX 3H mirip sekali dengan BIXEN , tetapi BITX 3H tidak menggunakan IC MC1350 yang dikenal cukup sulit dan cukup mahal harganya. Dengan BITX 3H akan memudahkan dalam merakit dan biaya yang murah.
SELAMAT BEREKSPERIMEN DAN SELAMAT MENCOBA
PEMESANAN PCB DAPAT MENGHUBUNGI NOMOR WA (WHATSAPP) DI 081232887744

 
Powered by Blogger